PENGENALAN AKAN TAURAT MUSA DAN TAURAT YESUS

 

PENGENALAN AKAN TAURAT MUSA DAN TAURAT YESUS

oleh

Piter Markus Simanjuntak

 Bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus wajib mengenal Kitab Sucinya sebab banyak orang belum faham dan mengerti akan  kitab sucinya yaitu Alkitab (Taurat dan Injil). Untuk itulah Penulis sangat berterima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus, dimana Buku Kecil ini dapat disajikan untuk para pembaca walaupun masih sangat sederhana. Tulisan ini sengaja dibuat untuk menjadi berkat bagi orang lain terutama yang mau Belajar Mengenal Taurat Musa dan Injil (Alkitab).

Buku ini dapat menambah wawasan pengetahuan tentang Kebenaran Firman Allah bagi orang-orang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatnya, karena banyak orang didalam mengkaji Alkitab, hanya didasarkan oleh karena pemikirannya sendiri, baik seeara redaksional  dengan pengetahuannya yang sangat terbatas, apalagi tidak dibimbing oleh Roh Allah, maka Firman Allah, tidak akan pernah disingkapkan Rahasia KebenaranNya. Oleh karena itu dewasa ini banyak sekali Bidat-Bidat Kristen yang membawa kepada penyimpangan terhadap Iman Rasuli.

Sekarang kita harus memahami dengan baik, sebab orang akan menjadi sesat untuk mengerti akan kekristenan dan akan rancu tentang Yesus, sehingga akan rancu juga istilah KRISTOLOGI yaitu Doktrin tentang Yesus, karena hal ini paling gampang untuk diselewengkan, dan sangat mudah diputarbalikkan oleh orang-orang lain Bidat Kristen.

Rasul Paulus yang diilhamkan Allah menulis dalam suratnya kepada jemaat di Korintus yaitu: II Korintus 3 ayat 13-18 yang berbunyi sebagai berikut:

“Tidak seperti Musa yang menyelubungi mukanya supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu, tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka. Jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya, bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca Kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya, sebab Tuhan adalah Roh, dan dimana ada Roh Allah disitu ada Kemerdekaan”. Dan kita semua mencerminkan Kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung Dan kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemulian yang semakin besar.

Perkara-perkara yang dahulu tersembunyi sejak kejatuhan Adam sampai dengan kedatangan Tuhan Yesus ke bumi ini sebagai Manusia (Firman sudah menjadi Manusia)   Kristus merupakan suatu yang Rahasia yang tersembunyi, tetapi dengan datangnya Injil (Roma 16:25, I Korintus 2:7-10, bagi orang-orang Percaya menjadi terbebas dari Hukum Taurat sebab kita tidak lagi memegang Hukum Taurat sebab kita sudah terlepas dari padanya ketika Yesus datang. Itulah sebabnya Rasul Paulus menulis  dalam Galatia 3:23:26 sbb: “Sebelum iman itu datang kita berada dibawah pengawalan hukum taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.

Jadi Hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang sebab itu kita tidak lagi ada dalam pengawalan penuntun yaitu hukum taurat, sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman didalam Yesus Kristus”.

 Jadi kita harus ingat statusnya sebagai  anak-anak Tuhan

Ketika anda dan saya mengundang RohNya untuk tinggal bersama roh kita, maka kita akan menyaksikan kebenaran dan kuasa didalam kehidupan kita sehari-hari. Inilah yang disampaikan Rasul Paulus dalam Roma 8:16: “Roh Allah bersaksi bersama-sama roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Ketika Allah memberikan RohNya kepada kita, Dia memberikan seluruh keberadaanNya, tetapi itu dapat diterima sejauh yang bisa dipercayai oleh iman kita.

Nabi Yehezkiel, juga mencatatnya dalam pasal 11 ayat 19-20; bahwa Allah berjanji : “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru didalam batin mereka, supaya mereka hidup menurut segala ketetapanKu dan peraturan-peraturanKu dengan setia, maka mereka akan menjadi umatKu dan Aku akan menjadi Allah mereka”.

Marilah kita belajar pengenalan akan Taurat itu, Bagaimanakah sebenarnya Hukum Taurat itu   berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari?.

Kita tidak boleh membuka Perjanjian Lama sebelum kita membuka terlebih dahulu Perjanjian Baru, mengapa demikian…? Karena Yesus datang kedunia ini   telah menggenapi Hukum Taurat.

Cerita ini, dimulai ketika Yesus mengajar di Bait Allah, dan disana ada beberapa orang para Ahli Taurat   dan orang Farisi. Orang Farisi itu datang menghadap Yesus  dengan membawa seorang wanita yang berbuat zinah?. Mereka meminta kepada Yesus bagaimana sebenarnya jawaban Yesus terhadao perempuan berzinah itu, pada hal mereka hanya ingin mencobai saja?

Orang Farisi bertanya kepada Yesus. Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapatmu t

Berdasarkan Hukum Taurat, apabila ada seorang wanita berzinah, maka perempuan itu harus dilempari dengan batu sampai mati.

Jadi, Yesus mau mereka uji, apa yang dilakukan Yesus terhadap prempuan itu?. Jika Yesus melempari wanita itu dengan batu, maka menurut Tauratnya Yesus yaitu Injil, Yesus akan Gagal sebagaoi Juruselamat Dunia, akan tetapi apabila Yesus mengampuni perempuan itu, maka Yesus harus dilempari dengan batu, karena Yesus tidak mengikuti Hukum Hukum Taurat.

Jadi, apa jawaban Yesus kepada orang Farisi itu?

Yesus menulis sesuatu dengan jarinya di tanah, dan ketika orang Farisi itu terus bertanya dan mendesaknya sehingga Yesus bangkit untuk menjawabnya, dan berkata:

Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepda perempuan itu.” (Yohanes 8:7b). Lalu Yesus membungkuk dan menulis kembali di tanah.

Apa Reaksi oang Farisi itu?

Eh.. ternyata mereka pergi satu-persatu pergi meninggalkan Yesus mulai dari yang termuda sampai yang tertua, dan pada  akhirnya Yesus tinggal seorang diri dengan perempuan itu dan Yesus berkata kepadanya:

“Aku tidak menghukum engkau, Pergilah dan jangan berbuat  dosa lagi mulai sekarang (Yohanes 8:11)

Jadi, Jelaslah bagi kita bahwa Perempuan yang berdosa itu dibawa kepada Yesus oleh karena Hukum Taurat, Kemudian Yesus mengampuni perempuan itu. Jadi Hukum Taurat membawa orang berdosa kepada Yesus  (Injil) dan  Yesuslah yang memberikan pengampunan kepada setiap orang berdosa di bumi ini, sebab Hukum Taurat Musa tidak memberi Pengampunan Dosa.

Heran bukan? Tauratnya Yesus!

Mengapa sebenarnya orang Farisi itu tidak melempari perempuan itu dengan batu sampai mati? Pada hal Hukum Taurat mengatakan harus dilempari dengan batu, ternyata mereka pergi satu opersatu meninggalkan Yesus dan perempuan berzinah itu dan mereka tidak melemparinya dengan batu.

Rupanya mereka sadar bahwa ketika Yesus mengatakan : “Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepda perempuan itu.” (Yohanes 8:7b).

Jadi, apa yang ditulis Yesus ditanah itu adalah TAURAT YESUS.

Ternyata Taurat Yesus itu menyadarkan   mereka sendiri  karena Yesus mengatakan kepada mereka Barang siapa yang orang berdosa, silahkan lempari dengan batu, ternyata orang Farisi itu juga orang yang berdosa.

Mari kita baca  Injil Matius Pasal 5:21-22:, Yesus berkata:

“ Kamu telah mendegar  yang di firmankan kepada nenek moyang kita, Jangan membunuh, siapa yang membunuh  harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah saja terhadap saudaranya harus dihukum, siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafiri harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahili harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala”.

Menurut Taurat Musa, setelah dilakukan Pembunuhan barulah di hukum, Sedang menurut Taurat Yesus Orang yang Marah saja pun kepada saudaranya sudah kena hukum.

Jadi Taurat Musa, Membunuh dulu, baru dihukum, tetapi Taurat Yesus, sampai mlihat kedalam hati manusia. Jika kita mempunyai perasaan marah saja kepada orang lain sudah dapat dihukum, dimana seakan-akan sudah terjadi pembunuhan itu.

Matius 5: 27-28, Yesus berkata: “Kamu telah mendengar firman, Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia didalam hatinya”.

Hal inilah yang Yesus tulis di tanah, semua orang yang melihat dan membaca tulisan itu, mereka sadar sebab mereka pun pernah memandang seorang perempuan dan menginginkannya.

Yohanes 8:4 berkata: Mereka menempatkan perempuan itu ditengah-tengah lalu berkata kepada Yesus:” Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.

Kita dapat merenungkan, apa sebenarnya yang mereka lihat? Ketika mereka menangkap basah seorang perempuan yang berzinah itu? Mereka memandang perempuan itu dan menginginkannya didalam hatinya, namun mereka tidak berani bertindak dan melakukan perzinahan. Itulah sebabnya ketika Yesus menuliskan Taurat Yesus, semua orang merasa berdosa, sehingga tak seorangpun yang berani melempari perempuan itu dengan batu, karena mereka sadar bahwa mereka juga orang berdosa dan patut di hukum. Itulah sebabnya mereka mencari seorang penyelamat yaitu Yesus Kristus, walaupun masih banyak orang yang lolos dari jerat  itu sampai sekarang. Siapa orang-orang  yang lolos dari jerat itu? Ternyata mereka Para Ahli Taurat yaitu orang-orang Farisi, Orang Saduli yang tahu akan hukum Taurat, tetapi Yesus menaruh belas kasihan kepada mereka.

Ada Berapa Hukum Taurat itu? Ada 5 Kitab yaitu:

Ke 5 Kitab itu, ditulis oleh Nabi Musa dari Allah, melalui Malaikat. Kitab itu menguraikan permulaan sejarah manusia yang merupakan satu kesatuan rohani yang membentangkan urutan pengalaman umat Allah disegala zaman.

1.  Kitab Kejadian:

Kitab Musa I adalah kitab yang membentangkan kejatuhan umat manusia yang disebabkan oleh karena dosa. Kedaulatan Allah dalam menciptakan alam semesta serta memilih umatNya yang menjanjikan tanah Kanaan kepada mereka sebagai warisan (Allah berdaulat dalam memilih Abraham, Ishak dan Yakub beserta keturunannya)

2.     Kitab Keluaran.

Kitab yang ke II ini, adalah kitab yang memberitahukan tentang Pelepasan manusia karena Anak Domba. Allah berkuasa dalam menyelematkan UmatNya yaitu bangsa Israel dari tanah Mesir dengan tangan   yang kuat dan kedahsyatanNya.

3.     Kitab Imamat.

Kitab yang ke III adalah kitab yang memberitahukan tentang persekutuan umat manusia dengan Allah atas dasar penebusan, dan Allah menuntut agar umat tebusannya dikuduskan.

4.    Kitab Bilangan.

Kitab ke IV ini adalah kitab yang memberitahukan tentang bimbingan dalam perjalanan musafir yang dipimpin oleh Allah sendiri. Kemurahan dan Kemurkaan Allah bagi yang tidak percaya, walaupun mereka dilindungi dan dipelihara sampai ke tanah Kanaan dan mendudukinya.

5.     Kitab Ulangan

Kitab ke V ini adalah Kitab yang memberitahukan kepada hukum Allah dan Penggenapan perjalanan musafir kepada Allah. Kita melihat Kesetiaan Allah yaitu setia kepada JanjiNya dan Umat TebusanNya dibawa  ke Tanah Perjanjian

Bagaimanakah sebenarnya Sifat Hukum Taurat Musa itu?

Kita harus membukanya dalam Perjanjian Baru yaitu:

Roma, Pasal 7: 12-14 berkata:

Ayat (12) ”Hukum Taurat adalah Kudus dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik

(14) ”Sebab kita tahu bahwa hukum taurat adalah rohani tetapi bersifat daging yakni terjual dibawah kuasa dosa”

Jadi, sifat Hukum Taurat adalah benar, baik dan rohani, tetapi apakah bersifat Kasih?.

Untuk mengetahui apakah Hukum Taurat itu bersifat kasih, maka kita membaca pada Injil Matius 22 ayat 36-40, dimana Yesus dicobai oleh orang-orang Farisi, Saduki dan Para Ahli Taurat yaitu:

Ayat (36):      Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum taurat?

(37):      Jawab Yesus kepadanya, ” Kasihilah Tuhan Allamu dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap akal budimu”

(38):     Itulah Hukum yang terutama dan yang pertama

(39):      Dan Hukum yang kedua yang sama dengan itu ialah “ Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”

(40):      Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum taurat dan kitab para nabi.

Jadi, Yesus mengatakan bahwa Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi, bergantung  kepada HUKUM KASIH.

Injil Lukas mencatatnya dalam pasal 10 ayat 25-28, dimana ketika Yesus berbicara kepada seorang Ahli Taurat yang ingin mencobaiNya:

Ayat (25):    Guru…. apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?

(26):       Jawab Yeus kepadanya, apa yang tertulis dalam hukum taurat, apa yang engkau baca disana?

(27):       Jawab orang itu : ’Kasihilah Tuhan Allamu dengan segenap hatimu dan dengan jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan segenap akal budimu, dan kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri”

(28):     Kata Yesus kepadanya, ”Jawabanmu itu benar, perbuatlah sedemikian, maka engkau akan hidup”

Percakapan itu terlihat bahwa Rasul Matius dan Lukas mencatat bahwa Hukum Taurat bergantung kepada Hukum Kasih.

Mengapa Yesus mengatakan demikian? Jawabnya adalah karena Yesus datang ke dunia yang fana ini sampai Ia mati dikayu salib adalah karena Yesus mengasihi Allah dan Manusia. Itulah sebabnya Ia berkata: Perbuatlah demikian sebab tak seorangpun manusia yang dapat melakukan Hukum Taurat.

Jika Hukum Taurat dapat dilakukan dengan tanpa cacat, sudah barang tentu Hukum Tauratlah yang terbaik untuk kita manusia.

Mengingat tak seorangpun manusia di dunia ini dapat melaksanakan perintah Hukum Taurat, itulah sebabnya Yesus datang ke dunia ini untuk menggenapi Hukum Taurat, sebab hanya Dia sajalah yang dapat melakukan perintah Hukum Taurat dengan baik, benar, tidak bercacat dan tidak berdosa dihadapan Allah sehingga Ia naik ke Sorga.

Hanya karena kesombongan, kecongkakan, keangkuhan manusialah yang mengatakan bahwa dengan Melakukan perbuatan baik dapat masuk kedalam Kerajaan Sorga. Ucapan Manusia seperti itu adalah suatu kesalahan yang fatal sebab kita tahu bahwa apabila manusia melakukan pelanggaran yang terkecilpun kita lakukan didalam hukum taurat kita sudah tidak layak lagi untuk masuk kedalam kerajaan sorga.

Dengan demikian, Hukum apakah yang menjadi Dasar Pegangan Hidup seseorang untuk keselamatan hidup yang kekal itu?

Jawabnya adalah Hukum Kasih yaitu hanya dengan IMAN kepada Yesus Kristus saja.

Bagaimana Hukum Taurat itu ditulis dalam Kitab Nabi Musa? Apakah langsung dari Allah?

Injil Lukas 7:53f mencatat:” Kamu telah menerima hukum taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya”

Apakah maksudnya?

Paulus mencatat di Galatia 3 ayat 39 berkata:” Ia ditambahkan oleh  karena pelanggaran-pelanggaran, sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu dan Ia sampaikan dengan perantaraan malaikat kedalam tangan seorang pengantara” .

Dalam Ibrani 2 ayat 2 berkata:

”sebab jika firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat, tetap masih berlaku dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan manusia mendapat balasan yang setimpal”

Jadi, kita tidak memerlukan tafsiran lain selain ucapan Allah sendiri bahwa Hukum Taurat disampaikan oleh Nabi Musa kepada Umat Manusia pada Perjanjian Lama, adalah dengan perantaraan Malaikat-malaikat, bukan langsung dari Allah”.

Itulah sebabnya dalam Injil Yohanes pasal 1 ayat 17 berkata: Hukum Taurat diberikan oleh Nabi Musa kepada Umat Manusia, tetapi KASIH KARUNIA dan KEBENARAN datang dari YESUS KRISTUS”.

Akan tetapi walaupun sifat hukum taurat itu kudus, benar, baik dan rohani, tetapi didalamnya TIDAK ADA KASIH KARUNIA yang berupa ANUGERAH dan PENGAMPUNAN DOSA, akan tetapi tidaklah berarti hukum taurat itu tidak perlu? Justru Keduanbya diperlukan, sebab jika keduanya disatukan, maka disebut ”INJIL” (Taurat + Anugerah). Jadi, Hukum Taurat itu disampaikan Allah adalah dengan perantaraan Malaikat, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Hukum Taurat itu disertai dengan roh perbudakan, sebab Malaikat adalah budaknya Allah.

 Siapa yang berlindung dibawah Hukum Taurat, mereka akan menjadi budak, itulah sebabnya orang Israel bernaung dibawah Hukum Taurat sehingga mereka menjadi budak sebab taurat itu mengandung darah binatang yang mengingat akan dosa.

Rasul Paulus menulis firman Allah itu pada orang Ibrani, pasal 10 ayat 2-4 yang berbunyi:

Ayat (2):      ”Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selamanya”.

(3):      Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa”

(4).     Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapus dosa”.

Jika demikian hukum apakah yang dapat menghapus dosa manusia?

Rasul Paulus menulis pada jemaat di Roma, pada pasal 8 ayat 15:

“Sebab kami tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itulah kita berseru Ya..abba, Ya …B apa.”

Injil dengan Roh  Kudus diberitakan keseluruh dunia karena Injil disertai dengan Roh Kebenaran. Oleh karena itu, siapa yang menerimanya menjadi anak Allah, sebab keenaran disampaikan oleh Anak Allah yaitu Yesus Kristus yang mengiring manusia kepada damai sejahtera, karena Injil mengandung Darah Yesus yang dapat menghapus dosa manusia.

Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa Injil lebih dahsyat dari pada Hukum Taurat sehingga Injil dikatakan Khabar Baik karena mengandung Nama Yesus yaitu sebagai Jalan Keselamatan, sedang Hukum Taurat tidak menyelamatkan.

Hukum Taurat itu diberitakan kepada manusia agar manusia tidak tertipu oleh Iblis yang hendak mengaku sebagai Allah dan manusia tidak menyembah kepada berhala-berhala serta menguduskan Nama Allah yang mempunyai hari penghentian untuk beribadah kepadaNya dan juga untuk memberitahukan kepada manusia supaya menghormati orang tua agar panjang umur dan berkat di bumi. Misalnya dilarang membunuh manusia sebab jika manusia membunuh, maka hidupnya semakin susah karena akan dihukum dan masuk penjara , karena semua itu hanyalah tipuan iblis, bukan dari Allah.

Jadi, bagaimanakah pandangan Yesus terhadap Hukum Taurat itu?

Rasul Yohanes mencatat dalam pasal 5 ayat 45 yang berkata: ”Jangan kamu menyangka bahwa Aku akan mendakwa kamu dihadapan Bapa, yang mendakwa kamu adalah Musa yaitu Musa yang kepadanya karena menaruh pengharapanmu”

Yesus mengingatkan kepada kita bahwa hukum taurat itu adalah hukum yang mendakwa, sedangkan keselamatan hanya ada dari Yesus sendiri.

Semula oran Farisi, Saduki dan Ahli Taurat menganggap bahwa Hukum Taurat dalah Hukum yang menyelamatkan atau dengan melaksanakan Hukum Taurat, mereka bebas dari dosa?

Roma: 3 ayat 10 berkata: ”Seperti ada tertulis, Tidak ada yang benar seorangpun tidak”.

Jadi hukum taurat itu adalah untuk memperlihatkan dosa-dosa manusia sehingga hukum taurat itu menuntut akan darah yang setiap tahunnya dipersembahkan.

Pada hal sebenarnya yang dituntut Allah adalah Darah Yesus sebagaimana yang dituliskan oleh Yohanes pasal 19 ayat 7 yang berbunyi:

”Jawab orang jahudi kepadaNya: ”Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu, Ia harus mati sebab Ia menganggap diriNya sebagai Anak Allah”.

Tetapi apa yang harus terjadi? Oleh kematian Yesus, Iblis dimusnahkan bersama kebangkitan Yesus. Jadi sebenarnya hukum taurat juga adalah hukum yang memusnahkan iblis. Itulah sebabnya dalam 1 Korintus 15 ayat 56 :

”Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa adalah hukum taurat”

 Hukum Taurat adalah Bayangan Keselamatan

Hukum Taurat bukanlah merupakan Hakekat dari Keselamatan, tetapi Bayangan dari Keselamatan yang akan datang.

Dalam Ibrani pasal 10 ayat 1 berbunyi:

”Didalam hukum Taurat terdapat Bayangan saja dari Keselamatan yang akan datang dan bukan hakekat dari Keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama yang setiap tahun terus menerus dipersembahkan, hukum taurat tidak akan mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian didalamnya”

Dalam Pasal 9 ayat 9-10 diperjelas lagi oleh Rasul Paulus

Ayat (9): ”Ia adalah Kiasan masa sekarang sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya  menurut hati nurani mereka”

(10):   ”Karena semuanya itu disamping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani yang hanya berlaku sampai tiba waktu pembaharuan”.

Jadi hukum taurat tidak berlaku untuk selamanya, karena pada ayat 10 dikatakan bahwa hukum taurat itu hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan karena kebenaran adalah kekal. Jadi hukum  taurat hanya merupakan Kiasan Saja, sedangkan untuk mendapatkan Pengampunan Dosa, hukum Taurat menetapkan atas 3 macam yakni

1.   Korban

2.    Imam Besar

3.   Tempat Kudus (Bait Suci)

Ini adalah merupakan bayangan saja, sedangkan Kebenaran yang sesungguhnya adalah Yesus Kristus, Dialah Korban yang menebus dosa manusia.

Yesus adalah Imam  Besar dan juga Bait Suci itu sendiri. Sebenarnya persembahan korban sudah harus berhenti pada saat Yesus datang. Sorga  adalah tempat kudus (Bait Suci) berdasarkan contoh yang diperlihatkan di atas gunung. Tubuh kita juga Bait Suci, karena tubuh kita adalah Kudus, roh kita menjadi kudus setelah dibasuh dengan darah Yesus dan Nama Allah ada pada kita dan upacara Perjamuan Kudus sebenarnya adalah merupakan upacara Pemindahan Perkakas Bait Suci kedalam tubuh kita.

Perkakas Bait Suci itu adalah:

1.     Darah Domba diambang pintu rumah yaituy melambangkan sebuah mezbah tempat penyembelihan korban. Untuk manusia mezbah merupakan satu pertobatan kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat Umat manusia.

2.     Penyeberangan laut Tiberau dilambangkan sebagai bejana pembasuhan. Bejana ini adalah Baptisan air bagi orang percaya;

3.     dituntut oleh Tiang Api dilambangkan sebagai mezbah pembakaran ukupan

4.    Dituntun oleh tiang awan ini dilambangkan dengan Roh Kudus yaitu Kaki Dian

5.     Diberikan makan manna dilambangkan sebagai roti sajian di Padang Gurun dan Firman Allah

6.    Penyeberangan sungai Yordan dilambangkan sebagai Tirai dari Kematian Pisik. Tirai adalah Pembatasan ruangan orang kudus dengan ruangan Maha Kudus.

7.     Masuk ke Tanah Kanaan, dilambangkan sebagai Tabut Perjanjian yaitu Tanah Perjanjian yang berada di sorga;

Ketujuh hal tersebut adalah Bayangan dari Kemah Suci.

Sebenarnya apa yang ada pada Hukum Taurat itu   ádalah bayanan dari sesungguhnya. Bait Allah dan Kemah Suci  adalah bayangan dari Bait Suci yang sesungguhnya. Jadi jangan meremehkan tubuh kita karena tubuh kita  adalah Bait Suci yang sesungguhnya.

Dalam 1 Tesalonika, Pasal 2 ayat 7-10 berkata:

”dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diriNya bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya dalam kuasaNya didalam api yang menyala-nyala dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalankan hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari Kemuliaan kekuatanNya. Apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudusNya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai”

Hukum Taurat adalah Kiasan Kebenaran

Ulangan pasal 10 ayat 14:

”Sesungguhnya Tuhan Allahmyu yang empunya  langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit dan bumi dengan segala isinya”.

Allah mencipta dari segalanya dalam penciptaannya, bahwa ketiga keberadaan Allah berperan   sebagai berikut:

1.     Bapa adalah Perancang

2.     Anak adalah Pelaksana

3.     Roh Kudus adalah membantu pekerjaan Anak dan Bapa

Ibrani Pasal 1 ayat 2 berbunyi:

”maka pada zaman akhir ini, Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anaknya yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada . Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta”.

Yohanes 1 ayat 3 berbiunyi:

”Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak da satupun yang tidak jadi dari segala yang telah dijadikan”

Ini berarti Anak melakukan   segalanya, tanpa Anak tidak ada sesuatupun yang telah diciptakan. Jadi Anak adalah Pelaksana, Roh Kudus membantu semua pekerjaan Anak yang telah dirancang oleh Bapa. Demikianlah proses penciptaan itu.

Demikian  juga halnya dengan Keselamatan Manusia. Rancangan awal ditentukan oleh Bapa, lalu Anak melakanakan sesuatu yang dirancang oleh Bapa. Dalam kehidupan di dunia ini Yesus ditolong oleh Roh Kudus (Yesus di kandung oleh Roh Kudus) dan memulai pelayannya setelah menerima Roh Kudus. Jadi Keselamatan Manusia bukanlah kehendak Anaknya saja tetapi juga kehendak Bapa di sorga.

TAURAT DAN INJIL.

Kesimpulan dari Hukum Taurat adalah: ”tidak da yang benar, seorangpun tidak”

Berarti Hukum Taurat menyatakan dosa manusia. Nabi-nabi berseru bahwa perlu datang orang benar yang bukan berasal dari dunia ini, tetapi dari atas. Lalu para Nabi mempersiapkan diri untuk menyambut dan menyiapkan jalan kedatangan Orang Benar itu dan Orang Benar itu pun sudah datang yang namanya Yesus Kristus.

Apabila Hukum Taurat menyatakan dosa manusia, Nabi-nabi berseru bahwa perlu datang Orang Benar yang bukan berasal dri dunia ini, tetapi berasal dari atas. Lalu para Nabi mempersiapkan diri untuk menyambut dan menyiapkan jalan Kedatangan Orang Benar itu dan Ia pun telah datang yang namanya Yesus Kristus.

Apabila hukum Tyaurat tidak menyatakan dosa manusia, maka tidaklah diperlukan Kedatangan Orang Benar itu karena tidak ada gunanya. Kedatangan Yesus Kritus ke dunia ini menjadi berguna sebab manusia telah mengetahui dosanya melalui Hukum Taurat.

Jadi fungsi Injil adalah melalui pengorbanan Yesus yang menyatakan Kebenaran Allah sehingga Orang yang menerima Injil memperoleh Hidup. Kita telah mengetahui sekarang bahwa fungsi Injil adalah ”Orang Benar Hidup karena Iman”.

Jadi Kebenaran Allah ada 3 jenis yaitu:

1.     Untuk ANAK yaitu Kehendak Allah untuk menguduskan Anak di sebelah kanan Bapa menjadikan seorang Ahli Waris

2.     Untuk NAMA ALLAH yaitu kehendak Allah untuk menguduskan Nama Allah dengan memusnahkan musuh yaitu Satan (Iblis)

3.     Untuk MANUSIA yaitu kehendak Allah untuk manusia yaitu Percaya kepada Anak diberinya Anugerah Keselamatan.

Akan tetapi untuk kepentingan Manusia ditunda terlebih dahulu sampai kedatangan untuk ANAK dan NAMA ALLAH diselesaikan terlebih dahulu, karena kepentingan ANAK dan NAMA ALLAH diutamakan lebih dahulu, baru untuk kepentingan MANUSIA karena:

a.  Injil belum dapat diberitakan sebelum Yesus Kristus duduk di sebelah Kanan Allah Bapa di sorga untuk dimuliakan. Setelah pekerjaan ANAK selesai di bumi, barulah Roh Kudus dicurahkan dan Injil baru dapat diijinkan untuk diberitakan keseluruh dunia. Jadi tanpa Roh Kudus mustahil orang dapat menerim Injil.

Yohannes 7 ayat 39 berbunyi: ” Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya sebab Roh itu belum datang karena Yesus belum dimuliakan.

Ayat ini menunjukkan bahwa kepentingan manusia ditunda lebih dahulu sampai Yesus Kristus dimuliakan. Tak seorangpun mengaku Yesus Kristus dalah Juruelamat, jika tidak oleh Roh Kudus.

Sebelum Roh Kudus dicurahkan, Yesus melarang Namanya diberitakan. Hal tersebut dicatat oleh Markus 8 ayat 29-30 yang berbunyi:

”Ia bertanya kepada mereka: tetapi apa katamu, siapakah Aku ini,,?, maka jawab Petrus; Engkau adalah Mesias..! Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya jangan memberitahukan kepada siapapun  tentang Dia”.

Matius 16 ayat 20 berbunyi: ”Lalu Yesus melarang murid-muridnya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias”.

Larangan Yesus tersebut untuk memberitahukan bahwa Ia Mesias menunjukkan bahwa Keselamatan untuk Manusia ditunda lebih dahulu karena tempat bagi manusia di sorga belum disediakan sebab Yesus sendiri belum duduk disebelah kanan Bapa (masih berada di bumi).

b.    Tempat Bagi Manusia yang percaya kepadaNya belum disediakan, tetapi setelah Dia naik ke sorga barulah Dia menyediakan tempat bagi kita manusia. Jadi Kedatangan Kristus ke dunia ini hanya semata-mata untuk keselamatan manusia saja, pasti tempat bagi kita telah tersedia di sorga sebelum Yesus datang.

Yohanes 14 ayat 1 -3 berbunyi: ” Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percaya juga kepadaKu. Dirumah Bapaku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian tentu Aku mengatakan kepadamu. Sebab Aku pergi kesitu untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila aku telah pergi kesitu dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali  dan membawa kamu ke tempatKu supaya ditempat dimana Aku berada kamupun berada”

Tuhan Yesus menjadi Pembela bagi Manusia setelah Ia mati, bangkit dan duduk disebelah kanan Allah. Ia hanya membela kita orang yang percaya kepadaNya.

Ini dikatakanNya dalam Roma 8 ayat 34:

”Kristus Yesus yang telah mati bahkan lebih lagi yang telah bangkit yang juga duduk disebelah kanan Allah yang malah menjadi Pembela bagi kita. Yesus menggenapkan hukum taurat dengan memperioritaskan kepentingan Allah terlebih dahulu barulah kepentingan Manusia.

Ia juga mengajarkan kepada kita Manusia untuk berdoa:

”Dikuduskanlah namaMu, datanglah kerajaanMu kemudian jadilah KehendakMu di bumi seperti di sorga.” Kehendak Bapa di bumi adalah Keselamatan Manusia.

Jadi kepentingan Allah harus diutamakan yaitu Menguduskan NamaNya dan menjadikan Yesus Kristus sebagai Raja. Karena telah selesainya kehendak Nama Allah, maka Injil harus diberitakan dengan sungguh-sungguh keseluruh dunia supaya kehendak Allah dibumi terjadi seperti kehendak Allah di Sorga.

c.     Kehendak Allah adalah hal yang paling menyenangkan hati Allah sebab sifat dari kehendak Allah adalah mendatangkan kehidupan.

Kehendak Allah yang pertama adalah Anak. ”Barang siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup, sedang yang paling menyakiti hati Allah adalah Dosa. Sebab sifat dosa adalah mendatangkan Maut. Satu saja kita melalukan dosa, maka kita akan mendapat maut.

Kehendak Allah yang Kedua adalah untuk Nama Allah, sebab Nama Allah sangat penting bagi Allah. Tidak ada hal lain yang dikatakan Besar oleh Allah selain NamaNya.

Nabi Yehezkiel mencatat dalam Pasal 36 ayat 22-23 yang berbunyi:

” Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel. Beginilah firman Tuhan Allah. Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena NAMAKU yang Kudus yang kamu najiskan ditengah-tengah bangsa-bangsa, dimana kamu datang, Aku akan menguduskan NAMAKU yang Besar yang sudah dinajiskan ditengah-tengah bangsa dan yang telah kamu najiskan ditengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, demikianlah firman  Tuhan Allah, manakala Aku menunjukkan kekudusanKu kepadamu dihadapan bangsa-bangsa”.

Bagi kita manusia, NAMA ALLAH sangat penting karena nama inilah yang dapat menyelamatkan manusia. Kita perlu memberitahukan NAMA YESUS karena YESUS adalah Nama BAPA, Nama ANAK dan Nama ROH KUDUS. Yesus adalah Nama BAPA yang diberikannya kepada ANAK MANUSIA. Jadi untuk Anak dan untuk Nama Allah adalah Kepentingan ALLAH.

Jadi, kepentingan Allah harus diutamakan. Janganlah Manusia berfikir bahwa semua ini hanyalah untuk manusia saja, sebab sorga dan dunia diciptakan adalah untuk kepentingan Allah sendiri. Sesudah kepentingan Allah selesai barulah kepentingan Manusia dikerjakan.

Alkitab menjelaskan kepada kita  :

1.     Untuk Anak:

Ibrani 1:2 berbunyi: ”maka pada zaman akhir ini, Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya yang telah Ia tetapkan sebagai yang  berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta”.

2.     Untuk Nama Allah:

1 Yohanes 3 ayat 8: ” Barang siapa tetap  berbuat dosa, berasal dari iblis sebab iblis berbuat dosa dari  mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan  diriNya yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbutan iblis itu”.

3.     Untuk Manusia:

Yohanes 3:16 ” Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Jadi yang paling utama dari seluruh isi Alkitab adalah Ibrani 1 ayat 2 karena kepada Anak diberikan Nama Bapa dan kepada Anak juga diberikan Manusia. Jadi seluruh yang ada ini adalah untuk ANAK.

Itulah sebabnya Yohanes mencatat dalam Pasal 17, dan kita mengutip ayat 2 dan 6 saja yaitu:

”Sama seperti Engkau telah memberikan KepadaNya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepadaNya. Aku telah menyatakan NamaMu kepada semua orang yang Engkau berikan kepadaKu dari dunia. Mereka itu milikMu dan Engkau telah memberikan mereka kepadaKu dan mereka telah menurut firmanMu”.

YAHWE adalah NAMA ALLAH ISRAEL.

Yahwe atau Yahova adalah Nama Allah didalam Hukum Taurat. Nama itu populer hanya pada bangsa Israel saja, sedangkan Nama Yesus adalah Nama Allah didalam Kasih Karunia dan nama ini populer diseluruh dunia.

Mengapa Nama Allah itu berbeda pemberitaannya…? karena Yahwe atau Yehova adalah Nama Allah yang Cemburu, sedangkan Nama Yesus adalah Nama Allah yang menyelematkan umat manusia.

Didalam Kitab Musa, Keluaran 34 ayat 14 berbunyi: ” sebab janganlah engkau menyembah kepada allah lain , karena Tuhan yang namanya cemburuan adalah Allah yang Cemburu”.

Sedang dalam Matius 1 ayat 21 berbunyi: ”Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan Menyelamatkan umatnya dari dosa mereka”.

Jika kita buka Alkitab Perjanjian Lama (PL), maka akan kita jumpai nama Yahwe ditulis dengan huruf besar yaitu TUHAN, sebab Yahwe hanya boleh disebut satu kali saja dalam satu tahun dan itupun harus di Bait Suci dan yang menyebutkannya pun harus wakilnya saja (Imam Besar). Tetapi Nama Yesus setiap orang berdosa boleh memanggilNya, semakin sering kita memanggil Nama Yesus, maka semakin kuatlah kita dalam kehidupan kita.

Nama Yahwe disebut karena orang Israel takut menyebut nama itu. Kita sekarang telah mengetahui bahwa dalam PL, tidak terdapat Nama Yesus sehingga PL tidak disebut INJIL. Jadi jelaslah sekarang  jika kita memanggil Yahwe atau Yehova atau Jawoba atau nama lain, maka menjadi HAMBA seperti bangsa Israel, sebab sifat dari Hamba adalah Cenderung untuk menjauhi Tuannya, tetapi jika kita memanggil Nama Yesus, maka kita akan menjadi anak, karena sifat dari anak adalah Cenderung untuk mendekati Bapanya, karena  jika kita memanggil nama lain atau Yahwe adalah menjadi Hamba sedangkan memanggil nama Yesus adalah menjadi anak-anak Allah.

Yohanes 17 ayat 11-12a berbunyi:

”Dan Aku tidak ada lagi didalam dunia tetapi mereka masih ada didalam dunia dan Aku datang kepadaMu ya Bapa, yang Kudus peliharalah mereka dalam NamaMu yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi sama seperti Kita. Selama aku bersama-sama mereka, aku memelihara mereka dalam NamaMu yaitu NamaMu yang telah Engku berikan kepadaKu”.

Taurat dan Sabat.

Peraturan untuk hai sabat tertulis dalam Hukum Taurat. Inti dari Sabat adalah untuk mengingat sang Pencipta.

Kitab Kejadian 2 ayat 1-3 berbunyi:

”Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu, lalu Allah memberikan hari ketujuh itu dan menyelesaikannya karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatnya itu.

Kitab Keluaran 20 ayat 8-11 berbunyi : ”Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat, enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari sabat TUHAN Allahmu, Jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau hambamu laki-laki atau hambamu. TUHAN menjadikan langit dan bumi laut dan segala isinya dan Ia berhenti pada hari ketujuh. Inilah sebabnya TUHAN memberikan hari sabat dan mengukuduskannya.

Hari sabat diberikan supaya manusia mengingat Sang Pencipta. Iman pada Perjanjian Lama melalui Penciptaan yaitu Mengenal Penciptanya karena hari sabat penting. Siapa yang mengindahkan hari sabat berarti mengindahkan penciptaNya.

Pada Perjanjian Lama seseorang  di nilai beriman jika mengindahkan hari sabat. Sekarang kita dapat membedakan Orang beriman pada hari Minggu yaitu hari Peringatan Kebangkitan (Paskah) Tuhan Yesus. Jika seseorang pergi ke Gereja pada hari Minggu, berarti mempunyai Iman kepada Yesus Kristus, tetapi jika ia tidak pergi ke gereja pada hari Minggu, maka kita dapat mengatakan orang itu tidak beriman kepada Yesus. Jadi beribadah ke Gereja pada hari Minggu adalah Penting.

Arti dari hari sabat dan hari Minggu berbeda. Sabat adalah hari terakhir dimana Allah berhenti mencipta. Hari sabat diberikan untuk mengenal Allah sebagai pencipta.

Hari Minggu adalah hari pertama. Pada hari pertama kita mengingat tentang Kebangkitan Tuhan Yesus. Yesus bangkit bukan hari sabat, tetapi hari Minggu. Pada hari Minggu kita mengingat tentang Juruselamat kita yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Yang perlu kita perhatikan disini adalah baik hari sabat maupun hari minggu, tidak menguduskan kita, tetapi Darah Yesus yang dapat menguduskan kita atau menyucikan kita. Yesus tidak menentang hari sabat tetapi Yesus adalah Kegenapan hari sabat dan Yesus adalah Tuhan atas hari sabat.

Matius 13 : 8 berbunyi:

”Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat”.

Pernyataan akan hari sabat akan berhenti, tetapi Yesus adalah Selamanya. Marilah kita lihat pada Alkitab tentang hari Minggu yaitu hari pertama.

Kisah Para Rasul 20:7 berbunyi:

”Pada hari pertama dalam Minggu itu ketika kami berkumpul untuk memecah-mecah roti, Paulus berbicara dan saudara-saudara disitu, karena ia bermaksud untuk  berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu  berlangsung sampai tengah malam”.

Pada hari Minggu juga Rasul Paulus mengadakan Perjamuan Kudus serta memerintahkan pengumpulan persembahan.

1 Korintus 16:2 berbunyi: “ Pada hari pertama tiap-tiap Minggu hendaklah  masing-masing sesuai dengan apa yang kamu peroleh menyisihkan sesuatu dan menyimpannya dirumah supaya jangan perngumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang”

Jadi hari Minggu adalah hari Pernyataan Kebangkitan Tuhan  Yesus dan hari Peringatan turunnya Roh Kudus. Sebenarnya hari sabat diadakan adalah untuk Kepentingan Manusia.

Matius 2:27-28 berbunyi: “ Lalu kata Yesus kepada mereka Hari sabat diadakan untuk Manusia dan bukan Manusia untuk hari sabat. Jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.

Hari sabat ini sebenarnya adalah bayangan dari Yesus Kristus. Tuhan Yesus adalah Tuhan atas hari sabat. Pada hari sabat orang-orang menantikan Yesus  yaitu Tuhan atas hari sabat. Jadi hakekat dari sabat adalah Yesus.

Dalam kitab Musa, Taurat sudah keras mengatur kehidupan manusia, namun dengan adanya TALMUT (Tafsiran Ahli Taurat), maka larangan bertambah lagi sehingga menjadi semakin keras.

Tetapi harus diingat Tuhan Yesus datang ke duania dan mengatakan kepada kita, Ia akan meruntuhkan Bait Suci. Tuhan Yesus menyuruh orang mengangkut tilam pada hari sabat. Orang-orang Farisi marah, tetapi Roh Kudus berbicara, hal itu pantaslah dilakukan Yesus karena Dia adalah Tuhan atas hari Sabat.

Hukum Taurat sebenarnya melarang untuk melakukan pekerjaan  pada hari sabat, tetapi karena Yesus adalah Tuhan atas hari sabat, jadi Ia tidak melanggar hari sabat Tuhan Yesus  bahkan menyuruh murid-muridnya untuk tetap tinggal didalam ruangan (pada hari sabat sekalipun) supaya dapat menerima Roh Kudus, juga Yesus menyuruh orang lumpuh di Betesda untuk mengangkat tilam.

Perintah yang manakah yang harus kita jalankan?

Jawabnya adalah kita harus mengikuti perintah Tuhan Yesus sebab Yesus yang mempunyai hari sabat. Perintah Yesus itu lebih penting dari pada peraturan atas sabat.

Perhatikanlah ketika Yesus berdiri di Gunung bersama Musa dan Elia. Bapa mengatakan kepada Yesus.  Inilah AnakKu yang Kukasihi, dengarkanlah Dia. Jadi perkataan Yesuslah Kebenaran yang  harus ditaati.

Kita sekarang harus menguduskan hari Minggu karena hari Minggu adalah hari Peringatan tentang Tuhan Yesus dan turunnya Roh Kadus. Pada hari Minggu kita harus melakukan hal-hal yang dapat membaca Alkitab, mengunjugi orang sakit dan lain sebagainya. Pekerjaan apapun yang dilakukan yang bukan untuk Tuhan harus dihentikan. Jika kita menguduskan hari Minggu, maka kita akan banyak berkat rohani dan rohani kita akan maju pesat.

Enam hari lamanya bekerja untuk hari-hari duniawi, lalu di hari Minggu kita berhenti untuk menguduskan hari Minggu dan pergi beribadah kepada Tuhan dan berkumpul dengan orang-orang percaya, sehingga semuanya harus dihentikan.

Yesaya 58 ayat 13 berbunyi:

“ Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum sabat dan tidak melakukan urusan hari sabat  hari kenikmatan dan hari kudus Tuhan hari yang mulia, maka apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segara acaramu dan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong”.

Sebelum Yesus datang ke dunia ini, memang hari sabat mempunyai arti penting tetapi setelah Yesus datang maka Yesuslah yang terpenting, bukan hari sabatnya.  Haleluyah

Syalam Sejahtera bagimu !

Dari Saudaramu yang tak akan pernah mati. Amin.

Cetakan ke 4  Jakarta 30 April 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s