PEKA AKAN ROH ALLAH

YESUS BERKATA: ”KAMU SESAT SEBAB KAMU TIDAK MENGERTI KITAB SUCI MAUPUN KUASA TUHAN”

Mengapa Yesus sampai berkata demikian kepada kita sebagaimana judul diatas?. Ini sangat penting bagi kita khususnya bagi orang-orang percaya? Pada hal kita sudah percaya kepada Yesus bahwa Ia adalah Tuhan dan Juruselamat Manusia?. Marilah kita pelajari dengan benar atas bimbingan Roh Kudus, sebab tanpa bimbingan Roh Kudus, Firman itu tidak akan disingkanNya kepada kita. Oleh karena itu marilah kita koreksi diri kita masing-masing. Itulah sebabnya kita tidak akan pernah mengerti, memahami apa yang dikatakan Yesus itu kepada semua umat manusia, dan selama itupula kita tidak akan pernah menjadi seorang Kristen yang militan artinya murid Yesus yang sebenarnya, sebab banyak orang kristen hanya ikut Yesus, percaya Yesus, bersama Yesus tetapi bukan murid Yesus yang sesungguhnya. Itulah sebabnya Yesus berkata: Kamu Sesat sebab Kamu Tidak Mengerti Kitab Suci Maupun Kuasa Tuhan artinya Tidak Peka akan Roh Kudus. Mari kita kaji dan renungkan ilustrasi dibawah ini. Gerhana Matahari adalah suatu peristiwa dimana Bulan menutupi Matahari pada waktu tertentu saja dan matahari tersebut sama sekali tidak kelihatan apalagi pada siang hari dimana sedikit-demi sedikit Bulan yang begitu kecil dapat menutupi Matahari sampai Total (Gelap). Peristiwa ini adalah suatu peristiwa yang ajaib apabila kita saksikan. Suatu keajaiban yang tidak dapat dibantah oleh Manusia bahwa Bulan yang begitu Kecil yang sebenarnya fungsinya adalah sebagai Refektor, namun dapat merefleksikan terang itu dan bahkan secara total menutupi Matahari yang begitu besarnya, sehingga mata kitapun tidak dapat melihat sama sekali terang itu. Ini adalah REALITA. Tuhan adalah Sumber Terang itu, sedangkan kita adalah anak-anakNya yang fungsinya sebagai Reflektor. Tetapi anehnya kita sering kali menutupi Terang itu bahkan sama sekali menutupinya Teran itu secara total, yang seharusnya kita wajjb menyalurkan Terang itu. Pertanyaan kita adalah Mengapa kita sampai dapat menutupi Terang itu?. Jika kita tinjau dari sudut Agama, sebenarnya kita sudah melakukan apa yang terbaik dihadapan Manusia dan bahkan dihadapan Tuhan, misalnya, kita sudah berdoa, bergereja, bersosial, membaca Alkitab, memberikan persembahan ke gereja bahkan berpuasa, dimana semua itu bertujuan untuk kebaikan kita dihadapan Manusia maupun dihadapan Tuhan, sebelum kita dipanggil Tuhan ke rumah Bapa di surga. Tetapi anehnya pada saat-saat tertentu, Manusia yang tadinya sudah berbuat baik itu, bisa menutupi Terang itu secara total alias Gelap sama sekali? Mengapa bisa terjadi dalam hidup kita seperti itu? Dengan pikiran dan akal budi yang diberikan Tuhan kepada kita, bahwa kitapun wajib untuk mengkajinya bagaimanakah kehendak Tuhan yang sesungguhnya agar kita layak dihadapanNya?, karena menurut kita sendiri bahwa apa yang telah kita perbuat semasa di bumi ini sudah layak dihadapan Tuhan karena Tuhan itu Baik. Bagaimanakah sesungguhnya menjadi seorang Kristen yang baik dan benar dan militan dihadapan Tuhan, apakah semuanya yang kita lakukan itu sudah cukup dan benar?.Untuk itu kita perlu belajar bagaimana tingkah laku rohani manusia dari zaman ke zaman sampai dengan zaman Sekarang? Sebagai orang percaya bagi yang Belum Faham, Bagaimanakah sebenarnya tingkah laku rohani yang dikehendaki oleh Tuhan agar berkenaan kepadaNya? Marilah kita lihat sebagai berikut: 1. Zaman Abraham. Injil Yohanes pada Pasal 8: ayat 56 dan 58 sebagai berikut: “Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hariKu dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku sudah ada”. Ucapan Yesus tersebut, dapatlah kita pastikan bahwa imannya Abraham, adalah kepada Tuhan Yesus Kristus yaitu Tuhan yang disembah oleh Ishak, Yakub dan Tuhan yang kita sembah didalam Nama Yesus Kristus, sehingga Abraham dikatakan Bapak Orang Beriman. Ingat dan penting. Abraham menyembah kepada satu Tuhan yaitu Yesus Kristus. Jangan bingung, walaupun Abraham jauh sebelum Yesus lahir. Jika kita perhatikan riwayat Abraham ternyata tingkah rohani Abraham adalah seorang penyembah berhala, dan tidak ada yang menonjol. Tetapi perlu dicatat: Tuhan memanggil Abraham keluar dari Urkasdim, dan ia memfokuskan penyembahannya kepada Allah yang hidup yang sebelumnya dia menyembah berhala. (Kejadian 12:6, Kej:18:9) 2. Zaman Yakub Pada zaman Yakub bahwa tingka laku rohaninya juga sama dengan Abraham ia mengambil istri yang bernama LEA dan RAHEL. Mereka adalah anak perempuan dari paman LABAN yaitu dari keluarga penyembah berhala (Patung dewa-dewa). Kejadian 31:19-32). Jadi tingkah laku rohani mereka ternyata biasa-biasa saja dan tidak ada yang menonjol. 3. Zaman Yusuf Yusuf adalah anak Yakub dari istrinya Rahel. Ia menikah dengan seorang perempuan yaitu anak seorang Imam dari Dewi Mesir di On yang bernama Asna, anak Potifera (Kejadian 41:45). Kita tahu bahwa Yusuf adalah percaya kepada Tuhan yang hidup yaitu Tuhan yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub yang juga kita sembah dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, tapi dia mengambil isteri dari penyembah berhala. 4. Zaman Musa. Pada zaman Musa, tingkah laku rohani sudah ada perubahan ketika mereka keluar dari Mesir. Mereka sebenarnya telah melakukan penyembahan kepada Tuhan yang benar, tetapi cara mereka yang tidak benar sebab mereka menyembah Tuhan dengan cara menggunakan anak lembu dari emas. Jadi mereka seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan (kafir) seperti nenek moyang mereka waktu tinggal di Mesir yaitu yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. 5. Zaman Para Nabi Pada zaman para Nabi, tingkah laku rohani dalam penyembahan kepada Tuhan yang hidup sudah banyak perubahan dan tata cara penyembahan sudah betul, tetapi hatinya tidak betul, dimana Tuhan berkata dalam Firmannya : Mereka memuja Aku hanya dengan mulutnya saja, tetapi Hatinya jauh dari padaKu”. Ternyata sampai zaman sekarang ini, masih banyak manusia yang tingkah laku rohaninya seperti ini, padahal zamannya sudah zaman Anugerah . Bahkan orang-orang Kristen sendiri banyak seperti ini. Mengapa demikian? Dan tingkah laku rohani yang bagaimana sebenarnya yang dikehendaki Allah? Apakah tata ara ibadatnya,atau penyembahannya?. Ternyata semuanya itu tidak dikehendaki Tuhan. Pada zaman para Nabi hanya Hatinurani saja yang dikehendaki Tuhan.(Baca 1 Samuel dan Habakuk). Jadi yang dikehendaki Tuhan adalah melakukan Keadilan, Hidup dalam Kebenaran, Jalan yang tulus kepadaNya. Nabi Yesaya mengatakan: Tuhan bersemayam ditempat yang Maha Tinggi, Dia rela hadir didalam hati orang yang remuk. Jadi pada zaman para Nabi tidak ada lagi Tata Cara Penyembahan kepada Tuhan, yang ada adalah: Bagaimana menyenangkan hati Tuhan. Hati yang hancur itulah yang dipersembahankan kepada Tuhan, diluar itu tidak. Dengan demikian apakah persembahan itu sudah dianggap cukup? 6. Zaman Kristus. Pada zaman Yesus tenyata, Ia merangkul semua tingkah laku rohani manusia dalam penyembahan kepadaNya yaitu dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menjadi SATU. Lukas 21:3-4: “ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya bahkan dia memberi seluruh nafkahnya. Kamu boleh memberi persembahan, tetapi berilah persembahan seperti janda yang miskin itu yang memberi didalam kemiskinannya (Markus 12:41-44) Yesus mengatakan kepada orang-orang Farisi, Ia berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit, Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa”. Ucapan Yesus itu dikemukakannya kepada orang-orang pemungut cukai karena mereka juga orang berdosa, Yesus mengasihi mereka. Itulah sebabnya Yesus berkata kepada orang Ahli Taurat dan Farisi yang selalu ingin mencobainya karena mereka suka berdoa dipinggir-pingir jalan “Kamu boleh berdoa, tetapi jangan berdoa seperti orang Farisi tetapi berdoalah dengan hati yang hancur seperti orang-orang pemungut cukai itu”. Yesus merangkul semua tingkah laku rohani PL +PB, sebab Yesus sendiri juga melakukan tingkah laku rohani: • Ia Pergi beribadat pada hari sabat • Ia membaca Alkitab dan mengajar • Ia juga menyanyi; • Ia juga memberikan persembahan. Jadi, jika betul-betul kita perhatikan, ternyata tingkah laku rohani dari zaman ke zaman sebenarnya cukup unik dan menarik, Namur persoalannya adalah apakah semuanya itu berkenaan kepada Tuhan? Ini yang penting. 7. Zaman Rasul-Rasul Pada zaman ini, ternyata dengan hadirnya Roh Kudus, bahwa Hatinurani yang baikpun tak cukup untuk percaya kepada Tuhan, hati yang hancur pun tidak, hati yang tulus pun tidak. Jadi apa yang dikehendaki oleh Tuhan. mengapa demikian? Ternyata HANYA ROH YANG SUDAH DILAHIR BARUKAN SAJA YANG DIPERKENANKANNYA, DILUAR ITU TIDAK. Yohanes 3: 5-8b berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu. Kamu harus dilahirkan kembali. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh”. Perhatikanlah ucapan Yesus sendiri, sebab banyak yang hatinya tulus, baik karena dibesarkan dari keluarganya, mengasihi sesamanya, tetapi semuanya bukan karena pekerjaan Roh Kudus, tetapi semuanya yang dilakukan manusia itu karena pekerjaan insani saja., walaupun itu Baik, Namun tidak satupun berkenaan kepada Allah. Dengan demikian, apa sebenarnya yang diperkenaankan oleh Tuhan? Jawabnya. ”Hanya orang yang dilahirkan Kembali Saja yang berkenaan kepadaNya” Titik. Kita sekarang sudah mengetahuinya bahwa dengan Hadirnya Roh Kudus, maka telah ada SATU PEMISAHAN SECARA KHUSUS, artinya Tidak boleh dicampur adukkan. Dapat kita buktikan dalam Kejadian 25:29-34. ”Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. Kata Esau kepada Yakub ”Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu karena aku lelah. Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. Tetapi kata Yakub ”Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu. Sahut Esau ” sebentar lagi aku akan mati: apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?. Kata Yakub bersumpahlah dahulu kepadaku : ”Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijuallnyalah hak kesulungannya kepadanya. Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau. Ia makan dan minum lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulangannya. Tuhan membenci Esau dan mengasihi Yakub . Pertanyaan kita adalah mengapa Tuhan melakukan seperti itu? Bukankah Esau seorang yang taat dihadapan kedua orang tuanya (Ishak dan Rebeca) dan suka memberi ampun kepada orang lain? Walaupun ia marah kepada adiknya Yakub, tapi Esau melupakan semua kesalahan orang lain kepadanya. Jadi kenapa Tuhan membenci Esau? Jawabanya adalah karena Esau menolak Anugerah Allah hanya karena Semangkok Kang Merah saja sebab Esau Rela menjual Hak Kesulungannya kepada Yakub: Apa gunanya Hak Kesulungan bagiku, sebab yang penting bagiku cukup hanya semangkok kacang merah” enggak gua pikirin yang begitu-gituan Gua lagi lapar nih. Permasalahannya adalah karena semangkok kacang merah, Esau Rela menyerahkan hak kesulungannya kepada Yakub. Jadi Esau tidak mau tahu dan tidak mau peduli terhadap Keselamatan Tuhan, Esau menganggap enteng atau sepele pekerjaan Rohani dan ini biasanya banyak orang tua seperti ini, tidak pernah mengajarkan kepada anak anaknya tentang kerohanian dengan alasan sibuk di dunia pekerjaan insani. Jika Natal baru sibuk, tapi jika Jumat Agung dan Paskah, sibuk ke luar kota dan ke luar negeri dsb. Padahal dalam pengakuan iman Rasuli, kita selalu mengucapkannya setiap minggu. Eh. Rupanya dimulut saja. ”Mereka memuja Aku hanya dengan mulutnya saja, tetapi HATInya jauh dari padaKU”. Itulah sebabnya Tuhan mengatakan: Aku mengasihi Yakub dan membenci Esau . Perlajarilah tingkah laku rohani Yakub, dia adalah seorang pembohong, dan tidak baik kepada orangtuanya. Demikian juga Raja Saul (1 Samuel 13: 9-13) Kesalahan Saul hanya sedikit saja yang sebenarnya tak perlu diperhitungkan, dia adalah Raja Pertama di Israel yang dilantik oleh Tuhan melalui Nabi Samuel. Tapi apa yang terjadi baginya. Raja Saul tidak sabar menantikan kedatangan Nabi Samuel pada waktu yang telah ditentukan, dimana Raja Saul mendahului Rencana yang telah dibuat oleh Nabi Samuel untuk melakukan persembahan kepada Tuhan, namun Saul mendahuluinya. Oleh karena kesalahan yang kecil saja, Tuhan mengatakan: SAUL TIDAK TAAT, dan Daud menggantikan Raja Saul. Ketidak taatan Raja Saul jika dibandinkan dengan Raja Daud, sebenarnya tidak sebanding karena tingkah laku rohani Raja Daud lebih parah dari Raja Saul, dia adalah seorang penzinah dengan mengambil istri orang lain yaitu Batsebah dengan cara bagaimana cara membunuh suaminya dengan menyuruh agar suaminya bertempur paling depan agar cepat mati. Tetapi apa kata Tuhan kepada Daud: ”Ia (Daud) adalah Biji MataKu”. Selanjutnya jika perhatikan tingkah laku rohani berikutnya setelah ia berbuat dosa, Daud sangat dekat sekali dengan Tuhan , karena Daud tahu hanya Tuhan sajalah yang memberikan pengampunan, tidak ada yang lain. Daud selalu meminta ampun kepada Tuhan, dia mau mengaku dosa dan kesalahannya dihadapan TuhanNya (1Yohanes 1:8-9 baca Alkitab) dan pekerjaan yang dilakukannya adalah Pekerjaan Roh Kudus (Baca Mazmur 51:1-21) dan Pengakuan dosa ini, diluar Kemampuan Manusia. Agar kita sungguh-sungguh menjadi Terang, kita tidak perlu Belajar dan mencontoh orang lain, agar bertingkah laku menjadi Baik atau orang lain menjadi senang dan Kagum kepada Kita. Kesaksian kita hanya dapat bermanfaat dan bermakna, jika Roh Kudus ada didalam hati setiap orang yang percaya sehingga secara otomatis kita memiliki KUASA, karena telah menjadi anak-anak Tuhan. (Yohanes 1:12) Dengan demikian: HANYA ORANG YANG DIPENUHI ROH KUDUS SAJA YANG DIPAKAI TUHAN SEHINGGA ORANG DAPAT PERCAYA DAN DATANG KEPADA KRISTUS.”SELAIN ITU TIDAK” Jadi, apakah orang yang dipenuhi Roh Kudus, memiliki tingkah laku rohani selalu baik? Jawabnya adalah Ya dan Amin., tetapi harus diingat, tingkah laku rohaninya berbeda-beda sesuai levelnya dan struktur kehidupannya. Ketika saya mengikuti Seminar selama 7 hari bertutur-turut di Istana Olah Raga Senayan pada tahun 1996 dengan Judul: ”Jadilah Terang” yang dihadiri 1000 orang pendeta yang berlatar belakang Sth, dari bermacam-macam denominasi dibawah naungan PGI, Penulis yang tidak berlatar belakang STh dan bukan seorang Pendeta, tetapi diperkenankan memasuki acara Seminar tersebut, yang seharusnya tidak memenuhi syarat akademik ke pendetaan, namun karena adanya kerinduan yang dalam untuk mengikuti seminar tersebut, penulis diperbolehkan sebagai peserta seminar, sehingga panitia menganggap penulis dianggap mampu dalam menyimak dan memahami secara Theologis kebenaran firman Tuhan. Itulah sebabnya penulis sampai saat ini, walaupun bukan seorang Pendeta/STh, dapat menyampaikan tulisan-tulisan baik praktis maupun theologis kebenaran firman Allah. (lihat http#www.pitermarkus.wordpress.com. Google: Simanjuntak Piter Markus) 1. Dibawah ini secara singkat hasil seminar yang dibawakan oleh DR. Pdt Susabdo,STh menyampaikan penelitian yang dilakukan oleh Fohler terhadap orang-orang yang beriman, ia memahami betul bahwa tingkah laku rohani orang-orang percaya mulai dari umur dewasa diatas 17 tahun sampai 65 tahun yang dianggap masih potensial pemahamannya akan Firman Allah di Inggris. 2. Tingkah Laku Rohani Level Nol (0), Tingkah laku rohani ini, adalah seperti anak berumur 2-4 tahun yaitu orang yang tidak mengetahui, apa sebenarnya yang dipercayainya. Jika orang tersebut ditanya dengan sungguh-sungguh tentang Iman Kristen, ia tidak mengerti dan iapun tidak mengerti mengapa dia pergi ke gereja setiap hari minggu. Ia ke gereja hanya untuk memenuhi kewajibannya sebagai orang kristen. Di Gereja dia hanya ngobrol, bermain, bertemu saudara dan teman-teman kristen, pakaian indah dan bagus untuk dilihat orang dan tak pernah absen ke gereja. Pertanyaan kita adalah apakah orang tersebut orang kristen? Jawabnya dia adalah seorang yang percaya kepada Yesus sejati, tetapi yang harus kita perhatikan dan diingat adalah tingkah laku rohaninya persis seperti anak-anak berusia 2-4 tahun, karena didalam dirinya tidak ada isinya tentang pemahaman akan Firman Tuhan, Jika ia mendengar kotbah di gereja, dia cuma angguk-angguk kepala saja dan semuanya bagus dan benar. Jika ditanya salah satu ayat saja tentang Alkitab, tak satupun ia hafal apalagi mengerti maksudnya?. Biasanya orang seperti ini, akan menjawabnya dengan kata lain: aku kan bukan Pendeta, dan semua kan sudah tertulis dalam Alkitab, yang penting bagiku, aku berbuat baik dan orang lain gak perlu bagiku. Tetapi herannya, didalam dirinya ada selalu dorongan bahwa ke Gereja itu penting dan mendengar kotbah itu penting. Soal mengerti atau tidak mengerti itu urusan masing-masing. Tuhan mengerti semuanya itu, yang penting aku percaya saja. Anehnya orang seperti ini rajin berkumpul bernyanyi bersama, bersosial. Tapi jika ada orang datang kerumahnya untuk memberikan khabar baik yang pemahamannya cukup bagus, hanya karena umurnya lebih mudah dari padanya dan sudah memiliki level 4 yakni sangat faham tentang Roh Allah, eh malah dikatakan kurang sehat mau pergi keluar ada kerjaan (kepura-puraan). Tingkah laku rohani orang seperti ini adalah dibawah umur 4 tahun, persis anak kecil sekolah taman kanak-kanak dan memang tidak ada isi Firman Allah didalam dirinya. Perhatikanlah baik-baik dan ini sangat penting bagi kita orang percaya, yaitu karena Alam (Nature). Manusia diciptakan oleh Tuhan terdiri dari tubuh, dan roh (tubuh manusia sifatnya: Fana, sedangkan roh sifatnya KEKAl. Salah satu dari tubuh ini terdiri dari otak yang sangat canggih dan luar biasa, tidak seperti binatang. Sebab binatang tidak memiliki roh yang sifatnya Kekal, akan tetapi binatang memiliki tubuh yang hidup. Manusia terdiri dari sel-sel yang begitu sangat banyak dan selalu bergerak-gerak seperti Spiral. Kumpulan Sel-sel inilah yang disebut tubuh kita atau dikatakan Mesin Hidup. Sperma Manusia adalah Sel-sel kehidupan yang mencari sel-sel telur, dan ia berenang seperti ikan, dan sel-sel inilah yang menjadi tubuh manusia yang menghasilkan Tingkah Laku Jiwa atau disebut Phisikologi Tentang Jiwa. Binatang juga memiliki Jiwa tetapi tergantung dari pada sel-selnya. Jadi sel-sel binatang sangatlah sederhana sehingga tingkah lakunya juga sederhana. Misalnya seekor Ayam pasti tingkah lakunya berbeda dengan Ikan Paus. Jika kita perhatikan tingkah laku Ikan Paus, mereka bisa bunuh diri, jika kepala Rombongan mati, tidak seperti Ayam, Itik mereka ada Kesetiaan. Jadi tingkah lakunya berbeda-beda. Bagaimana dengan manusia? Mereka bisa bercinta, tanggungjawab, bersenang-senang, ada rasa ketertarikan lain jenis, berkumpul bersama, selera makan enak dsb. Tapi harus diingat pula, semua itu sifatnya Sementara saja yaitu tingkah Laku Jiwa, akan tetapi yang Kekal adalah roh. Tuhan menciptakan roh pada saat sel-sel telur bertemu dengan sperma manusia (laki-laki bertemu dengan perempuan pada saat momentum pertama. Pada saat pembelahan sel yang pertama itu, disanalah Tuhan memberikan roh, dan roh inilah yang memberikan kehidupan yang Kekal dan roh ini tidak pernah menjadi tua. (roh tetap hidup). Jadi, anak bayi yang berada dalam kandungan ibunya, meskipun umurnya baru 1 detik lalu ia mati, maka rohnya akan mempertanggungjawabkannya di Pengadilan Kristus pada saat hari Penghakiman. Ada orang bertanya, Allah tidak adil donk? Sebab anak tersebut belum menjadi tubuh manusia atau daging, belum berfikir dan belum berdosa. Alkitab menjawab: Bayi tersebut sudah berdosa karena roh itu sangatlah Misterius sebab roh manusia tidak memakai perasaan dengan otaknya saja, meskipun ia lahir baru 1 detk dan mati, Ia telah berinteraksi dengan Roh Kudus yakni dengan memakai satu sarana yang tidak pernah diketahui dan difahami oleh Manusia. Perhatikanlah ketika Allah berbicara dengan Jeremia sebagaimana tertulis dalam Pasal I: ayat 5 ketika ia dipanggil dan diutus Tuhan. ”Sebelum Aku membentuk engkau (Jeremia) dalam rahim ibumu (belum segumpal darah dan daging), Aku sudah mengenal engkau dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi Nabi bagi bangsa-bangsa”. Jadi jangan Heran dan beranggapan bahwa roh ini merupakan suatu karya yang dikerjakan oleh otak manusia sehingga kita dapat mengatakan bahwa bayi itu tidak berinteraksi atau berbicara dengan Tuhan, walaupun ia telah mati. Hati-hati bertobatlah dan berdoalah dan minta kepada Tuhan Yesus agar dosa dan perbuatan kita dimasa lalu dipulihkan oleh Tuhan Yesus, dia Maha Pengampun bagi orang yang mengakui kesalahannya. Segera minta pengampunan semua perbuatan dimasa lalu agar menjadi Terang dihadapan Tuhan (sebutlah satu persatu agar lepas dari ikatan dosa-dosa kita) Tuhan Yesus juga mengajarkan dalam doa di Bukit agar dosa Lepaskanlah dari yang jahat. Matius 18: ayat 18. Yesus berkata: ” Aku berkata kepadamu sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” 1 Yohanes 1 ayat 8-10, berkata: ”Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada didalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firmanNya tidak ada didalam kita”. Jangan ditunda-tunda sekarang juga. Roh Kudus menolong kita. Haleluyah. Segeralah bertobat. Lepaskanlah semua didalam Nama Tuhan Yesus, jangan berbuat dosa lagi, sebab Petrus juga menyampaikan kepada kita buanglah Iri hati, Hasut, tipu muslihat, dengki, kemunafikan dan Fitnah agar jangan menjadi batu sandungan. (1 Petrus 2 ayat 1:10) buka Alkitab. Jadi, kita berbicara tentang roh, ia adalah kekal. Disinilah Banyak Manusia tidak mau peduli bahkan tidak mau mengerti dan memahami tentang roh. Matius Pasal 22: 23-33, Markus 12:17-37, Lukas 20:27-40, Yesus menjawab pertanyaan orang Ahli Taurat dan orang Saduki. ” Diantara kami ada 7 orang bersaudara, yang pertama kawin, tetapi kemudian mati dan karena ia tidak mempunyai keturunan ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya. Demikian juga yang kedua, ketiga, ke empat, dan ke tujuh dan akhirnya sesudah mereka semua mati dan perempuan itu juga mati. Berdasarkan Hukum Musa (Taurat), jika seorang mati dengan tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu”. Pertanyaan orang Saduki adalah siapakah diantara ke tujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab semua mereka telah beristerikan dia (Perempuan itu). Yesus menjawab pertanyaan orang Saduki itu dengan mencobainya: ”Kamu sesat sebab kamu tidak mengerti kitab suci maupun kuasa Tuhan”. Jadi orang Saduki itu tidak mengerti tentang kitab suci bahwa dalam Kerajaan sorga itu tidak ada soal kawin dikawinkan antara laki-laki dan perempuan dan tidak ada lagi hubungan suami isteri. Mengapa demikian? Dan bagaimana nantinya jika saya mati, isteri mati, anak mati, kakak mati, Bapak mati, ibu mati, ompung mati (kakek), didalam Kerajaan sorga apakah mereka saling mengenal? Jawabnya adalah Ya dan Amin, tetapi tidak memiliki ikatan apa-apa lagi. Jadi pembohong, jika ada orang mengatakan bahwa di Kerajaan surga itu saling bercinta dan makan enak-enak sehingga perlu beramal di bumi agar tersedia makanan di sorga. Sungguh Luar Biasa Alkitab, karena tak satupun Kita Suci Lain yang menjelaskan tentang roh. Yesus berkata, tidak ada kawin dan dikawinkan karena pada saat sangkakala dibunyikan, roh orang percaya akan dibangkitkan dan mendapat tubuh yang baru (Sempurna). Jadi, pengenalan kita atas suami istri, anak, bapak, ibu dan sebagainya adalah PENGENALAN DENGAN ROH, bukan Pengenalan dengan Mata atau Perasaan Manusia sebab dalam Kerajaan Allah semuanya telah SEMPURNA. Bacalah dalam Matius 17 ayat 1-3, Ketika Yesus naik ke Gunung ia membawa 3 orang muridnya yang bernama Petrus, Yakobus dan Yohanes. Muridnya melihat bahwa Yesus bercakap-cakap dengan Elia dan Musa. Pertanyaan kita adalah apakah murid Yesus pernah mengenal Elia dan Musa dan mengapa mereka tahu dan melihat percakapan antara Yesus dengan Elia serta Musa. Jawabnya adalah Pengenalan mereka bukanlah dengan Mata tetapi dengan roh. Roh itu sangat misiterius sekali yang membawa kita kepada Kekekalan dari seluruh tubuh kita. Demikianlah sel-sel yang ada dalam tubuh manusia yang setiap hari ada yang mati, mulai dari sel yang terkeceil sampai terbesar dan kemudian berkembang lagi dan terus menjadi baru yang pada akhirnya tubuh kita juga mati. Pada saat dibunyikan sangkakala semua tubuh yang lama dibuang dan mempunyai tubuh yang baru yaitu roh (kekal). Jadi tingkah laku rohani yang paling rendah adalah dimana orang tersebut telah memiliki IMAN, Tetapi dia tidak dapat mengerti dan memahami apa sebenarnya yang dia Imani tetapi imannya tetap ada. Tingkah laku rohani seperti ini hanya level 0 (Nol) masih seperti anak taman kanak-kanak antara umur 2-4 tahun. Jadi didalam pikirannya tidak ada pengenalannya apa-apa baik tentang doktrin Gereja, meskipun roh nya sudah diselematkan oleh Tuhan Yesus tetapi orang tersebut sebenarnya tidak mengerti apa-apa yang dia percayai secara rasional. 2. Tingkah laku rohani berdasarkan Perasaan (Level I) Pada tingkat Level ini, sudah terjadi perubahan tingkah laku rohani yang lebih tinggi yaitu seseorang percaya kepada Tuhan Yesus adalah karena kepercayaan yang diperolehnya dari kedua orang tuanya dan bukan karena kepercayaannya sendiri. Jadi orang tersebut menjadi kristen karena dari perasaan (intuisi) sebab sejak kecil dia sudah dibesarkan oleh kedua orang tuanya yakni kristen sehingga orang tersebut merasa bahwa kristen adalah agama yang paling baik baginya. Jadi tidak ada sesuatu pengenalan yang sungguh-sungguh terhadap iman yang ia yakini. Janganlah kita menganggap orang ini bukan seorang kristen, dia adalah kristen sejati. Dia sangat setia terhadap gerejanya. Misalnya jika orang tuanya terdaftar sebagai anggota Jemaat di Gereja Pantekosta, atau GKI, atau GBI, dia juga setia terhadap gerejanya, sebab menurut perasaannya hanya gereja itu saja yang dianggapnya paling baik. Atau misalnya orang tuanya di Gereja kesukuan seperti Gereja Jawa, Gereja Pasundan, Gereja HKI, HKBP,GKPI dan lainnya dia juga setia terhadap gerejanya, sebab menurut perasaannya hanya gereja itu saja yang dianggapnya paling baik. Tingkah laku rohani seperti ini adalah antara umur 4-7 tahun yang dikategorikan sebagai Level I. 3. Tingkah Laku rohani berdasarkan Kenyataan ayau Konkrit (Level 2). Pada Level ini, seseorang sudah mulai berfantasi dan mulai berfikir tentang iman, tetapi permintaannya masih sangat terbatas kepada yang konkrit-konkrit saja. Misalnya jika dia berdoa kepada Tuhan agar penyakitnya disembuhkan. Sebab orang ini tahu betul bahwa Tuhan itu baik dan tidak ada yang mustahil baginya. Orang tersebut dapat berkata apabila Tuhan tidak memberikan kesembuhan terhadap penyakit yang dialaminya, berarti Tuhan tidak mengasihinya dan Tuhan tidak adil. Jadi Tuhan benar-benar memberikan muhjijat kesembuhan penyakitnya. Orang seperti ini sebenarnya sangat luar biasa. Ia bisa berdoa dan berpuasa, ia bisa memnberikan sedekah, Tuhan menolongnya dan menyembuhkan penyakitnya. Akan tetapi tingkah laku rohaninya sebenarnya masih seperti anak-anak yang sedang menanjak remaja yaitu antara umur 8-11 tahun karena permintaannya hanya terbatas yang konkrit-konkrit saja. Jadi meskipun dia dewasa, kita tidak perlu heran dan kita jangan berfikir ia beriman seperti orang dewasa, walaupun dia hamba Tuhan atau Pendeta yang dapat menyembuhkan orang lain, tidaklah berarti levelnya sudah tinggi. Jadi doanya saja sangat konkrit, akan tetapi dia tidak dapat memahami hal-hal yang abstrak. Tingkah laku rohani orang seperti ini dikategorikan pada Level 2. 4. Tingkah laku rohani yang Kompensional (Level 3). Pada Level ini, sudah mulai memberikan apa yang dia percayai yaitu tentang hal-hal yang Abstrak, tetapi masih berorientasi kepada yang kompensional. Misalnya apa yang gereja percayai itu jugalah yang diakui. Ini adalah Anak Remaja umur 12-17 tahun sehingga orang seperti ini berkotbahnya luar biasa dan dia mengenal kebenaran serta dia tahu persis jika membangun gereja, tidak ada orang yang boleh disuap karena suap adalah dosa. Akan tetapi tidaklah berari dia menolak jika dia melihat bahwa diterima lingkungan lebih penting dari pada menerapkan atau melakukan pekerjaan Tuhan yang diyakininya. Level ini kebenaran hanya makanan di otaknya saja atau didalam pikirannya saja dan dia betul-betul belum bisa menerapkan kekuatannya, karena dia masih tergantung pada kebutuhan sosialnya. Misalnya jika semua anggota Majelis Gereja setuju untuk disuap, nanti dia tidak dipakai lagi dilingkungan gereja, sehingga dia nanti dikucilkan oleh Gereja, dan dia tidak boleh lagi berkotbah. Jadi lebih baik menurut saja. Orang seperti ini sudah mempunyai prinsip iman yang sudah dia kenal, tetapi dia tidak mungkin berani menghadapi kenyataan. Level orang ini, adalah 3. 5. Tingkah Laku Rohani yang Individuativ (bertentangan dengan keyakinan dirinya). Level yang terakhir ini, adalah tingkah laku rohani yang bertentangan dengan keyakinan dirinya. Dia berani menyandang unsur iman yang belum dia kenal, tetapi dia berani menghadapi Realita bahwa Tuhan pada saatnya akan mengasihinya. Level ini jauh dari level konpensional. Ia berani menghadapi realita bahwa dia sendiri memberikan kesempatan untuk jatuh sakit sampai tidak sembuh dan dia yakin bahwa apapun yang terjadi atas dirinya adalah karena Anugerah Tuhan saja dan dia mengerti dan memahmi betul bahwa semuanya adalah milik Tuhan. Seperti Ayub, dia menghadapi Iman yang bertentangan dengan Keyakinan dirinya. Jadi levelnya sudah sangat tinggi. Jadi jika kita perhatikan bahwa struktur kehidupan tersebut terdapat satu Keunikan dalam diri manusia antara lain: 1. Semua tingkah laku rohaninya adalah Kristen 2. Semuanya lahir baru, akan tetapi jika orang yang Levelnya 0 (nol) jika dibandingkan dengan Level lainnya, maka perbedaanya sangat luar biasa. Orang yang levelnya 0, dia berani mati untuk Kristus sehingga kita tidak bisa menyamaratakan semua orang, pada hal semuanya adalah orang Kristen dan semuanya diperkenankan oleh Allah, hanya derajatnya saja yang berbeda sebab setiap orang Levelnya akan naik hanya satu tingkat dan tidak bisa melompat-lompat. Misalnya seorang penginjil ditantang untuk melayani Tuhan di daerah terpencil. Sebenarnya dia mempunyai kharisma yang luar biasa tetapi dia bisa mengeluh atau kecewa karena didaerah tersebut cukup jauh dari kota bahkan di pedalaman, sehingga apabila dia ditempatkan di wilayah tersebut, maka dia akan stres berat. Jadi, Penginjil tersebut sebenarnya dia masih seperti anak-anak dibawah umur 4 tahun. Kesimpulannya adalah tidak semua orang kristen harus memberitakan injil karena levelnya masih dibawah. Jadi anda dan saya belum tentu orangnya bukan?. Tugas yang wajib dilakukan adalah : • Jika levelnya masih bayi Nol, tentu penginjilannya cukup berdoa saja dulu; • Jika orang tersebut levelnya agak lebih tinggi mungkin dia cukup membawa Alkitab dan meletakkannya dipingir jalan, dan orang lain tak ada yang melihatnya; • Jika orang yang lebih tinggi lagi, menginjil saudara-saudaranya saja misalnya keluarga dulu; • Orang yang lebih tinggi lagi, dia sudah berani menginjil dipinggir jalan dan orang tahu bahwa dialah yang meletakkan Alkitab itu dipinggir jalan; • Orang yang lebih tinggi lagi sudah berani face-to face dan bicara langsung kepada orang yang bukan seiman karena dalam dirinya sudah ada kuasa Roh Allah; Jadi, saat ini banyak orang kristen mencampur adukkan tingkah laku rohaninya sehingga pada zaman ini begitu banyak orang seberang yang memiliki kepercayaan lain sehingga mmbenci orang kristen karena tingkah laku rohaninya seperti orang dewasa (Level Tinggi) pada hal orang tersebut baru pada level 0 atau 1, mereka berfikir bahwa dirinya orang kristen dewasa yang sudah level 4 atau 5, sehingga mereka keluar masuk rumah sakit, kepasar-pasar ke hotel-hotel seolah-olah mereka adalah orang kristen dewasa. Caranya saja sudah menjadi batu sandungan dan bahasa mereka saja tak mempunyai kasih dan suka mengusik hamba Tuhan bahkan mengatai-ngatai orang yang tak sejalan dengan mereka. Jadi bagaimana mereka itu menginjili orang? Kita harus lebih berhati-hati karena Tuhan tidak menuntut kita menjadi Terang dalam sutu Level yang sama. Tetapi Tuhan menuntut kita agar supaya kita naik setingkat lebih tinggi sesuai dengan proses pertumbuhan rohani kita dan terus meningkat sampai mempunyai target yang suatu hari kita akan mendapat level yang tertinggi. Orang yang betul-betul melayani Tuhan dengan hebat dipakai Tuhan seharusnya dia telah mempunyai: • Kehidupannya sudah suci; • Mengenal akan Alkitab dan hidup didalam roh dan kebenaran; • Mempunyai konsep Theologi yang baik; • Kehidupan pribadinya sudah matang dan dapat dipertanggungjawabkan; • Mempunyai keluarga yang baik dan tak bercacat; • Tidak pernah menuntut akan haknya, namun melaksanakan kewajibannya didunia ini sebagai manusia biasa; Untuk itu, seseorang hamba Tuhan perlu dilakukan pengujian atau test apakah mereka memiliki kehidupan seperti diatas?. Seorang Pendeta atau hamba Tuhan bernama James Popier, dia dipakai Tuhan dengan sangat luar biasa. Anaknya bernama Merly Dunker menulis sebuah Buku dengan Judul gloria Seasons of Night. Ia menceritakan pribadi Bapaknya. Jika kita membaca buku tersebut, kita bisa menangis. Anaknya mengatakan ketika Bapaknya sedang bertugas kotbah besar di Taiwan, anaknya yang paling besar menelpon dengan kondisinya sedang sakit depresi berat. Anaknya meminta agar Bapaknya segera pulang dan ia berkata: Please come home Papa, I Need You. Orang tuanya menjawab aku tidak bisa pulang karena masih ada tugas kotbah, pada hal kotbahnya sudah selesai di Taiwan. Setelah orang tuanya menerima telpon anaknya, justru ia pergi ke negara lain yaitu ke Kamboja, pada hal tugasnya tidak ada disana dan akhirnya anaknya bunuh diri. Tiba saatnya, pulanglah orang tuanya ke Roma tempat mereka tinggal. Dipagi hari dia merasa jengkel melihat isterinya dan lalu pergi meninggalkan rumahnya sebab ia menganggap isterinya menghambat pelayanannya untuk berkotbah dan ia pergi ke satu hotel untuk menginap 3 bulan disana dan ia tidak pernah lagi pulang ke rumahnya untuk berhubungan dengan keluarganya. Pada suatu hari anak-anaknya yang lain menghubungi Bapaknya dan mengatur secara pribadi agar dapat bertemu dengan ibu mereka. Ternyata untuk menerima telpon saja, Bapaknya sudah tidak mau lagi. Pada saat hari pernikahan anaknya yang lain, Bapaknya bersedia datang menghadiri pesta pernikahan dengan catatan bahwa ibunya tidak boleh hadir dan merekapun setuju. Pada saat pertemuan dengan Bapaknya diwaktu malam, ibunya datang mendadak dan duduk bersama mereka. Begitu ibunya datang, Bapaknya langsung meninggalkan mereka dan sampai akhir kayatnya dia tidak pernah lagi bertemu dengan isterinya dan anak-anaknya. Pertanyaan kita adalah, Hamba Tuhan seperti apakah orang itu, pada hal dia adalah seorang yang dipakai Tuhan yang sangat luar bisa. Sekarang kita tahu dan harus jujur bahwa banyak hamba-hamba Tuhan yang materialistis, gila hormat, membenci isterinya, sok kuasa, memukuli isterinya dan tidak pernah berkumpul dengan keluarga untuk saat teduh dan doa bersama. Janganlah dianggap apabila kita sudah dapat berkotbah dan menarik massa, pasti orang itu adalah Level yang tinggi. Untuk itu kita harus hati-hati dan jangan salah mengerti sebab kharisma Pemberian Tuhan atas suatu Kepemimpinan tidak selalu merupakan hal yang menyatu dengan Pekerjaan Roh Kudus. Jadi jika orang tidak hati-hati, maka kita akan terjebak dan tertipu sebab banyak orang sampai setia kepada Hamba Tuhan, padahal jika setia hanya kepada Tuhan Yesus saja karena hamba Tuhan itu adalah Manusia dan tidak boleh orang setia kepada manusia. Kita harus jujur dan transparan bahwa sesungguhnya apa yang terjadi dalam hidup mu? Sekarang kita harus benar-benar menyadarinya bagaimana sebenarnya menjadi Terang?. Tuhan Yesus tidak penah menuntut orang yang diberi satu talenta menjadi 5 talenta. Jadi jika kita diberikan satu talenta, bagaimana kita bisa menjadi 2 talenta dan seterusnya. Jadi haruslah sesuai dengan kematangan dari pertumbuhan rohani kita. Itulah sebabnya dewasa ini banyak orang mengatakan bahwa Alkitab itu adalah Phisikologi sebab banyak para Ahli Filsafat pada zaman Rasionalisasi ini bermunculan karena tidak mengerti Isi Alkitab. Memang Alkitab adalah mendidik orang menjadi baik, bukankah Alkitab itu untuk mendidik manusia yang tidak baik menjadi baik?, tidak boleh saling membenci dan harus saling mengasihi?. Semuanya itu adalah benar. Jadi pada zaman ini hamba Tuhan banyak yang berfungsi seperti itu. Pendapat itu tidak lah benar, semuanya adalah tipuan iblis dan kita harus tegas menolaknya, bahwa Alkitab bukanlah Phisikologi. Kita harus melihat bahwa Theologi adalah berbicara mengenai ISINYA, bukan struktur Hidup atau Pola-pola tingkah laku manusia. Theologi adalah bagaimana cara menjiwainya, yaitu percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, Percaya Tuhan Tritunggal, Percaya bahwa Tuhan adalah Firman yang hidup. Tetapi apa yang terjadi atas kepercayaan itu? Ternyata manusia hanya menyimpan semua itu didalam pikirannya saja. Jadi belajar Theologi hanya menghafalkan saja seperti Komputer. Jika ditanya siapakah Yesus itu? Dan apakah Tritunggal itu, orang dapat saja menjawabnya dengan benar. Jika demikian orang boleh saja mengatakan bahwa Alkitab itu adalah Phisikoligi, karena semuanya hanya merupakan bagian dari otak manusia saja, dalam arti tidak akan mengubah hidupnya. Kita dapat melihat bahwa banyak orang berkata bahwa: • Aku sudah baca semua isi Alkitab • Aku sudah belajar Alkitab dengan Pendeta si A • Aku sudah percaya Yesus dan Tritunggal • Aku sudah menginjil kemana-mana. Pertanyaan kita adalah Apakah hidupnya semakin baik atau tidak? Jika tidak, maka benarlah semua apa yang dilakukannya sebab jika bicara phisikologi, itu hanya memori saja yang disimpan dalam pikirannya yang berarti tidak ada apa-apanya alias tak ada isinya. Jadi bagaimana sebenarnya iman kristen itu? • Mengapa kita percaya Yesus? • Apakah pernah melihat Yesus? • Pernahkah bertemu dengan Yesus? • Pernahkan mendegar suaraNya? • Pernahkah bicara denganNya? Apa yang dimaksud dengan percaya kepada Yesus, ini perlu dipikirkn dengan baik. Alkitab berbicara yang sangat menarik sekali. Percaya kepada Yesus bukanlah berarti manusia berbicara secara rasional yang mengatakan bahwa Tuhan lahir di bumi dan bekerja lebih 3 tahun dan mati di kayu salib serta bangkit pada hari ketiga dan naik ke surga. Semuanya itu adalah Realita. Akan tetapi sesungguhnya kita baru menjadi ada apa-apanya apabila orang itu betul-betul mengalami sendiri dalam hidupnya. Jadi, jika kita hanya menghafal saja didalam otak, kita tidak ada apa-apanya dan tidak akan mengubah hidup kita walaupun kita menangis sampai keluar air mata satu ember. Manusia ada apa-apanya dengan Yesus, jika Yesus yang mati di kayu salib harus dapat mengubah hidup seseorang dan merasakan bahwa Yesus didalam hatinya, yaitu apabila ada PENGALAMAN DENGAN DIA SECARA PRIBADI. Pengalaman yang bagaimanakah itu? Bandingkalah pengetahuan yang kita miliki dengan pengetahuan yang dimiliki Abraham, mana yang lebih banyak? Tentu pengalaman anda bukan? sebab apakah Abraham mengerti Tritunggal? Apakah dia kenal Yesus tetapi bagaimana Yesus mengatakan bahwa Iman Abraham sama dengan kita dan Abraham menanti kelahiranKu dia bersukacita akan kelahiranKu, dia Bapa orang beriman? Bagaimanakah itu semua? Secara akal manusia atau logika manusia bahwa pengetahuan Abraham dan Musa serta Para Nabi memang tidak seperti pengetahuan yang kita miliki sekarang ini. Jadi kita lebih banyak dari pada mereka. Misalnya Yesus mati dan kematiannya itu menggantikan aku, bagaimanakah kita mengerti bahwa Roh Kudus itu melahir barukan manusia dan bagaimanakah kita mengerti bahwa pengalaman kita sekarang adalah pengalaman penyucian? Jadi, Abraham dan Musa serta para Nabi tidak mengenal semua itu sebab pengalaman mereka bukanlah secara rasional, bukan konsep-konsep. Janganlah kita salah mengerti bahwa kita mengenal Yesus, Tritunggal dan sebagainya secara rasional silahkan saja, tetapi harus ada satu pengalaman didalam roh. Jadi Abraham dan kita tidak ada bedanya, roh Abraham dengan Roh Kudus mengalami pengenalan (interaksi) atau berkomunikasi. Abraham percaya penuh bahwa Tuhan mempunyai rencana Keselamatan dan nanti akan datang seorang Mesias. Bagaimanakah bisa begitu? Lihatlah dalam Kejadian 21: 10-14, Pasal 25:1-6, apa yang Abraham lakukan? Dia mengusir Hagar, Ismail dan Ketura beserta gundiknya dengan kata-kata jangan sampai mereka ikut mewarisi Anak Perjanjian dan kemudian Abraham mengusir mereka. Apakah Abraham mengerti rencana Keselamatan?. Ini adalah Pengenalan dengan ROH ALLAH sendiri. Dalam Kejadian 22, ia mendengar suara Tuhan, perintah yang disampaikan Tuhan kepadanya betentangan dengan HATINURANINYA, bertentangan dengan doktrin ajaran agamanya, bertentangan dengan doktrin keyakinannya, karena dia tahu bahwa tidak mungkin Tuhan menyuruh Abraham untuk mengorbankan anaknya ISHAK tetapi dia tahu persis bahwa suara yang berbicara kepadanya itu adalah SUARA TUHAN. Perlu kita teliti dan cek sebab kita sering menafsirkan dengan keliru bahwa Abraham itu bergumul terus tentang anaknya Ishak yang akan disembelih di Gunung Moria, ternyata Abraham tidak bergumul sama sekali karena dia tahu persis bahwa yang berbicara kepadanya adalah ROH ALLAH. Jadi pengalamannya adalah sama dengan pengalaman kita secara rohani. Jadi kita percaya sepenuhnya seperti apa yang dialami Abraham artinya sama dengan kita sekarang ini. Abraham mengalami arti SOLAGRACIA (ANUGERAH). Jika kita perhatikan kehidupan Abraham, dia dipanggil keluar dari Urkasdim dalam suatu kondisi yang sangat sulit. Oleh karena itu Tuhan berkata kepada anda: ”Sementara kamu berbuat dosa, Kristus mati untuk kamu. Jadi Kasih Tuhan tidak tergantung karena kondisi Abraham, bukan karena Abraham baik? Tetapi karena Abraham memang dipangil Allah sementara dia masih menyembah berhala. Tuhan memanggil dia dari Urkasdim dan dia menurut. Apakah Abraham mengalami pengalaman IMAN? Kejadian 15:5-6 berkata: Kondisi seperti apa Tuhan mengatakan kamu akan mempunyai keturunan dan turunanmu akan menjadi seperti bintang-bintang dilangit yang tidak terhitung jumlahnya, tanpa pikir apa-apa, PERCAYALAH ABRAHAM kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai KEBENARAN. Lalu Tuhan membenarkan Abraham. Oleh karena itu dia percaya oleh karena IMAN (SOLAVIDE). Jadi kita dengan Abraham sama sekali tidak ada perbedaan. Bagaimanakah kita menjadi Terang..? Kita menjadi terang karena kita telah diselamatkan dan Roh Kudus ada didalam diri kita, tetapi kita menjadi terang adalah sesuai dengan level masing-masing. Kita harus memancarkan cahaya kepada orang lain dan bukan sebaliknya yaitu menutupi Sumber Terang itu. Jadi meskipun orang itu dipakai Tuhan, tidaklah selalu levelnya sama karena banyak hamba-hamba Tuhan saat ini yang struktur kehidupannya sebenarnya tidaklah baik tetapi Tuhan memakai mereka. Apabila dia tidak menyadari semua itu amatlah berbahaya sekali karena hal percaya bukanlah masalah mengerti, karena hal percaya tidak akan mengubah manusia. Untuk itu perlu dilatih lebih dalam pengalaman rohani yang sungguh-sungguh, jikalau seseorang masuk didalam pengalaman rohani sebagaimana yang dialami Abraham yaitu Pengalaman Spritual yang sesungguhnya yaitu kita harus masuk seperti pengalaman yang dialami Abraham yaitu bukan secara rasional. Inilah yang terpenting bagi kita. Haleluyah. Amin.

AI MARGURU TU ANGKA HATAMI DO HO PINTORONNA MANANG UHUMONNA SOGOT

(Mateus 12:37)

Ale dongan kristen Batak tangkas do  taboto  na hapit do pargoluan ni jolma ditonga-tonga ni 2 (dua) huaso, jala naso boi atasan ni jolma.

Huaso ni Tuhan Yesus pargogo nasohatudosan dohot huaso ni si bolis. Tung so marlapatan do huaso ni saluhut manisia maralohon i. Jadi sasintongna ndang tau jolma manisia mandalani ngoluna sirang sian huaso nadua i, jala tung so adong haluaon ni jolma ianggo sian dirina. Ingkon marsigantung do jolma tu sada sian na dua i, ndang jadi marsigantung tu duansa, ai pangiburu dohot parrimas do Tuhan di halak kristen. TUHAN na patandahon diriNa marhite-hite Bibel i.(Lampiran 1)

Ale dongan sahaporseaan  dibagasan Goar ni Tuhan Yesus, on ma sa pandohan na mansai na jempek, alai mansai bolak do pangkorhonna tu ngolu ni hita jolma ganup marsada-sada. Apala Tuhan Yesus do manghatahon on, i do umbahen na mansai ringkot pahusorhusoronta songon patujolo ni bukuon edisi paduahon .

“Ai marguru tu angka hatami do ho pintoranna manang uhumonna sogot”

Ise do panguhum di saluhut jolma..?. Tuhan Yesus do i  Yesus Kristus do namangajarhon tu angka pangihutNa, jala ndang margabus Ibana. Antong manat ma hita paruarhon angka hatanta, air marguru tu hatanta do pintoranNa manang uhumonNa hita jolma.

Molo nungnga taparohahon poda ni Tuhan Yesus i boi tangkas antusannta boasa songon i sega parngoluan ni bangsonta ditingkion..?. Sada bonsir na balga di parsega ni bangso batak, mansai neang do angka natua-tuannta paruarhon hata bura-bura sian pamangan nasida be.

Sai buariapus ma ho anaha..!

Haru mate maho dilanggar motor i..!.

Botul do babi ho, anak ni biang  ho, bodat.

bodok nai tahe…?.dst

Ala ni bura-bura on, jadi adong ma dalan ni si bolis mangasungi, jala natua-tuai do diasungi si bolis, ndada ianakkon na binura nai.

Natigor roha do ianggo Tuhanta, jotjot do dioloi Tuhanta asung-asung ni si bolis, jala olo ma tarjadi songon na binurahon ni natua-tua i. Dung pinarohahon poda ni Tuhan Yesus taringot tu na paruar hata, ndang olo be ahu mandokon tu dakdanak i, Bodok maho..!, alana olo ma lam bodok dakdanak i alana nunga diasungi si bolis di jolo ni Tuhan.

Dibahen i ale dongan mansai ringkot do sundatanta angka bura-bura naung didabuhon di angka nasalpu dompak dakdanakta. Mansai mura doi ai naung diparade Tuhanta do dalam manundati angka bura-bura. Tangiang na mangihut on, tuk do manundati angka bura-bura naung madabu hian, ai marguru tu angka hatami do ho pintoranna manang uhumonna. Pasahat hamuma tangiang on tu Tuhanta Yesus parasiroha godang i:

Ale Tuhan Yesus, sipalua hami.

 Husolsoli do diringku ale Tuhan, ala adong do hudabuhon bura-bura dompak ianakkonku di angka tingki na salpu dionjarhon murukhu. Asi roham ale Tuhan di ahu, sesa ma dosa haotoonki, ai ndang huantusi hian na marpanghorhon mansai roa doi hape dompak ianakkonku, nang dompak ngolu nami na saripe.

 Mangasahon Goar ni Tuhan Yesus, husundati ma bura-bura naung madabu tu ianakkonku, ndang marlakku be bura-bura i, alai pasu-pasu ma gantina, jambar ni ianakkonki. Ndang marlakku be asung-asung ni si bolis, ai nunga gotap sude bura-bura i ala ni holong  na sian Ho.

Asi ma rohaM, ale Tuhan Yesus dame na sian Ho   jala pasu-pasuMi ma bahen ganti ni angka bura-bura naung sinundatan  Asa mangolu hami dibagasan mudarMi ale Tuhan, jala tau hasangapon ni goarMu ma saluhutna ngolu nami na saripe. Mangasahon holong ni roha ni Tuhan Yesus do martangiang ahu. Amen.

Dongan sahaporseaon. ndada holan na mamurai donganna hasalaan ni godang halak Batak, dohot do mamurai dirina sandiri. Denggan do pareso on ta be atik na hea  do haruar hata na songon on sian pamanganta.

Oto nai au on..!

Sial nai au on bah…!

Sai ripas ma au molo na hugabusi ho..!.

Angka bura-bura dompak diriniba do saluhutna i. Ingkon lam tu otona do manang tu sialna do angka na ringgas paruarhon pandohan ta, jala olo doi gabe tarjadi tu diri niba. Di tingkina molo adong ginabusan dongan niba i olo ma muse madabu bura-bura i boi ma ripas diriniba. Jadi ingkon mansai manat do hita mandokkon angka sidohononta unang binuraan diriniba.

Antong asa unang tarjadi angka bura-bura i tu diri niba ingkon do pasahat hamuna tangiang songon on, molo na hea do  hamu mamurai dirimuna sandiri ditingki na salpu: hatahon hamu ma, ai marguru tu angka hatami do ho pintoranna manang uhumonna.:

Ale Tuhan Yesus parasi roha godang.

Husolsoli do diringku, ai di bagasan haotoanku do huburai diringku sandiri. angka on ma deba na hea huhatahon di tingki naung salpu (dokkon hamu ma ragam ni hata bura-bura na boi diingot hamuna).

Asi ma rohaM ale Tuhan, sundatanku  ma bura-bura i, jala Ho na manjaga unang hona pangasungion ni si bolis diringkon, mangasahon holong ni rohaM.

Mangasahon Goar  ni Tuhan Yesus Kristus, ingkon bali do angka sangkap-sangkap ni si bolis, ruar sian ngolungku, alai angka sangkap-sangkap ni Tuhan, ima na tarjadi. Asa mangolu  ahu tau hamuliaon di Goar ni Tuhan Yesus, sipalua di ahu. amen.

Angka dongan sahaporseaon di bagasan Tuhan Yesus  ringkot ma hataanta taringot tu hadirion ni Tuhan Yesus nang pangalaho ni si bolis, asa dumenggan partinandaanta dompak Siurupi manusia dohot sisegai jolma, unang mura-mura be hita dipaoto-oto si bolis.

I. Tuhan I naeng mardalan rap dohot jolma.

Dibagasan pamingkirion ni deba halak kristen batak, di banua ginjang do marbaga-baga Tuhanta i, mansai dao ninna. Jadi ndang haru diantoi TUHAN parngoluan ni jolma di portibion. On ma sada pamingkirion na so domu tu ajar ni hakristenon,  tangkas do tarsurat di Bibel i, na rade do roha ni Tuhan Yesus rap mardalan mandongani ganup jolma dibagasan ngolunta be. Apala i do lapatan ni hata Immanuel na tarsurat di Mateus,1:23:

“Ida hamu ma, gabe-gabean do na marbaju i, tubuan Anak ma Ibana, jala bahenon do Goarna Immanuel, lapatanna. Donganta ma Debata”

On ma ajar na tingkos, Tuhan Yesus sihol rohaNa mardalan raphon jolma dibagasan pargoluanta be. Gabus do ia poda na asing sian i. Pamingkirion sian hasipelebeguan do na mandok ndang haru diantoi TUHAN parngoluan ni jolma. Adong do sada poda hasipelebeguon na asing na mandok:

*Ia sahala ni jolma, hot do di portibion, boi do begu nasida mamasu-masu manang mamurai angka jolma na mangolu*.

Ala di haporseai di poda i, gabe mangido pangurupion ma godang jolma tu angka sahala ni halak naung mate.

Mangusande tu haporseaon sisongon i do deba halak Kristen batak, dililuhon poda hasipelebeguon. Tajalo  ma  pamio ni Tuhan Yesus di hita be, ima na tarsurat di Mateus 11:28-29.

“Roma hamu tu Ahu, hamu angka na loja jala na sorat, asa Hupasonang hamu. Jangkon hamu ma augangKu, marguru ma hamu tu Ahu, ai na lambok do Ahu jala na serep, asa dapotan hasongan tondimuna”

Ida hamu angka dongan kristen, tongtong do rade roha ni Tuhan Yesus Kritus manjou hita jala patupahon na sa na ringkot di ngolunta, ai Ibana do sitompa hita manisia, jala haholonganNa do ganup hita be. Jadi tung so tama be hita mangido pangurupion sian na asing, ai holan Tuhan Yesus do TUHAN na sintong, na asing i, ima sian sibolis pangalilu  do na malo pasuman dirina songon rupa ni halak naung mate.

II. Si bolis pe ringgas do mardalan raphon jolma.

Ingkon  las ma rohanta dung tangkas di hita na rade do roha ni Tuhan Yesus pasonangkon rohanta marsada-sada. Ala adong do sijagaonta, ima si bolis na tong marlomo ni roha mandongani hita jolma, huhut menyegai ngolunta. Ida hita ma ditingki si Bolis manyegai si Judas Iskariot andorang rap hundul dohot Tuhan Yesus ibana, tarsurat doi di Yohanes 13:2:

“Di namangan nasida, nunga disuanhon si bolis i parjeheon tubagasan roha ni si Judas Iskariot, anak ni si Simon”

Songon naung di surathon ni Apostel Mateus bindu 16:21-23, ima tarjadi doi tu si Petrus:

“Olat ni ima di patorang Yesus tu angka siseanna, na ingkon laho do Ibana tu Jerusalem manaon agka na porsuk sian angka sintua ni natorop, sian sintua ni malim nang sian si botosurat pe, pola ingkon mate Ibana bunuon, jala pangoluan di ari patoluhon. Dungi diarahon si Petrus ma Ibana, disaritai ma, ninna do: Asi ma roha ni Debata di Ho, Tuhan, unang ma songgop i tu Ho. Alai humusor ma anggo Ibana mandok tu si Petrus, Laho ma ne ho, bolis. Gasip do ho di ahu, ai ndang diparrohahon ho angka na di Debata, angka na di jolma do”.

Nang pe mardalan angka sisean i raphon Tuhan Yesus (Immanuel), ia si bolis ndada sumurut, tongtong do i mangihut-ihut, paima ro tingkina na lehet (Lukas 4:13) laho mangaliluhon nasida. Ido umbahen diharingkothon apostel Petrus manurathon:

“na maot-aot do alomuna, si bolis i, songon babiat na maraung, mangalului sibondutna (1 Petrus 5:8).

Antong ale dongan, jaga hita ma diisi, ai mula-ulaon do ibana rasi-rasa di ombas on. Naung jumolo do mula-ulaon (suru-suruan ni si bolis) di tonga-tonga ni bangsa batak di na robi, mangoto-otoi si jolo-jolo ni tubunta be, songon laho jahaonmuna di toruon ima:

III. PARBADAAN NA PINAJONGJONG NI SI BOLIS:

Tarjadi do on di tonga-tonga ni angka dongan sa marga ima marga SIMANJUNTAK (Parhorbo jolo dohot parhorbo pudi). Marbonsir sian na marbagi horbo doi. Tung so jadi be domu na dua bagian on, ai molo rap mardalan nasida, ingkon sai adong ma nahurang denggan pola maratus taon lelengla na so masiantoan i nasida.

Jadi ise do na pajongjonghon parbadaan i…?. Holan si bolis do na marhagogoan, pajaga-jaga asa unang mardame na dua bagian marga Simanjuntak on. Ndang mungkin Tuhan Yesus patupahon parbadaan i, ai apala di dok do di Mateus 12:20: Naso mandongani Ahu, alongKu doi, jala na so donganKu papunguhon na paserangkon doi

Si bolis do na sai paserak-serakhon jolma jala na pasirang-sirang parsaripeon, ianggo Tuhan Yesus siboan dame do, sipatupa parsadaan.

Antong mansai ringkot ma di angka dongan sa marga Simanjuntak marpungu-pungu martangiang manggotaphon parbadaan na pinatupa ni si bolis i, asa boi muse nasida marsada dibagasan holong na sian Tuhan Yesus. Songon i muse angka marga na asing  sian suku batak.

Antong hamu ale dongan, mansai ringkot do pasahatonta pangidoan tu Tuhan Yesus asa  disundati Tuhanta Yesus angka bura-bura naung madabu dompak hita be, sian si jolo-jolo tubunta, nang bura-bura naung siat di bagasan patik paduahon.

Dok hamu ma tangiang na mangihut on, ai marguru tu angka hatami do ho pintoranna manang uhumonna.

Tuhan Yesus parasi roha godang.

Huantusi ma nuaeng na si bolis do alongku, jala dipaihut-ihut ibana do diringku, paima ro tingki na lehet laho manusai ngolungku.

Asi rohaM di ahu, ale Tuhan, sulingkiti ma ngolu ni sude sijolo-jolo tubungku, atik na adong bura-bura na manginona tu ahu siala pardosaonnasida manang siala hamuruhon nasida. Tung holong ni rohaMi ma ahu maporus, ale Tuhan Yesus. Asi ma rohaM ale Tuhan sudati ma saluhutna bura-bura i, asa dame na sian Tuhan Yesus, ima bahen jambarhu  tongtong.

Asa huhangoluhon ngolu na tau hamuliaon di Goar ni Tuhan Yesus, sipalua di ahu. amen.

C. Tuhan I, naeng marpadan tu jolma.

Na hurang tangkas do ditanda si jolo-jolo tubunta hadirion ni TUHAN, mansai dao dihalahon TUHAN I, marhabangsa di banua ginjang, Ido umbahen na sai tu sahala angka ompuntai na jolo mangido manang aha, asa sahala i pasahathon pangidoan nasida tu TUHAN. Songon poda ni hasipelebeguon. Hape tung mansai asing do sangkap-sangkap ni roha ni TUHAN ta tarsurat doi di Jeremia 31:31-34.

Ale dongan kristen batak, ida hamuma na rade do roha ni Tuhan ta marpadan tu jolma. Marpadan do Tuhanta tu si Abraham, laos songon i dompak raja David. Maradu tu sude bangso Israel. pola targoar buku naimbaru i: PADAN NA IMBARU, jala tu saluhut hita halak kristen, dipungka Tuhan Yesus do parpadanan naimbaru, ido na sinurirangkon ni si Jeremia.

Di na laho mandalanhon Padan Naimbaru i, lehonon ni TUHAN ma patikNa mian di bagasan ateate, gabe patik Nai ma patingkoshon parangenta (ndang hita be na marungkil pature-ture parangenta be). Angkup ni i, sesaon ni Tuhan ma saluhut angka dosanta, angka na olo pasesahon dosana.

IV. Si bolis pe naeng marpadan tu jolma.

Hea do masuk tu pamingkirionta na sihol do nang roha ni si bolis mamungka parpadanan dompak hita jolma…?.  Boi doi tajaha di Bibel ima na nisurathon apostel Lukas  bindu 4 :5:8 andorang na niunjunan ni si bolis i Tuhan Yesus:

“Dung di togihon ma Ibana tu na huminsat, dipatuduhon ma tu Ibana sude harajaon na di tano on di bagasan sanghidop mata. Laos di dok si bolis ma tu Ibana: Tu Ho ma lehononku sasude on gomgomanmu ro di hasangaponnai, ai tu ahu dipasahat i, jala hulehon i tu silomo ni rohangku. Di Ho ma i saluhut, anggo olo Ho marsomba tu ahu. Jadi dialusi Yesus ma ibana: Tarsurat do: Tuhan Debatam do sombaonmu, sasada Ibana do sioloanmu”.

Parate-atehon hamuma na tarsurat di ayat 6 dohot 7, boi doi idaon janji ni si bolis i, Di Ho ma i saluhut, anggo olo Ho marsomba tu ahu.

Jadi anggo so olo do Ho marsomba tu ahu, dang dapot Ho angka na hujanjihon i. On ma isi ni parpadanan sipajongjongon ni si bolis di tingki i

Si ulahonon ni Yesus, marsomba tu si bolis,

Si ulahonon ni si bolis, magalehon sasude harajaon.

Taringot tu parpadanan ni si bolis naung diusahaon si bolis doi sian na robi, jala naung tarjadi do i dompak angka si jolo-jolo tubunta. Unang pola tarsonggot hita disi. Godang do bukti taringot tu parpadanan na pinatupa ni si bolis dohot pangarahutionna di tondi ni jolma, laho sipahusor-husoranta, ima Padan tu Babiat Si Telpang. Dihatiha di pajongjong nasida parpadanan:

*Naso jadi masingangguan pinompar ni si Lontung dohot pinompar ni si Telpang (Babiat=Binatang)) ro di saleleng-nilelengla. Mangkonai do parpadanan i tu angka pinompar ni si Lontung (Ima si sia marina: Situmorang, Sinaga, Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Aritonang, Siregar dohot angka anak marga na be). Rasi rasa di ombason, hot dope parpadanan i nang naung kristen be hita, alai tung so hea  binege di soro babiat nanggo sada sian pinompar ni si Lontung*.

Songon ni ma jorbut ni pangoto-otoi ni si bolis dompak hita jolma. Bolas dokkonon naung ria do hita hona ruhut-ruhut nisi bolis, sian pamotoanta manang na so sian na binoto. Angka digomgomi parpadanan tu si bolis i, jot-jot do i na so sian ni antusanta be.

Jadi molo na hot do pe parpadanan tu si bolis, beha ma parboina jongjong parpadanan tu Tuhan Yesus…?. Ai so adong lapatan na gabe ruas di Huria Kristen hita, ianggo so jolo ginotaphon parpadanan na tu si bolis. apala i do ala na margoar bukunta: Padan Na Imbaru:, ima padan si pajongjong di na bongot hita tu bagasan Huria Kristen manadingkon hasipelebeguon.

Suman doi tu pangalaho ni na martumpol (Manjalo tingting do na mangido paru-pasu parbogason) di Huria Kristen Batak. Ingkon jolo sada manang dua hali di tingtingkon, ipe asa olo Pandita mamasu-masu parbogason i. Ima dalan laho mamareso atik na adong dope janji-janji ni doli-doli manang boru-boru tu dongan na asing. Ingkon jolo gotap parjanjian i, ipe asa boi jongjong parpadanan tu na naeng tunggane boruna manang helana, songon nang sian pihak anak dohot boru asa boi dipajongjong parpadanan dompak na naeng sinondukna.

Suman tusi do nang parngoluan ni halak kristen. Tudos tu na marbogas do ia Padan Na imbaru, ima parpadanan tu Tuhanta Yesus. tarida doi di Pangungkapon 19:7 na mandok:

“Marlas ni roha ma hita jala maria-ria, jala talehon ma tu Ibana hasangapon ai nunga jumpang hasampuran raja ni Biru-biru i, nunga hobas soripadaNa.

Molo naeng hobas do hita agka nanaeng gabe soripada ni Kristus, ingkon jolo gotaphonon ta do angka parpadanan tu si bolis, manang tu angka suru-suruanna, manang tu angka begu. antong martangiang ma hita, guru tu hatanta asa pintor maradophon Tuhan Yesus.

Ale Tuhan Yesus sipalua ahu.

 Ringkot do huhilala na manggotaphon angka parpadanan tu si bolis, naung anga dipatupa sijolo-jolo tubungku, jala ndang dapot nasida dope hatorangan taringot tu si bolis dohot angka pangoto-otoinna dompak hami jolma.

Antong pareso ma diringkon ale Tuhan, sude angka parpadanan naung pinatupa ni si jolo-jolo tubungku ingkon gotap mai di ombason. Atik na adong parpadanan na pinatupa ni si bolis dibagasan ngolungku, ipe ingkon gotap do i, ndang di ahu parpadanan na sian  si bolis, holan tu Tuhan Yesus do, ima na dibagasan Padan Naimbaru.

Asi ma rohaM di ahu Tuhan, pabali ma angka bura-bura na manginona tu ahu. Dame na sian Tuhan Yesus ma bahen jambarhu asa tau ahu pasangaphon GoarMu.

 Huungkaphon do rohangku ale Tuhan Yesus hupangidoma asa mian Ho Tuhan dibagasan rohangku, ai Ho do sipalua di ahu. Ho do Rajangku, jala Ho nama Sombaonku, rodi salelengni lelengna, sai mula-ulaon ma Tondi Porbadiam di bagasan rohangku mangatur saluhut pargoluanku, pature-ture parangengku, asa dapotan roha na imbaru ahu, gabe pangihut ni Yesus Kristus na tingkos.

Angkup ni i sasude, mangasohon Goar ni Yesus Kristus hupabali ma suru-suruan ni si bolis, jala ruar ho sian ngolungku, ndang di ahu marparsaoran tu ho dohot angka tondi na hodar. Mangasahon Goar ni Tuhan Yesus Kristus ahu martangiang. amen.

Ndada holan laho patupahon parpadanan tu Jolma umbahen na ringgas si bolis manjonohi hita, jala manorohon lehon-lehon dompak hita. Lumobi sian i, adong do buni sangkap-sangkap na asing, ima tarsurat doi di Buku ni si Yehezkiel 113:17-20, songon on ma hatana:

(17).      Ia ho ala anak ni jolma, tujuhon ma bohim dompak angka boru ni bangsom, angka na manurirangi sian tubu-tubu ni rohanasida sandiri, jala manurirangi ma ho dompak nasida.

(18).     Jala dohononmu ma : songon on do hata ni Tuhan : Marjea ma angka boru-boru na  manjarumi bantal-bantal tu saluhut- ruas-ruas  ni tangan, dohot angka na mambehen tujung-tujung maragam,-ragam balgana bahenon tu ulu laho mamuru tondi ni halak. Ia tondi ni bangsongku naung buru on muna, ia tondi muna sandiri hape naeng pangoluan muna.

(19).    Jala naeng do leaan muna ahu maradophon bangsongku binahen ni eme sanggim, manang binahen ni roti sanseat laho mamunu tondi, angka naso jadi bunuon dohot pangoluhon tondi, angka naso jadi pangoluon, marhite-hite gabus muna bangsokki, angka na girgir patangi-tangi gabus.

(20).   Dibahen i songon on do hata i Tuhan, idama ahu ma  alo ni bantal-bantal muna, angka na pinangke muna umburu angka tondi laho mangela tu hamagoan hape ahu mangarompas nasida sian abinganmuna, jala ahu paluahon tondi angka na binurumuna i, tondi angka na pinaleamuna i.

Tarimang-rimangi ma angka hata i :

Manjarumi bantal-bantal: dohot mambahen tujung-tujung…. ndang ulaon ni datu i…?.

Di tingki Yehezkiel manurathon bukuon, angka boru-boru do na gabe datu di tano Israel. Tangkas do sian hatai, ia ulaon ni datu: Mamuru tondi ni halak do, si dua dila do si bolis, asing do hatana dompak hambirang asing dompak siamun.

Ia dompak halak na ro tu datu: Bahen panjagaan do angka bantal-bantal dohot tujung-tujung i, ninna datu i: Manjaga unang hona mara, manjaga unang di tondong parsahiton, jala patubu holong roha ni halak dompak hamu ninna.

Hape adong do sangkap-sangkap ni si bolis na buni dibalik ni i.

Ai sahala i do mangajari ahu di hamaloonki, nina angka datu, pangubati, jala sian tuhan do huaso  sipamalum sahit dohot angka parbinotoan na asing (alai ndada sian Tuhan Yesus didok). Hape ndada hata nasida i, alai pangkataion ni si bolis do i marhite-hite pamangan ni angka naposona.

To ho do i na sian Tuhan do ianggo huaso, jala Tuhan do sitompa si bolis, alai naung manggunturi do si bolis dompak harajaon ni Debata, jala naung sampat do si bolis sian surgo raphon suru-suruanna, sampat tu portibion. Alani ni naung talu si bolis dibahen si Mikael (suru-suruan ni Tuhan) disangkap rohana do mangaliluhon saluhut jolma. Tarsurat doi di Pangungkapon 12:7-9. Jadi hamaloon ni si bolis do na mamangke huaso naung pinarade ni Tuhan hian, laho mangoto-otoi manisia, pamalumhon sahit ni jolma na ro tu datu naposo nai.

Ia hamalumon na sian Tuhan Yesus, ndada parhitean datu..? ai so tardok pangihut ni Kristus datu. Angka na so porsea do halak i tu Tuhan Yesus, ai di surathon do i di Bibel, ingkon tangiang do pinasahat tu Tuhan Yesus, asa Tuhan Yesus pahehehon na marsahit i (Yakobus 5:15-16). Dungi pangoluon ni tangiang haporseaon i ma na marsahit i, jala pahehehon ni Tuhan  ma ibana, sesa ma nang dosana, molo tung adong diulahon, antong masitopotan dosa ma hamu dohot masitangiangan, asa malum hamu. Na margogo situtu do tangiang ni partigor, molo dihaburjuhon”.

Tangkas ma sian hata i tangiang tu Tuhan Yesus do na tau parohon huaso sipamalum sahit, ai sasada Tuhan Yesus  do Tuhan na sintong.

Antong  dia do na sasintong na sangkap-sangkap nisi bolis umbahen na ringgas rohana pamalum angka sahit ni jolma…? dipasalang Tuhanta do sangkap-sangkap ni si bolis na buni dibalik ni angka hata ni datu, ima tasurat di ayat 18, Laho mamuru tondi ni jolma do i.

Tu dia do pasahaton ni datu i, tondi ni angka jolma naung hona tangkup…?. Tusi bolis do, asa boanonna tu api narokko. Ido sasingtongna na tarjadi dibalik ni ulaon pardatuon. Jadi jaga ma hita disi, mansai tangkas do dipatuduhon Tuhanta rimas Nadompak ulaon pardatuon, jala jaha hamu ma muse di ayat 20 na diginjangi:

“Dibahen i songon on do hata ni Tuhan, Ida ma ahu ma alo ni bantal-bantal muna …………”

Antong  ale dongan, molo na hea do hamu mardatu agia sahali, naung hona tangkup si bolis do tondi muna, jala ndang adong be haluaon sian i, asing sian na pasesahon dosa niba tu Tuhan Yesus, ima sipalua i. ai Ibana do sipalua hita sian ruhut-ruhut ni si bolis, naung sian hurungan ni dosa, jala iba pe hea do laho tu datu.

Molo sihol rohamuna asa paluahon ni Tuhan Yesus tondimuna sian hamagoan, dokkon hamuma tangiang naung pinarade di toruon marsoara ma hatahon hamu, ai marguru tu angka hatami do ho pintoranna manang uhumonna.

Ale Tuhan Yesus sipalua ahu…!

 Huantusi do nuaeng na do sa do hape ulaon pardatuon. Naro do ahu di ombason pasesahon angka dosangku si songon i. Pareso ma diringkon ale Tuhan, pareso ma angka naung tarjadi di bagasan pargoluangku na sai laon.

Angka ulaon pardatuon naung hea hu ula, manang naung hea manodong ahu so sian parbinotoanku, hutundalhon ma i di ombason. Asi ma rohaM ale Tuhan sundati ma saudena i, jala sesa ma saluhut dosangku, marhite mudarMu naung diurus di Golgata.

Loas ma Todi Porbadia mula ulaon di bagasan rohangku, pabalihon sude tondi na hodar na songgop tu diringku marhite ulaon pardatuon i. Mian ma Ho ale Tuhan Yesus, mian manongtong di bagasan rohangku huhut pature-ture parangengku, asa mangolu ahu tau hamuliaon di GoarMu saleleng-ni leleng na  Amen.

 

PEKA AKAN ROH ALLAH

YESUS BERKATA: ”KAMU SESAT SEBAB KAMU TIDAK MENGERTI KITAB SUCI MAUPUN KUASA TUHAN”

Mengapa Yesus sampai berkata demikian kepada kita sebagaimana judul diatas?. Ini sangat penting bagi kita khususnya bagi orang-orang percaya? Pada hal kita sudah percaya kepada Yesus bahwa Ia adalah Tuhan dan Juruselamat Manusia?. Marilah kita pelajari dengan benar atas bimbingan Roh Kudus, sebab tanpa bimbingan Roh Kudus, Firman itu tidak akan disingkanNya kepada kita. Oleh karena itu marilah kita koreksi diri kita masing-masing. Itulah sebabnya kita tidak akan pernah mengerti, memahami apa yang dikatakan Yesus itu kepada semua umat manusia, dan selama itupula kita tidak akan pernah menjadi seorang Kristen yang militan artinya murid Yesus yang sebenarnya, sebab banyak orang kristen hanya ikut Yesus, percaya Yesus, bersama Yesus tetapi bukan murid Yesus yang sesungguhnya. Itulah sebabnya Yesus berkata: Kamu Sesat sebab Kamu Tidak Mengerti Kitab Suci Maupun Kuasa Tuhan artinya Tidak Peka akan Roh Kudus. Mari kita kaji dan renungkan ilustrasi dibawah ini. Gerhana Matahari adalah suatu peristiwa dimana Bulan menutupi Matahari pada waktu tertentu saja dan matahari tersebut sama sekali tidak kelihatan apalagi pada siang hari dimana sedikit-demi sedikit Bulan yang begitu kecil dapat menutupi Matahari sampai Total (Gelap). Peristiwa ini adalah suatu peristiwa yang ajaib apabila kita saksikan. Suatu keajaiban yang tidak dapat dibantah oleh Manusia bahwa Bulan yang begitu Kecil yang sebenarnya fungsinya adalah sebagai Refektor, namun dapat merefleksikan terang itu dan bahkan secara total menutupi Matahari yang begitu besarnya, sehingga mata kitapun tidak dapat melihat sama sekali terang itu. Ini adalah REALITA. Tuhan adalah Sumber Terang itu, sedangkan kita adalah anak-anakNya yang fungsinya sebagai Reflektor. Tetapi anehnya kita sering kali menutupi Terang itu bahkan sama sekali menutupinya Teran itu secara total, yang seharusnya kita wajjb menyalurkan Terang itu. Pertanyaan kita adalah Mengapa kita sampai dapat menutupi Terang itu?. Jika kita tinjau dari sudut Agama, sebenarnya kita sudah melakukan apa yang terbaik dihadapan Manusia dan bahkan dihadapan Tuhan, misalnya, kita sudah berdoa, bergereja, bersosial, membaca Alkitab, memberikan persembahan ke gereja bahkan berpuasa, dimana semua itu bertujuan untuk kebaikan kita dihadapan Manusia maupun dihadapan Tuhan, sebelum kita dipanggil Tuhan ke rumah Bapa di surga. Tetapi anehnya pada saat-saat tertentu, Manusia yang tadinya sudah berbuat baik itu, bisa menutupi Terang itu secara total alias Gelap sama sekali? Mengapa bisa terjadi dalam hidup kita seperti itu? Dengan pikiran dan akal budi yang diberikan Tuhan kepada kita, bahwa kitapun wajib untuk mengkajinya bagaimanakah kehendak Tuhan yang sesungguhnya agar kita layak dihadapanNya?, karena menurut kita sendiri bahwa apa yang telah kita perbuat semasa di bumi ini sudah layak dihadapan Tuhan karena Tuhan itu Baik. Bagaimanakah sesungguhnya menjadi seorang Kristen yang baik dan benar dan militan dihadapan Tuhan, apakah semuanya yang kita lakukan itu sudah cukup dan benar?.Untuk itu kita perlu belajar bagaimana tingkah laku rohani manusia dari zaman ke zaman sampai dengan zaman Sekarang? Sebagai orang percaya bagi yang Belum Faham, Bagaimanakah sebenarnya tingkah laku rohani yang dikehendaki oleh Tuhan agar berkenaan kepadaNya? Marilah kita lihat sebagai berikut: 1. Zaman Abraham. Injil Yohanes pada Pasal 8: ayat 56 dan 58 sebagai berikut: “Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hariKu dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku sudah ada”. Ucapan Yesus tersebut, dapatlah kita pastikan bahwa imannya Abraham, adalah kepada Tuhan Yesus Kristus yaitu Tuhan yang disembah oleh Ishak, Yakub dan Tuhan yang kita sembah didalam Nama Yesus Kristus, sehingga Abraham dikatakan Bapak Orang Beriman. Ingat dan penting. Abraham menyembah kepada satu Tuhan yaitu Yesus Kristus. Jangan bingung, walaupun Abraham jauh sebelum Yesus lahir. Jika kita perhatikan riwayat Abraham ternyata tingkah rohani Abraham adalah seorang penyembah berhala, dan tidak ada yang menonjol. Tetapi perlu dicatat: Tuhan memanggil Abraham keluar dari Urkasdim, dan ia memfokuskan penyembahannya kepada Allah yang hidup yang sebelumnya dia menyembah berhala. (Kejadian 12:6, Kej:18:9) 2. Zaman Yakub Pada zaman Yakub bahwa tingka laku rohaninya juga sama dengan Abraham ia mengambil istri yang bernama LEA dan RAHEL. Mereka adalah anak perempuan dari paman LABAN yaitu dari keluarga penyembah berhala (Patung dewa-dewa). Kejadian 31:19-32). Jadi tingkah laku rohani mereka ternyata biasa-biasa saja dan tidak ada yang menonjol. 3. Zaman Yusuf Yusuf adalah anak Yakub dari istrinya Rahel. Ia menikah dengan seorang perempuan yaitu anak seorang Imam dari Dewi Mesir di On yang bernama Asna, anak Potifera (Kejadian 41:45). Kita tahu bahwa Yusuf adalah percaya kepada Tuhan yang hidup yaitu Tuhan yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub yang juga kita sembah dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, tapi dia mengambil isteri dari penyembah berhala. 4. Zaman Musa. Pada zaman Musa, tingkah laku rohani sudah ada perubahan ketika mereka keluar dari Mesir. Mereka sebenarnya telah melakukan penyembahan kepada Tuhan yang benar, tetapi cara mereka yang tidak benar sebab mereka menyembah Tuhan dengan cara menggunakan anak lembu dari emas. Jadi mereka seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan (kafir) seperti nenek moyang mereka waktu tinggal di Mesir yaitu yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. 5. Zaman Para Nabi Pada zaman para Nabi, tingkah laku rohani dalam penyembahan kepada Tuhan yang hidup sudah banyak perubahan dan tata cara penyembahan sudah betul, tetapi hatinya tidak betul, dimana Tuhan berkata dalam Firmannya : Mereka memuja Aku hanya dengan mulutnya saja, tetapi Hatinya jauh dari padaKu”. Ternyata sampai zaman sekarang ini, masih banyak manusia yang tingkah laku rohaninya seperti ini, padahal zamannya sudah zaman Anugerah . Bahkan orang-orang Kristen sendiri banyak seperti ini. Mengapa demikian? Dan tingkah laku rohani yang bagaimana sebenarnya yang dikehendaki Allah? Apakah tata ara ibadatnya,atau penyembahannya?. Ternyata semuanya itu tidak dikehendaki Tuhan. Pada zaman para Nabi hanya Hatinurani saja yang dikehendaki Tuhan.(Baca 1 Samuel dan Habakuk). Jadi yang dikehendaki Tuhan adalah melakukan Keadilan, Hidup dalam Kebenaran, Jalan yang tulus kepadaNya. Nabi Yesaya mengatakan: Tuhan bersemayam ditempat yang Maha Tinggi, Dia rela hadir didalam hati orang yang remuk. Jadi pada zaman para Nabi tidak ada lagi Tata Cara Penyembahan kepada Tuhan, yang ada adalah: Bagaimana menyenangkan hati Tuhan. Hati yang hancur itulah yang dipersembahankan kepada Tuhan, diluar itu tidak. Dengan demikian apakah persembahan itu sudah dianggap cukup? 6. Zaman Kristus. Pada zaman Yesus tenyata, Ia merangkul semua tingkah laku rohani manusia dalam penyembahan kepadaNya yaitu dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menjadi SATU. Lukas 21:3-4: “ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya bahkan dia memberi seluruh nafkahnya. Kamu boleh memberi persembahan, tetapi berilah persembahan seperti janda yang miskin itu yang memberi didalam kemiskinannya (Markus 12:41-44) Yesus mengatakan kepada orang-orang Farisi, Ia berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit, Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa”. Ucapan Yesus itu dikemukakannya kepada orang-orang pemungut cukai karena mereka juga orang berdosa, Yesus mengasihi mereka. Itulah sebabnya Yesus berkata kepada orang Ahli Taurat dan Farisi yang selalu ingin mencobainya karena mereka suka berdoa dipinggir-pingir jalan “Kamu boleh berdoa, tetapi jangan berdoa seperti orang Farisi tetapi berdoalah dengan hati yang hancur seperti orang-orang pemungut cukai itu”. Yesus merangkul semua tingkah laku rohani PL +PB, sebab Yesus sendiri juga melakukan tingkah laku rohani: • Ia Pergi beribadat pada hari sabat • Ia membaca Alkitab dan mengajar • Ia juga menyanyi; • Ia juga memberikan persembahan. Jadi, jika betul-betul kita perhatikan, ternyata tingkah laku rohani dari zaman ke zaman sebenarnya cukup unik dan menarik, Namur persoalannya adalah apakah semuanya itu berkenaan kepada Tuhan? Ini yang penting. 7. Zaman Rasul-Rasul Pada zaman ini, ternyata dengan hadirnya Roh Kudus, bahwa Hatinurani yang baikpun tak cukup untuk percaya kepada Tuhan, hati yang hancur pun tidak, hati yang tulus pun tidak. Jadi apa yang dikehendaki oleh Tuhan. mengapa demikian? Ternyata HANYA ROH YANG SUDAH DILAHIR BARUKAN SAJA YANG DIPERKENANKANNYA, DILUAR ITU TIDAK. Yohanes 3: 5-8b berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu. Kamu harus dilahirkan kembali. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh”. Perhatikanlah ucapan Yesus sendiri, sebab banyak yang hatinya tulus, baik karena dibesarkan dari keluarganya, mengasihi sesamanya, tetapi semuanya bukan karena pekerjaan Roh Kudus, tetapi semuanya yang dilakukan manusia itu karena pekerjaan insani saja., walaupun itu Baik, Namun tidak satupun berkenaan kepada Allah. Dengan demikian, apa sebenarnya yang diperkenaankan oleh Tuhan? Jawabnya. ”Hanya orang yang dilahirkan Kembali Saja yang berkenaan kepadaNya” Titik. Kita sekarang sudah mengetahuinya bahwa dengan Hadirnya Roh Kudus, maka telah ada SATU PEMISAHAN SECARA KHUSUS, artinya Tidak boleh dicampur adukkan. Dapat kita buktikan dalam Kejadian 25:29-34. ”Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. Kata Esau kepada Yakub ”Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu karena aku lelah. Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. Tetapi kata Yakub ”Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu. Sahut Esau ” sebentar lagi aku akan mati: apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?. Kata Yakub bersumpahlah dahulu kepadaku : ”Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijuallnyalah hak kesulungannya kepadanya. Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau. Ia makan dan minum lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulangannya. Tuhan membenci Esau dan mengasihi Yakub . Pertanyaan kita adalah mengapa Tuhan melakukan seperti itu? Bukankah Esau seorang yang taat dihadapan kedua orang tuanya (Ishak dan Rebeca) dan suka memberi ampun kepada orang lain? Walaupun ia marah kepada adiknya Yakub, tapi Esau melupakan semua kesalahan orang lain kepadanya. Jadi kenapa Tuhan membenci Esau? Jawabanya adalah karena Esau menolak Anugerah Allah hanya karena Semangkok Kang Merah saja sebab Esau Rela menjual Hak Kesulungannya kepada Yakub: Apa gunanya Hak Kesulungan bagiku, sebab yang penting bagiku cukup hanya semangkok kacang merah” enggak gua pikirin yang begitu-gituan Gua lagi lapar nih. Permasalahannya adalah karena semangkok kacang merah, Esau Rela menyerahkan hak kesulungannya kepada Yakub. Jadi Esau tidak mau tahu dan tidak mau peduli terhadap Keselamatan Tuhan, Esau menganggap enteng atau sepele pekerjaan Rohani dan ini biasanya banyak orang tua seperti ini, tidak pernah mengajarkan kepada anak anaknya tentang kerohanian dengan alasan sibuk di dunia pekerjaan insani. Jika Natal baru sibuk, tapi jika Jumat Agung dan Paskah, sibuk ke luar kota dan ke luar negeri dsb. Padahal dalam pengakuan iman Rasuli, kita selalu mengucapkannya setiap minggu. Eh. Rupanya dimulut saja. ”Mereka memuja Aku hanya dengan mulutnya saja, tetapi HATInya jauh dari padaKU”. Itulah sebabnya Tuhan mengatakan: Aku mengasihi Yakub dan membenci Esau . Perlajarilah tingkah laku rohani Yakub, dia adalah seorang pembohong, dan tidak baik kepada orangtuanya. Demikian juga Raja Saul (1 Samuel 13: 9-13) Kesalahan Saul hanya sedikit saja yang sebenarnya tak perlu diperhitungkan, dia adalah Raja Pertama di Israel yang dilantik oleh Tuhan melalui Nabi Samuel. Tapi apa yang terjadi baginya. Raja Saul tidak sabar menantikan kedatangan Nabi Samuel pada waktu yang telah ditentukan, dimana Raja Saul mendahului Rencana yang telah dibuat oleh Nabi Samuel untuk melakukan persembahan kepada Tuhan, namun Saul mendahuluinya. Oleh karena kesalahan yang kecil saja, Tuhan mengatakan: SAUL TIDAK TAAT, dan Daud menggantikan Raja Saul. Ketidak taatan Raja Saul jika dibandinkan dengan Raja Daud, sebenarnya tidak sebanding karena tingkah laku rohani Raja Daud lebih parah dari Raja Saul, dia adalah seorang penzinah dengan mengambil istri orang lain yaitu Batsebah dengan cara bagaimana cara membunuh suaminya dengan menyuruh agar suaminya bertempur paling depan agar cepat mati. Tetapi apa kata Tuhan kepada Daud: ”Ia (Daud) adalah Biji MataKu”. Selanjutnya jika perhatikan tingkah laku rohani berikutnya setelah ia berbuat dosa, Daud sangat dekat sekali dengan Tuhan , karena Daud tahu hanya Tuhan sajalah yang memberikan pengampunan, tidak ada yang lain. Daud selalu meminta ampun kepada Tuhan, dia mau mengaku dosa dan kesalahannya dihadapan TuhanNya (1Yohanes 1:8-9 baca Alkitab) dan pekerjaan yang dilakukannya adalah Pekerjaan Roh Kudus (Baca Mazmur 51:1-21) dan Pengakuan dosa ini, diluar Kemampuan Manusia. Agar kita sungguh-sungguh menjadi Terang, kita tidak perlu Belajar dan mencontoh orang lain, agar bertingkah laku menjadi Baik atau orang lain menjadi senang dan Kagum kepada Kita. Kesaksian kita hanya dapat bermanfaat dan bermakna, jika Roh Kudus ada didalam hati setiap orang yang percaya sehingga secara otomatis kita memiliki KUASA, karena telah menjadi anak-anak Tuhan. (Yohanes 1:12) Dengan demikian: HANYA ORANG YANG DIPENUHI ROH KUDUS SAJA YANG DIPAKAI TUHAN SEHINGGA ORANG DAPAT PERCAYA DAN DATANG KEPADA KRISTUS.”SELAIN ITU TIDAK” Jadi, apakah orang yang dipenuhi Roh Kudus, memiliki tingkah laku rohani selalu baik? Jawabnya adalah Ya dan Amin., tetapi harus diingat, tingkah laku rohaninya berbeda-beda sesuai levelnya dan struktur kehidupannya. Ketika saya mengikuti Seminar selama 7 hari bertutur-turut di Istana Olah Raga Senayan pada tahun 1996 dengan Judul: ”Jadilah Terang” yang dihadiri 1000 orang pendeta yang berlatar belakang Sth, dari bermacam-macam denominasi dibawah naungan PGI, Penulis yang tidak berlatar belakang STh dan bukan seorang Pendeta, tetapi diperkenankan memasuki acara Seminar tersebut, yang seharusnya tidak memenuhi syarat akademik ke pendetaan, namun karena adanya kerinduan yang dalam untuk mengikuti seminar tersebut, penulis diperbolehkan sebagai peserta seminar, sehingga panitia menganggap penulis dianggap mampu dalam menyimak dan memahami secara Theologis kebenaran firman Tuhan. Itulah sebabnya penulis sampai saat ini, walaupun bukan seorang Pendeta/STh, dapat menyampaikan tulisan-tulisan baik praktis maupun theologis kebenaran firman Allah. (lihat http#www.pitermarkus.wordpress.com. Google: Simanjuntak Piter Markus) 1. Dibawah ini secara singkat hasil seminar yang dibawakan oleh DR. Pdt Susabdo,STh menyampaikan penelitian yang dilakukan oleh Fohler terhadap orang-orang yang beriman, ia memahami betul bahwa tingkah laku rohani orang-orang percaya mulai dari umur dewasa diatas 17 tahun sampai 65 tahun yang dianggap masih potensial pemahamannya akan Firman Allah di Inggris. 2. Tingkah Laku Rohani Level Nol (0), Tingkah laku rohani ini, adalah seperti anak berumur 2-4 tahun yaitu orang yang tidak mengetahui, apa sebenarnya yang dipercayainya. Jika orang tersebut ditanya dengan sungguh-sungguh tentang Iman Kristen, ia tidak mengerti dan iapun tidak mengerti mengapa dia pergi ke gereja setiap hari minggu. Ia ke gereja hanya untuk memenuhi kewajibannya sebagai orang kristen. Di Gereja dia hanya ngobrol, bermain, bertemu saudara dan teman-teman kristen, pakaian indah dan bagus untuk dilihat orang dan tak pernah absen ke gereja. Pertanyaan kita adalah apakah orang tersebut orang kristen? Jawabnya dia adalah seorang yang percaya kepada Yesus sejati, tetapi yang harus kita perhatikan dan diingat adalah tingkah laku rohaninya persis seperti anak-anak berusia 2-4 tahun, karena didalam dirinya tidak ada isinya tentang pemahaman akan Firman Tuhan, Jika ia mendengar kotbah di gereja, dia cuma angguk-angguk kepala saja dan semuanya bagus dan benar. Jika ditanya salah satu ayat saja tentang Alkitab, tak satupun ia hafal apalagi mengerti maksudnya?. Biasanya orang seperti ini, akan menjawabnya dengan kata lain: aku kan bukan Pendeta, dan semua kan sudah tertulis dalam Alkitab, yang penting bagiku, aku berbuat baik dan orang lain gak perlu bagiku. Tetapi herannya, didalam dirinya ada selalu dorongan bahwa ke Gereja itu penting dan mendengar kotbah itu penting. Soal mengerti atau tidak mengerti itu urusan masing-masing. Tuhan mengerti semuanya itu, yang penting aku percaya saja. Anehnya orang seperti ini rajin berkumpul bernyanyi bersama, bersosial. Tapi jika ada orang datang kerumahnya untuk memberikan khabar baik yang pemahamannya cukup bagus, hanya karena umurnya lebih mudah dari padanya dan sudah memiliki level 4 yakni sangat faham tentang Roh Allah, eh malah dikatakan kurang sehat mau pergi keluar ada kerjaan (kepura-puraan). Tingkah laku rohani orang seperti ini adalah dibawah umur 4 tahun, persis anak kecil sekolah taman kanak-kanak dan memang tidak ada isi Firman Allah didalam dirinya. Perhatikanlah baik-baik dan ini sangat penting bagi kita orang percaya, yaitu karena Alam (Nature). Manusia diciptakan oleh Tuhan terdiri dari tubuh, dan roh (tubuh manusia sifatnya: Fana, sedangkan roh sifatnya KEKAl. Salah satu dari tubuh ini terdiri dari otak yang sangat canggih dan luar biasa, tidak seperti binatang. Sebab binatang tidak memiliki roh yang sifatnya Kekal, akan tetapi binatang memiliki tubuh yang hidup. Manusia terdiri dari sel-sel yang begitu sangat banyak dan selalu bergerak-gerak seperti Spiral. Kumpulan Sel-sel inilah yang disebut tubuh kita atau dikatakan Mesin Hidup. Sperma Manusia adalah Sel-sel kehidupan yang mencari sel-sel telur, dan ia berenang seperti ikan, dan sel-sel inilah yang menjadi tubuh manusia yang menghasilkan Tingkah Laku Jiwa atau disebut Phisikologi Tentang Jiwa. Binatang juga memiliki Jiwa tetapi tergantung dari pada sel-selnya. Jadi sel-sel binatang sangatlah sederhana sehingga tingkah lakunya juga sederhana. Misalnya seekor Ayam pasti tingkah lakunya berbeda dengan Ikan Paus. Jika kita perhatikan tingkah laku Ikan Paus, mereka bisa bunuh diri, jika kepala Rombongan mati, tidak seperti Ayam, Itik mereka ada Kesetiaan. Jadi tingkah lakunya berbeda-beda. Bagaimana dengan manusia? Mereka bisa bercinta, tanggungjawab, bersenang-senang, ada rasa ketertarikan lain jenis, berkumpul bersama, selera makan enak dsb. Tapi harus diingat pula, semua itu sifatnya Sementara saja yaitu tingkah Laku Jiwa, akan tetapi yang Kekal adalah roh. Tuhan menciptakan roh pada saat sel-sel telur bertemu dengan sperma manusia (laki-laki bertemu dengan perempuan pada saat momentum pertama. Pada saat pembelahan sel yang pertama itu, disanalah Tuhan memberikan roh, dan roh inilah yang memberikan kehidupan yang Kekal dan roh ini tidak pernah menjadi tua. (roh tetap hidup). Jadi, anak bayi yang berada dalam kandungan ibunya, meskipun umurnya baru 1 detik lalu ia mati, maka rohnya akan mempertanggungjawabkannya di Pengadilan Kristus pada saat hari Penghakiman. Ada orang bertanya, Allah tidak adil donk? Sebab anak tersebut belum menjadi tubuh manusia atau daging, belum berfikir dan belum berdosa. Alkitab menjawab: Bayi tersebut sudah berdosa karena roh itu sangatlah Misterius sebab roh manusia tidak memakai perasaan dengan otaknya saja, meskipun ia lahir baru 1 detk dan mati, Ia telah berinteraksi dengan Roh Kudus yakni dengan memakai satu sarana yang tidak pernah diketahui dan difahami oleh Manusia. Perhatikanlah ketika Allah berbicara dengan Jeremia sebagaimana tertulis dalam Pasal I: ayat 5 ketika ia dipanggil dan diutus Tuhan. ”Sebelum Aku membentuk engkau (Jeremia) dalam rahim ibumu (belum segumpal darah dan daging), Aku sudah mengenal engkau dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi Nabi bagi bangsa-bangsa”. Jadi jangan Heran dan beranggapan bahwa roh ini merupakan suatu karya yang dikerjakan oleh otak manusia sehingga kita dapat mengatakan bahwa bayi itu tidak berinteraksi atau berbicara dengan Tuhan, walaupun ia telah mati. Hati-hati bertobatlah dan berdoalah dan minta kepada Tuhan Yesus agar dosa dan perbuatan kita dimasa lalu dipulihkan oleh Tuhan Yesus, dia Maha Pengampun bagi orang yang mengakui kesalahannya. Segera minta pengampunan semua perbuatan dimasa lalu agar menjadi Terang dihadapan Tuhan (sebutlah satu persatu agar lepas dari ikatan dosa-dosa kita) Tuhan Yesus juga mengajarkan dalam doa di Bukit agar dosa Lepaskanlah dari yang jahat. Matius 18: ayat 18. Yesus berkata: ” Aku berkata kepadamu sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” 1 Yohanes 1 ayat 8-10, berkata: ”Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada didalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firmanNya tidak ada didalam kita”. Jangan ditunda-tunda sekarang juga. Roh Kudus menolong kita. Haleluyah. Segeralah bertobat. Lepaskanlah semua didalam Nama Tuhan Yesus, jangan berbuat dosa lagi, sebab Petrus juga menyampaikan kepada kita buanglah Iri hati, Hasut, tipu muslihat, dengki, kemunafikan dan Fitnah agar jangan menjadi batu sandungan. (1 Petrus 2 ayat 1:10) buka Alkitab. Jadi, kita berbicara tentang roh, ia adalah kekal. Disinilah Banyak Manusia tidak mau peduli bahkan tidak mau mengerti dan memahami tentang roh. Matius Pasal 22: 23-33, Markus 12:17-37, Lukas 20:27-40, Yesus menjawab pertanyaan orang Ahli Taurat dan orang Saduki. ” Diantara kami ada 7 orang bersaudara, yang pertama kawin, tetapi kemudian mati dan karena ia tidak mempunyai keturunan ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya. Demikian juga yang kedua, ketiga, ke empat, dan ke tujuh dan akhirnya sesudah mereka semua mati dan perempuan itu juga mati. Berdasarkan Hukum Musa (Taurat), jika seorang mati dengan tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu”. Pertanyaan orang Saduki adalah siapakah diantara ke tujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab semua mereka telah beristerikan dia (Perempuan itu). Yesus menjawab pertanyaan orang Saduki itu dengan mencobainya: ”Kamu sesat sebab kamu tidak mengerti kitab suci maupun kuasa Tuhan”. Jadi orang Saduki itu tidak mengerti tentang kitab suci bahwa dalam Kerajaan sorga itu tidak ada soal kawin dikawinkan antara laki-laki dan perempuan dan tidak ada lagi hubungan suami isteri. Mengapa demikian? Dan bagaimana nantinya jika saya mati, isteri mati, anak mati, kakak mati, Bapak mati, ibu mati, ompung mati (kakek), didalam Kerajaan sorga apakah mereka saling mengenal? Jawabnya adalah Ya dan Amin, tetapi tidak memiliki ikatan apa-apa lagi. Jadi pembohong, jika ada orang mengatakan bahwa di Kerajaan surga itu saling bercinta dan makan enak-enak sehingga perlu beramal di bumi agar tersedia makanan di sorga. Sungguh Luar Biasa Alkitab, karena tak satupun Kita Suci Lain yang menjelaskan tentang roh. Yesus berkata, tidak ada kawin dan dikawinkan karena pada saat sangkakala dibunyikan, roh orang percaya akan dibangkitkan dan mendapat tubuh yang baru (Sempurna). Jadi, pengenalan kita atas suami istri, anak, bapak, ibu dan sebagainya adalah PENGENALAN DENGAN ROH, bukan Pengenalan dengan Mata atau Perasaan Manusia sebab dalam Kerajaan Allah semuanya telah SEMPURNA. Bacalah dalam Matius 17 ayat 1-3, Ketika Yesus naik ke Gunung ia membawa 3 orang muridnya yang bernama Petrus, Yakobus dan Yohanes. Muridnya melihat bahwa Yesus bercakap-cakap dengan Elia dan Musa. Pertanyaan kita adalah apakah murid Yesus pernah mengenal Elia dan Musa dan mengapa mereka tahu dan melihat percakapan antara Yesus dengan Elia serta Musa. Jawabnya adalah Pengenalan mereka bukanlah dengan Mata tetapi dengan roh. Roh itu sangat misiterius sekali yang membawa kita kepada Kekekalan dari seluruh tubuh kita. Demikianlah sel-sel yang ada dalam tubuh manusia yang setiap hari ada yang mati, mulai dari sel yang terkeceil sampai terbesar dan kemudian berkembang lagi dan terus menjadi baru yang pada akhirnya tubuh kita juga mati. Pada saat dibunyikan sangkakala semua tubuh yang lama dibuang dan mempunyai tubuh yang baru yaitu roh (kekal). Jadi tingkah laku rohani yang paling rendah adalah dimana orang tersebut telah memiliki IMAN, Tetapi dia tidak dapat mengerti dan memahami apa sebenarnya yang dia Imani tetapi imannya tetap ada. Tingkah laku rohani seperti ini hanya level 0 (Nol) masih seperti anak taman kanak-kanak antara umur 2-4 tahun. Jadi didalam pikirannya tidak ada pengenalannya apa-apa baik tentang doktrin Gereja, meskipun roh nya sudah diselematkan oleh Tuhan Yesus tetapi orang tersebut sebenarnya tidak mengerti apa-apa yang dia percayai secara rasional. 2. Tingkah laku rohani berdasarkan Perasaan (Level I) Pada tingkat Level ini, sudah terjadi perubahan tingkah laku rohani yang lebih tinggi yaitu seseorang percaya kepada Tuhan Yesus adalah karena kepercayaan yang diperolehnya dari kedua orang tuanya dan bukan karena kepercayaannya sendiri. Jadi orang tersebut menjadi kristen karena dari perasaan (intuisi) sebab sejak kecil dia sudah dibesarkan oleh kedua orang tuanya yakni kristen sehingga orang tersebut merasa bahwa kristen adalah agama yang paling baik baginya. Jadi tidak ada sesuatu pengenalan yang sungguh-sungguh terhadap iman yang ia yakini. Janganlah kita menganggap orang ini bukan seorang kristen, dia adalah kristen sejati. Dia sangat setia terhadap gerejanya. Misalnya jika orang tuanya terdaftar sebagai anggota Jemaat di Gereja Pantekosta, atau GKI, atau GBI, dia juga setia terhadap gerejanya, sebab menurut perasaannya hanya gereja itu saja yang dianggapnya paling baik. Atau misalnya orang tuanya di Gereja kesukuan seperti Gereja Jawa, Gereja Pasundan, Gereja HKI, HKBP,GKPI dan lainnya dia juga setia terhadap gerejanya, sebab menurut perasaannya hanya gereja itu saja yang dianggapnya paling baik. Tingkah laku rohani seperti ini adalah antara umur 4-7 tahun yang dikategorikan sebagai Level I. 3. Tingkah Laku rohani berdasarkan Kenyataan ayau Konkrit (Level 2). Pada Level ini, seseorang sudah mulai berfantasi dan mulai berfikir tentang iman, tetapi permintaannya masih sangat terbatas kepada yang konkrit-konkrit saja. Misalnya jika dia berdoa kepada Tuhan agar penyakitnya disembuhkan. Sebab orang ini tahu betul bahwa Tuhan itu baik dan tidak ada yang mustahil baginya. Orang tersebut dapat berkata apabila Tuhan tidak memberikan kesembuhan terhadap penyakit yang dialaminya, berarti Tuhan tidak mengasihinya dan Tuhan tidak adil. Jadi Tuhan benar-benar memberikan muhjijat kesembuhan penyakitnya. Orang seperti ini sebenarnya sangat luar biasa. Ia bisa berdoa dan berpuasa, ia bisa memnberikan sedekah, Tuhan menolongnya dan menyembuhkan penyakitnya. Akan tetapi tingkah laku rohaninya sebenarnya masih seperti anak-anak yang sedang menanjak remaja yaitu antara umur 8-11 tahun karena permintaannya hanya terbatas yang konkrit-konkrit saja. Jadi meskipun dia dewasa, kita tidak perlu heran dan kita jangan berfikir ia beriman seperti orang dewasa, walaupun dia hamba Tuhan atau Pendeta yang dapat menyembuhkan orang lain, tidaklah berarti levelnya sudah tinggi. Jadi doanya saja sangat konkrit, akan tetapi dia tidak dapat memahami hal-hal yang abstrak. Tingkah laku rohani orang seperti ini dikategorikan pada Level 2. 4. Tingkah laku rohani yang Kompensional (Level 3). Pada Level ini, sudah mulai memberikan apa yang dia percayai yaitu tentang hal-hal yang Abstrak, tetapi masih berorientasi kepada yang kompensional. Misalnya apa yang gereja percayai itu jugalah yang diakui. Ini adalah Anak Remaja umur 12-17 tahun sehingga orang seperti ini berkotbahnya luar biasa dan dia mengenal kebenaran serta dia tahu persis jika membangun gereja, tidak ada orang yang boleh disuap karena suap adalah dosa. Akan tetapi tidaklah berari dia menolak jika dia melihat bahwa diterima lingkungan lebih penting dari pada menerapkan atau melakukan pekerjaan Tuhan yang diyakininya. Level ini kebenaran hanya makanan di otaknya saja atau didalam pikirannya saja dan dia betul-betul belum bisa menerapkan kekuatannya, karena dia masih tergantung pada kebutuhan sosialnya. Misalnya jika semua anggota Majelis Gereja setuju untuk disuap, nanti dia tidak dipakai lagi dilingkungan gereja, sehingga dia nanti dikucilkan oleh Gereja, dan dia tidak boleh lagi berkotbah. Jadi lebih baik menurut saja. Orang seperti ini sudah mempunyai prinsip iman yang sudah dia kenal, tetapi dia tidak mungkin berani menghadapi kenyataan. Level orang ini, adalah 3. 5. Tingkah Laku Rohani yang Individuativ (bertentangan dengan keyakinan dirinya). Level yang terakhir ini, adalah tingkah laku rohani yang bertentangan dengan keyakinan dirinya. Dia berani menyandang unsur iman yang belum dia kenal, tetapi dia berani menghadapi Realita bahwa Tuhan pada saatnya akan mengasihinya. Level ini jauh dari level konpensional. Ia berani menghadapi realita bahwa dia sendiri memberikan kesempatan untuk jatuh sakit sampai tidak sembuh dan dia yakin bahwa apapun yang terjadi atas dirinya adalah karena Anugerah Tuhan saja dan dia mengerti dan memahmi betul bahwa semuanya adalah milik Tuhan. Seperti Ayub, dia menghadapi Iman yang bertentangan dengan Keyakinan dirinya. Jadi levelnya sudah sangat tinggi. Jadi jika kita perhatikan bahwa struktur kehidupan tersebut terdapat satu Keunikan dalam diri manusia antara lain: 1. Semua tingkah laku rohaninya adalah Kristen 2. Semuanya lahir baru, akan tetapi jika orang yang Levelnya 0 (nol) jika dibandingkan dengan Level lainnya, maka perbedaanya sangat luar biasa. Orang yang levelnya 0, dia berani mati untuk Kristus sehingga kita tidak bisa menyamaratakan semua orang, pada hal semuanya adalah orang Kristen dan semuanya diperkenankan oleh Allah, hanya derajatnya saja yang berbeda sebab setiap orang Levelnya akan naik hanya satu tingkat dan tidak bisa melompat-lompat. Misalnya seorang penginjil ditantang untuk melayani Tuhan di daerah terpencil. Sebenarnya dia mempunyai kharisma yang luar biasa tetapi dia bisa mengeluh atau kecewa karena didaerah tersebut cukup jauh dari kota bahkan di pedalaman, sehingga apabila dia ditempatkan di wilayah tersebut, maka dia akan stres berat. Jadi, Penginjil tersebut sebenarnya dia masih seperti anak-anak dibawah umur 4 tahun. Kesimpulannya adalah tidak semua orang kristen harus memberitakan injil karena levelnya masih dibawah. Jadi anda dan saya belum tentu orangnya bukan?. Tugas yang wajib dilakukan adalah : • Jika levelnya masih bayi Nol, tentu penginjilannya cukup berdoa saja dulu; • Jika orang tersebut levelnya agak lebih tinggi mungkin dia cukup membawa Alkitab dan meletakkannya dipingir jalan, dan orang lain tak ada yang melihatnya; • Jika orang yang lebih tinggi lagi, menginjil saudara-saudaranya saja misalnya keluarga dulu; • Orang yang lebih tinggi lagi, dia sudah berani menginjil dipinggir jalan dan orang tahu bahwa dialah yang meletakkan Alkitab itu dipinggir jalan; • Orang yang lebih tinggi lagi sudah berani face-to face dan bicara langsung kepada orang yang bukan seiman karena dalam dirinya sudah ada kuasa Roh Allah; Jadi, saat ini banyak orang kristen mencampur adukkan tingkah laku rohaninya sehingga pada zaman ini begitu banyak orang seberang yang memiliki kepercayaan lain sehingga mmbenci orang kristen karena tingkah laku rohaninya seperti orang dewasa (Level Tinggi) pada hal orang tersebut baru pada level 0 atau 1, mereka berfikir bahwa dirinya orang kristen dewasa yang sudah level 4 atau 5, sehingga mereka keluar masuk rumah sakit, kepasar-pasar ke hotel-hotel seolah-olah mereka adalah orang kristen dewasa. Caranya saja sudah menjadi batu sandungan dan bahasa mereka saja tak mempunyai kasih dan suka mengusik hamba Tuhan bahkan mengatai-ngatai orang yang tak sejalan dengan mereka. Jadi bagaimana mereka itu menginjili orang? Kita harus lebih berhati-hati karena Tuhan tidak menuntut kita menjadi Terang dalam sutu Level yang sama. Tetapi Tuhan menuntut kita agar supaya kita naik setingkat lebih tinggi sesuai dengan proses pertumbuhan rohani kita dan terus meningkat sampai mempunyai target yang suatu hari kita akan mendapat level yang tertinggi. Orang yang betul-betul melayani Tuhan dengan hebat dipakai Tuhan seharusnya dia telah mempunyai: • Kehidupannya sudah suci; • Mengenal akan Alkitab dan hidup didalam roh dan kebenaran; • Mempunyai konsep Theologi yang baik; • Kehidupan pribadinya sudah matang dan dapat dipertanggungjawabkan; • Mempunyai keluarga yang baik dan tak bercacat; • Tidak pernah menuntut akan haknya, namun melaksanakan kewajibannya didunia ini sebagai manusia biasa; Untuk itu, seseorang hamba Tuhan perlu dilakukan pengujian atau test apakah mereka memiliki kehidupan seperti diatas?. Seorang Pendeta atau hamba Tuhan bernama James Popier, dia dipakai Tuhan dengan sangat luar biasa. Anaknya bernama Merly Dunker menulis sebuah Buku dengan Judul gloria Seasons of Night. Ia menceritakan pribadi Bapaknya. Jika kita membaca buku tersebut, kita bisa menangis. Anaknya mengatakan ketika Bapaknya sedang bertugas kotbah besar di Taiwan, anaknya yang paling besar menelpon dengan kondisinya sedang sakit depresi berat. Anaknya meminta agar Bapaknya segera pulang dan ia berkata: Please come home Papa, I Need You. Orang tuanya menjawab aku tidak bisa pulang karena masih ada tugas kotbah, pada hal kotbahnya sudah selesai di Taiwan. Setelah orang tuanya menerima telpon anaknya, justru ia pergi ke negara lain yaitu ke Kamboja, pada hal tugasnya tidak ada disana dan akhirnya anaknya bunuh diri. Tiba saatnya, pulanglah orang tuanya ke Roma tempat mereka tinggal. Dipagi hari dia merasa jengkel melihat isterinya dan lalu pergi meninggalkan rumahnya sebab ia menganggap isterinya menghambat pelayanannya untuk berkotbah dan ia pergi ke satu hotel untuk menginap 3 bulan disana dan ia tidak pernah lagi pulang ke rumahnya untuk berhubungan dengan keluarganya. Pada suatu hari anak-anaknya yang lain menghubungi Bapaknya dan mengatur secara pribadi agar dapat bertemu dengan ibu mereka. Ternyata untuk menerima telpon saja, Bapaknya sudah tidak mau lagi. Pada saat hari pernikahan anaknya yang lain, Bapaknya bersedia datang menghadiri pesta pernikahan dengan catatan bahwa ibunya tidak boleh hadir dan merekapun setuju. Pada saat pertemuan dengan Bapaknya diwaktu malam, ibunya datang mendadak dan duduk bersama mereka. Begitu ibunya datang, Bapaknya langsung meninggalkan mereka dan sampai akhir kayatnya dia tidak pernah lagi bertemu dengan isterinya dan anak-anaknya. Pertanyaan kita adalah, Hamba Tuhan seperti apakah orang itu, pada hal dia adalah seorang yang dipakai Tuhan yang sangat luar bisa. Sekarang kita tahu dan harus jujur bahwa banyak hamba-hamba Tuhan yang materialistis, gila hormat, membenci isterinya, sok kuasa, memukuli isterinya dan tidak pernah berkumpul dengan keluarga untuk saat teduh dan doa bersama. Janganlah dianggap apabila kita sudah dapat berkotbah dan menarik massa, pasti orang itu adalah Level yang tinggi. Untuk itu kita harus hati-hati dan jangan salah mengerti sebab kharisma Pemberian Tuhan atas suatu Kepemimpinan tidak selalu merupakan hal yang menyatu dengan Pekerjaan Roh Kudus. Jadi jika orang tidak hati-hati, maka kita akan terjebak dan tertipu sebab banyak orang sampai setia kepada Hamba Tuhan, padahal jika setia hanya kepada Tuhan Yesus saja karena hamba Tuhan itu adalah Manusia dan tidak boleh orang setia kepada manusia. Kita harus jujur dan transparan bahwa sesungguhnya apa yang terjadi dalam hidup mu? Sekarang kita harus benar-benar menyadarinya bagaimana sebenarnya menjadi Terang?. Tuhan Yesus tidak penah menuntut orang yang diberi satu talenta menjadi 5 talenta. Jadi jika kita diberikan satu talenta, bagaimana kita bisa menjadi 2 talenta dan seterusnya. Jadi haruslah sesuai dengan kematangan dari pertumbuhan rohani kita. Itulah sebabnya dewasa ini banyak orang mengatakan bahwa Alkitab itu adalah Phisikologi sebab banyak para Ahli Filsafat pada zaman Rasionalisasi ini bermunculan karena tidak mengerti Isi Alkitab. Memang Alkitab adalah mendidik orang menjadi baik, bukankah Alkitab itu untuk mendidik manusia yang tidak baik menjadi baik?, tidak boleh saling membenci dan harus saling mengasihi?. Semuanya itu adalah benar. Jadi pada zaman ini hamba Tuhan banyak yang berfungsi seperti itu. Pendapat itu tidak lah benar, semuanya adalah tipuan iblis dan kita harus tegas menolaknya, bahwa Alkitab bukanlah Phisikologi. Kita harus melihat bahwa Theologi adalah berbicara mengenai ISINYA, bukan struktur Hidup atau Pola-pola tingkah laku manusia. Theologi adalah bagaimana cara menjiwainya, yaitu percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, Percaya Tuhan Tritunggal, Percaya bahwa Tuhan adalah Firman yang hidup. Tetapi apa yang terjadi atas kepercayaan itu? Ternyata manusia hanya menyimpan semua itu didalam pikirannya saja. Jadi belajar Theologi hanya menghafalkan saja seperti Komputer. Jika ditanya siapakah Yesus itu? Dan apakah Tritunggal itu, orang dapat saja menjawabnya dengan benar. Jika demikian orang boleh saja mengatakan bahwa Alkitab itu adalah Phisikoligi, karena semuanya hanya merupakan bagian dari otak manusia saja, dalam arti tidak akan mengubah hidupnya. Kita dapat melihat bahwa banyak orang berkata bahwa: • Aku sudah baca semua isi Alkitab • Aku sudah belajar Alkitab dengan Pendeta si A • Aku sudah percaya Yesus dan Tritunggal • Aku sudah menginjil kemana-mana. Pertanyaan kita adalah Apakah hidupnya semakin baik atau tidak? Jika tidak, maka benarlah semua apa yang dilakukannya sebab jika bicara phisikologi, itu hanya memori saja yang disimpan dalam pikirannya yang berarti tidak ada apa-apanya alias tak ada isinya. Jadi bagaimana sebenarnya iman kristen itu? • Mengapa kita percaya Yesus? • Apakah pernah melihat Yesus? • Pernahkah bertemu dengan Yesus? • Pernahkan mendegar suaraNya? • Pernahkah bicara denganNya? Apa yang dimaksud dengan percaya kepada Yesus, ini perlu dipikirkn dengan baik. Alkitab berbicara yang sangat menarik sekali. Percaya kepada Yesus bukanlah berarti manusia berbicara secara rasional yang mengatakan bahwa Tuhan lahir di bumi dan bekerja lebih 3 tahun dan mati di kayu salib serta bangkit pada hari ketiga dan naik ke surga. Semuanya itu adalah Realita. Akan tetapi sesungguhnya kita baru menjadi ada apa-apanya apabila orang itu betul-betul mengalami sendiri dalam hidupnya. Jadi, jika kita hanya menghafal saja didalam otak, kita tidak ada apa-apanya dan tidak akan mengubah hidup kita walaupun kita menangis sampai keluar air mata satu ember. Manusia ada apa-apanya dengan Yesus, jika Yesus yang mati di kayu salib harus dapat mengubah hidup seseorang dan merasakan bahwa Yesus didalam hatinya, yaitu apabila ada PENGALAMAN DENGAN DIA SECARA PRIBADI. Pengalaman yang bagaimanakah itu? Bandingkalah pengetahuan yang kita miliki dengan pengetahuan yang dimiliki Abraham, mana yang lebih banyak? Tentu pengalaman anda bukan? sebab apakah Abraham mengerti Tritunggal? Apakah dia kenal Yesus tetapi bagaimana Yesus mengatakan bahwa Iman Abraham sama dengan kita dan Abraham menanti kelahiranKu dia bersukacita akan kelahiranKu, dia Bapa orang beriman? Bagaimanakah itu semua? Secara akal manusia atau logika manusia bahwa pengetahuan Abraham dan Musa serta Para Nabi memang tidak seperti pengetahuan yang kita miliki sekarang ini. Jadi kita lebih banyak dari pada mereka. Misalnya Yesus mati dan kematiannya itu menggantikan aku, bagaimanakah kita mengerti bahwa Roh Kudus itu melahir barukan manusia dan bagaimanakah kita mengerti bahwa pengalaman kita sekarang adalah pengalaman penyucian? Jadi, Abraham dan Musa serta para Nabi tidak mengenal semua itu sebab pengalaman mereka bukanlah secara rasional, bukan konsep-konsep. Janganlah kita salah mengerti bahwa kita mengenal Yesus, Tritunggal dan sebagainya secara rasional silahkan saja, tetapi harus ada satu pengalaman didalam roh. Jadi Abraham dan kita tidak ada bedanya, roh Abraham dengan Roh Kudus mengalami pengenalan (interaksi) atau berkomunikasi. Abraham percaya penuh bahwa Tuhan mempunyai rencana Keselamatan dan nanti akan datang seorang Mesias. Bagaimanakah bisa begitu? Lihatlah dalam Kejadian 21: 10-14, Pasal 25:1-6, apa yang Abraham lakukan? Dia mengusir Hagar, Ismail dan Ketura beserta gundiknya dengan kata-kata jangan sampai mereka ikut mewarisi Anak Perjanjian dan kemudian Abraham mengusir mereka. Apakah Abraham mengerti rencana Keselamatan?. Ini adalah Pengenalan dengan ROH ALLAH sendiri. Dalam Kejadian 22, ia mendengar suara Tuhan, perintah yang disampaikan Tuhan kepadanya betentangan dengan HATINURANINYA, bertentangan dengan doktrin ajaran agamanya, bertentangan dengan doktrin keyakinannya, karena dia tahu bahwa tidak mungkin Tuhan menyuruh Abraham untuk mengorbankan anaknya ISHAK tetapi dia tahu persis bahwa suara yang berbicara kepadanya itu adalah SUARA TUHAN. Perlu kita teliti dan cek sebab kita sering menafsirkan dengan keliru bahwa Abraham itu bergumul terus tentang anaknya Ishak yang akan disembelih di Gunung Moria, ternyata Abraham tidak bergumul sama sekali karena dia tahu persis bahwa yang berbicara kepadanya adalah ROH ALLAH. Jadi pengalamannya adalah sama dengan pengalaman kita secara rohani. Jadi kita percaya sepenuhnya seperti apa yang dialami Abraham artinya sama dengan kita sekarang ini. Abraham mengalami arti SOLAGRACIA (ANUGERAH). Jika kita perhatikan kehidupan Abraham, dia dipanggil keluar dari Urkasdim dalam suatu kondisi yang sangat sulit. Oleh karena itu Tuhan berkata kepada anda: ”Sementara kamu berbuat dosa, Kristus mati untuk kamu. Jadi Kasih Tuhan tidak tergantung karena kondisi Abraham, bukan karena Abraham baik? Tetapi karena Abraham memang dipangil Allah sementara dia masih menyembah berhala. Tuhan memanggil dia dari Urkasdim dan dia menurut. Apakah Abraham mengalami pengalaman IMAN? Kejadian 15:5-6 berkata: Kondisi seperti apa Tuhan mengatakan kamu akan mempunyai keturunan dan turunanmu akan menjadi seperti bintang-bintang dilangit yang tidak terhitung jumlahnya, tanpa pikir apa-apa, PERCAYALAH ABRAHAM kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai KEBENARAN. Lalu Tuhan membenarkan Abraham. Oleh karena itu dia percaya oleh karena IMAN (SOLAVIDE). Jadi kita dengan Abraham sama sekali tidak ada perbedaan. Bagaimanakah kita menjadi Terang..? Kita menjadi terang karena kita telah diselamatkan dan Roh Kudus ada didalam diri kita, tetapi kita menjadi terang adalah sesuai dengan level masing-masing. Kita harus memancarkan cahaya kepada orang lain dan bukan sebaliknya yaitu menutupi Sumber Terang itu. Jadi meskipun orang itu dipakai Tuhan, tidaklah selalu levelnya sama karena banyak hamba-hamba Tuhan saat ini yang struktur kehidupannya sebenarnya tidaklah baik tetapi Tuhan memakai mereka. Apabila dia tidak menyadari semua itu amatlah berbahaya sekali karena hal percaya bukanlah masalah mengerti, karena hal percaya tidak akan mengubah manusia. Untuk itu perlu dilatih lebih dalam pengalaman rohani yang sungguh-sungguh, jikalau seseorang masuk didalam pengalaman rohani sebagaimana yang dialami Abraham yaitu Pengalaman Spritual yang sesungguhnya yaitu kita harus masuk seperti pengalaman yang dialami Abraham yaitu bukan secara rasional. Inilah yang terpenting bagi kita. Haleluyah. Amin.

PENGENALAN AKAN TAURAT MUSA DAN TAURAT YESUS

 

PENGENALAN AKAN TAURAT MUSA DAN TAURAT YESUS

oleh

Piter Markus Simanjuntak

 Bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus wajib mengenal Kitab Sucinya sebab banyak orang belum faham dan mengerti akan  kitab sucinya yaitu Alkitab (Taurat dan Injil). Untuk itulah Penulis sangat berterima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus, dimana Buku Kecil ini dapat disajikan untuk para pembaca walaupun masih sangat sederhana. Tulisan ini sengaja dibuat untuk menjadi berkat bagi orang lain terutama yang mau Belajar Mengenal Taurat Musa dan Injil (Alkitab).

Buku ini dapat menambah wawasan pengetahuan tentang Kebenaran Firman Allah bagi orang-orang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatnya, karena banyak orang didalam mengkaji Alkitab, hanya didasarkan oleh karena pemikirannya sendiri, baik seeara redaksional  dengan pengetahuannya yang sangat terbatas, apalagi tidak dibimbing oleh Roh Allah, maka Firman Allah, tidak akan pernah disingkapkan Rahasia KebenaranNya. Oleh karena itu dewasa ini banyak sekali Bidat-Bidat Kristen yang membawa kepada penyimpangan terhadap Iman Rasuli.

Sekarang kita harus memahami dengan baik, sebab orang akan menjadi sesat untuk mengerti akan kekristenan dan akan rancu tentang Yesus, sehingga akan rancu juga istilah KRISTOLOGI yaitu Doktrin tentang Yesus, karena hal ini paling gampang untuk diselewengkan, dan sangat mudah diputarbalikkan oleh orang-orang lain Bidat Kristen.

Rasul Paulus yang diilhamkan Allah menulis dalam suratnya kepada jemaat di Korintus yaitu: II Korintus 3 ayat 13-18 yang berbunyi sebagai berikut:

“Tidak seperti Musa yang menyelubungi mukanya supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu, tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka. Jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya, bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca Kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya, sebab Tuhan adalah Roh, dan dimana ada Roh Allah disitu ada Kemerdekaan”. Dan kita semua mencerminkan Kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung Dan kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemulian yang semakin besar.

Perkara-perkara yang dahulu tersembunyi sejak kejatuhan Adam sampai dengan kedatangan Tuhan Yesus ke bumi ini sebagai Manusia (Firman sudah menjadi Manusia)   Kristus merupakan suatu yang Rahasia yang tersembunyi, tetapi dengan datangnya Injil (Roma 16:25, I Korintus 2:7-10, bagi orang-orang Percaya menjadi terbebas dari Hukum Taurat sebab kita tidak lagi memegang Hukum Taurat sebab kita sudah terlepas dari padanya ketika Yesus datang. Itulah sebabnya Rasul Paulus menulis  dalam Galatia 3:23:26 sbb: “Sebelum iman itu datang kita berada dibawah pengawalan hukum taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.

Jadi Hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang sebab itu kita tidak lagi ada dalam pengawalan penuntun yaitu hukum taurat, sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman didalam Yesus Kristus”.

 Jadi kita harus ingat statusnya sebagai  anak-anak Tuhan

Ketika anda dan saya mengundang RohNya untuk tinggal bersama roh kita, maka kita akan menyaksikan kebenaran dan kuasa didalam kehidupan kita sehari-hari. Inilah yang disampaikan Rasul Paulus dalam Roma 8:16: “Roh Allah bersaksi bersama-sama roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Ketika Allah memberikan RohNya kepada kita, Dia memberikan seluruh keberadaanNya, tetapi itu dapat diterima sejauh yang bisa dipercayai oleh iman kita.

Nabi Yehezkiel, juga mencatatnya dalam pasal 11 ayat 19-20; bahwa Allah berjanji : “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru didalam batin mereka, supaya mereka hidup menurut segala ketetapanKu dan peraturan-peraturanKu dengan setia, maka mereka akan menjadi umatKu dan Aku akan menjadi Allah mereka”.

Marilah kita belajar pengenalan akan Taurat itu, Bagaimanakah sebenarnya Hukum Taurat itu   berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari?.

Kita tidak boleh membuka Perjanjian Lama sebelum kita membuka terlebih dahulu Perjanjian Baru, mengapa demikian…? Karena Yesus datang kedunia ini   telah menggenapi Hukum Taurat.

Cerita ini, dimulai ketika Yesus mengajar di Bait Allah, dan disana ada beberapa orang para Ahli Taurat   dan orang Farisi. Orang Farisi itu datang menghadap Yesus  dengan membawa seorang wanita yang berbuat zinah?. Mereka meminta kepada Yesus bagaimana sebenarnya jawaban Yesus terhadao perempuan berzinah itu, pada hal mereka hanya ingin mencobai saja?

Orang Farisi bertanya kepada Yesus. Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapatmu t

Berdasarkan Hukum Taurat, apabila ada seorang wanita berzinah, maka perempuan itu harus dilempari dengan batu sampai mati.

Jadi, Yesus mau mereka uji, apa yang dilakukan Yesus terhadap prempuan itu?. Jika Yesus melempari wanita itu dengan batu, maka menurut Tauratnya Yesus yaitu Injil, Yesus akan Gagal sebagaoi Juruselamat Dunia, akan tetapi apabila Yesus mengampuni perempuan itu, maka Yesus harus dilempari dengan batu, karena Yesus tidak mengikuti Hukum Hukum Taurat.

Jadi, apa jawaban Yesus kepada orang Farisi itu?

Yesus menulis sesuatu dengan jarinya di tanah, dan ketika orang Farisi itu terus bertanya dan mendesaknya sehingga Yesus bangkit untuk menjawabnya, dan berkata:

Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepda perempuan itu.” (Yohanes 8:7b). Lalu Yesus membungkuk dan menulis kembali di tanah.

Apa Reaksi oang Farisi itu?

Eh.. ternyata mereka pergi satu-persatu pergi meninggalkan Yesus mulai dari yang termuda sampai yang tertua, dan pada  akhirnya Yesus tinggal seorang diri dengan perempuan itu dan Yesus berkata kepadanya:

“Aku tidak menghukum engkau, Pergilah dan jangan berbuat  dosa lagi mulai sekarang (Yohanes 8:11)

Jadi, Jelaslah bagi kita bahwa Perempuan yang berdosa itu dibawa kepada Yesus oleh karena Hukum Taurat, Kemudian Yesus mengampuni perempuan itu. Jadi Hukum Taurat membawa orang berdosa kepada Yesus  (Injil) dan  Yesuslah yang memberikan pengampunan kepada setiap orang berdosa di bumi ini, sebab Hukum Taurat Musa tidak memberi Pengampunan Dosa.

Heran bukan? Tauratnya Yesus!

Mengapa sebenarnya orang Farisi itu tidak melempari perempuan itu dengan batu sampai mati? Pada hal Hukum Taurat mengatakan harus dilempari dengan batu, ternyata mereka pergi satu opersatu meninggalkan Yesus dan perempuan berzinah itu dan mereka tidak melemparinya dengan batu.

Rupanya mereka sadar bahwa ketika Yesus mengatakan : “Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepda perempuan itu.” (Yohanes 8:7b).

Jadi, apa yang ditulis Yesus ditanah itu adalah TAURAT YESUS.

Ternyata Taurat Yesus itu menyadarkan   mereka sendiri  karena Yesus mengatakan kepada mereka Barang siapa yang orang berdosa, silahkan lempari dengan batu, ternyata orang Farisi itu juga orang yang berdosa.

Mari kita baca  Injil Matius Pasal 5:21-22:, Yesus berkata:

“ Kamu telah mendegar  yang di firmankan kepada nenek moyang kita, Jangan membunuh, siapa yang membunuh  harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah saja terhadap saudaranya harus dihukum, siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafiri harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahili harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala”.

Menurut Taurat Musa, setelah dilakukan Pembunuhan barulah di hukum, Sedang menurut Taurat Yesus Orang yang Marah saja pun kepada saudaranya sudah kena hukum.

Jadi Taurat Musa, Membunuh dulu, baru dihukum, tetapi Taurat Yesus, sampai mlihat kedalam hati manusia. Jika kita mempunyai perasaan marah saja kepada orang lain sudah dapat dihukum, dimana seakan-akan sudah terjadi pembunuhan itu.

Matius 5: 27-28, Yesus berkata: “Kamu telah mendengar firman, Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia didalam hatinya”.

Hal inilah yang Yesus tulis di tanah, semua orang yang melihat dan membaca tulisan itu, mereka sadar sebab mereka pun pernah memandang seorang perempuan dan menginginkannya.

Yohanes 8:4 berkata: Mereka menempatkan perempuan itu ditengah-tengah lalu berkata kepada Yesus:” Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.

Kita dapat merenungkan, apa sebenarnya yang mereka lihat? Ketika mereka menangkap basah seorang perempuan yang berzinah itu? Mereka memandang perempuan itu dan menginginkannya didalam hatinya, namun mereka tidak berani bertindak dan melakukan perzinahan. Itulah sebabnya ketika Yesus menuliskan Taurat Yesus, semua orang merasa berdosa, sehingga tak seorangpun yang berani melempari perempuan itu dengan batu, karena mereka sadar bahwa mereka juga orang berdosa dan patut di hukum. Itulah sebabnya mereka mencari seorang penyelamat yaitu Yesus Kristus, walaupun masih banyak orang yang lolos dari jerat  itu sampai sekarang. Siapa orang-orang  yang lolos dari jerat itu? Ternyata mereka Para Ahli Taurat yaitu orang-orang Farisi, Orang Saduli yang tahu akan hukum Taurat, tetapi Yesus menaruh belas kasihan kepada mereka.

Ada Berapa Hukum Taurat itu? Ada 5 Kitab yaitu:

Ke 5 Kitab itu, ditulis oleh Nabi Musa dari Allah, melalui Malaikat. Kitab itu menguraikan permulaan sejarah manusia yang merupakan satu kesatuan rohani yang membentangkan urutan pengalaman umat Allah disegala zaman.

1.  Kitab Kejadian:

Kitab Musa I adalah kitab yang membentangkan kejatuhan umat manusia yang disebabkan oleh karena dosa. Kedaulatan Allah dalam menciptakan alam semesta serta memilih umatNya yang menjanjikan tanah Kanaan kepada mereka sebagai warisan (Allah berdaulat dalam memilih Abraham, Ishak dan Yakub beserta keturunannya)

2.     Kitab Keluaran.

Kitab yang ke II ini, adalah kitab yang memberitahukan tentang Pelepasan manusia karena Anak Domba. Allah berkuasa dalam menyelematkan UmatNya yaitu bangsa Israel dari tanah Mesir dengan tangan   yang kuat dan kedahsyatanNya.

3.     Kitab Imamat.

Kitab yang ke III adalah kitab yang memberitahukan tentang persekutuan umat manusia dengan Allah atas dasar penebusan, dan Allah menuntut agar umat tebusannya dikuduskan.

4.    Kitab Bilangan.

Kitab ke IV ini adalah kitab yang memberitahukan tentang bimbingan dalam perjalanan musafir yang dipimpin oleh Allah sendiri. Kemurahan dan Kemurkaan Allah bagi yang tidak percaya, walaupun mereka dilindungi dan dipelihara sampai ke tanah Kanaan dan mendudukinya.

5.     Kitab Ulangan

Kitab ke V ini adalah Kitab yang memberitahukan kepada hukum Allah dan Penggenapan perjalanan musafir kepada Allah. Kita melihat Kesetiaan Allah yaitu setia kepada JanjiNya dan Umat TebusanNya dibawa  ke Tanah Perjanjian

Bagaimanakah sebenarnya Sifat Hukum Taurat Musa itu?

Kita harus membukanya dalam Perjanjian Baru yaitu:

Roma, Pasal 7: 12-14 berkata:

Ayat (12) ”Hukum Taurat adalah Kudus dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik

(14) ”Sebab kita tahu bahwa hukum taurat adalah rohani tetapi bersifat daging yakni terjual dibawah kuasa dosa”

Jadi, sifat Hukum Taurat adalah benar, baik dan rohani, tetapi apakah bersifat Kasih?.

Untuk mengetahui apakah Hukum Taurat itu bersifat kasih, maka kita membaca pada Injil Matius 22 ayat 36-40, dimana Yesus dicobai oleh orang-orang Farisi, Saduki dan Para Ahli Taurat yaitu:

Ayat (36):      Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum taurat?

(37):      Jawab Yesus kepadanya, ” Kasihilah Tuhan Allamu dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap akal budimu”

(38):     Itulah Hukum yang terutama dan yang pertama

(39):      Dan Hukum yang kedua yang sama dengan itu ialah “ Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”

(40):      Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum taurat dan kitab para nabi.

Jadi, Yesus mengatakan bahwa Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi, bergantung  kepada HUKUM KASIH.

Injil Lukas mencatatnya dalam pasal 10 ayat 25-28, dimana ketika Yesus berbicara kepada seorang Ahli Taurat yang ingin mencobaiNya:

Ayat (25):    Guru…. apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?

(26):       Jawab Yeus kepadanya, apa yang tertulis dalam hukum taurat, apa yang engkau baca disana?

(27):       Jawab orang itu : ’Kasihilah Tuhan Allamu dengan segenap hatimu dan dengan jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan segenap akal budimu, dan kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri”

(28):     Kata Yesus kepadanya, ”Jawabanmu itu benar, perbuatlah sedemikian, maka engkau akan hidup”

Percakapan itu terlihat bahwa Rasul Matius dan Lukas mencatat bahwa Hukum Taurat bergantung kepada Hukum Kasih.

Mengapa Yesus mengatakan demikian? Jawabnya adalah karena Yesus datang ke dunia yang fana ini sampai Ia mati dikayu salib adalah karena Yesus mengasihi Allah dan Manusia. Itulah sebabnya Ia berkata: Perbuatlah demikian sebab tak seorangpun manusia yang dapat melakukan Hukum Taurat.

Jika Hukum Taurat dapat dilakukan dengan tanpa cacat, sudah barang tentu Hukum Tauratlah yang terbaik untuk kita manusia.

Mengingat tak seorangpun manusia di dunia ini dapat melaksanakan perintah Hukum Taurat, itulah sebabnya Yesus datang ke dunia ini untuk menggenapi Hukum Taurat, sebab hanya Dia sajalah yang dapat melakukan perintah Hukum Taurat dengan baik, benar, tidak bercacat dan tidak berdosa dihadapan Allah sehingga Ia naik ke Sorga.

Hanya karena kesombongan, kecongkakan, keangkuhan manusialah yang mengatakan bahwa dengan Melakukan perbuatan baik dapat masuk kedalam Kerajaan Sorga. Ucapan Manusia seperti itu adalah suatu kesalahan yang fatal sebab kita tahu bahwa apabila manusia melakukan pelanggaran yang terkecilpun kita lakukan didalam hukum taurat kita sudah tidak layak lagi untuk masuk kedalam kerajaan sorga.

Dengan demikian, Hukum apakah yang menjadi Dasar Pegangan Hidup seseorang untuk keselamatan hidup yang kekal itu?

Jawabnya adalah Hukum Kasih yaitu hanya dengan IMAN kepada Yesus Kristus saja.

Bagaimana Hukum Taurat itu ditulis dalam Kitab Nabi Musa? Apakah langsung dari Allah?

Injil Lukas 7:53f mencatat:” Kamu telah menerima hukum taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya”

Apakah maksudnya?

Paulus mencatat di Galatia 3 ayat 39 berkata:” Ia ditambahkan oleh  karena pelanggaran-pelanggaran, sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu dan Ia sampaikan dengan perantaraan malaikat kedalam tangan seorang pengantara” .

Dalam Ibrani 2 ayat 2 berkata:

”sebab jika firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat, tetap masih berlaku dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan manusia mendapat balasan yang setimpal”

Jadi, kita tidak memerlukan tafsiran lain selain ucapan Allah sendiri bahwa Hukum Taurat disampaikan oleh Nabi Musa kepada Umat Manusia pada Perjanjian Lama, adalah dengan perantaraan Malaikat-malaikat, bukan langsung dari Allah”.

Itulah sebabnya dalam Injil Yohanes pasal 1 ayat 17 berkata: Hukum Taurat diberikan oleh Nabi Musa kepada Umat Manusia, tetapi KASIH KARUNIA dan KEBENARAN datang dari YESUS KRISTUS”.

Akan tetapi walaupun sifat hukum taurat itu kudus, benar, baik dan rohani, tetapi didalamnya TIDAK ADA KASIH KARUNIA yang berupa ANUGERAH dan PENGAMPUNAN DOSA, akan tetapi tidaklah berarti hukum taurat itu tidak perlu? Justru Keduanbya diperlukan, sebab jika keduanya disatukan, maka disebut ”INJIL” (Taurat + Anugerah). Jadi, Hukum Taurat itu disampaikan Allah adalah dengan perantaraan Malaikat, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Hukum Taurat itu disertai dengan roh perbudakan, sebab Malaikat adalah budaknya Allah.

 Siapa yang berlindung dibawah Hukum Taurat, mereka akan menjadi budak, itulah sebabnya orang Israel bernaung dibawah Hukum Taurat sehingga mereka menjadi budak sebab taurat itu mengandung darah binatang yang mengingat akan dosa.

Rasul Paulus menulis firman Allah itu pada orang Ibrani, pasal 10 ayat 2-4 yang berbunyi:

Ayat (2):      ”Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selamanya”.

(3):      Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa”

(4).     Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapus dosa”.

Jika demikian hukum apakah yang dapat menghapus dosa manusia?

Rasul Paulus menulis pada jemaat di Roma, pada pasal 8 ayat 15:

“Sebab kami tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itulah kita berseru Ya..abba, Ya …B apa.”

Injil dengan Roh  Kudus diberitakan keseluruh dunia karena Injil disertai dengan Roh Kebenaran. Oleh karena itu, siapa yang menerimanya menjadi anak Allah, sebab keenaran disampaikan oleh Anak Allah yaitu Yesus Kristus yang mengiring manusia kepada damai sejahtera, karena Injil mengandung Darah Yesus yang dapat menghapus dosa manusia.

Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa Injil lebih dahsyat dari pada Hukum Taurat sehingga Injil dikatakan Khabar Baik karena mengandung Nama Yesus yaitu sebagai Jalan Keselamatan, sedang Hukum Taurat tidak menyelamatkan.

Hukum Taurat itu diberitakan kepada manusia agar manusia tidak tertipu oleh Iblis yang hendak mengaku sebagai Allah dan manusia tidak menyembah kepada berhala-berhala serta menguduskan Nama Allah yang mempunyai hari penghentian untuk beribadah kepadaNya dan juga untuk memberitahukan kepada manusia supaya menghormati orang tua agar panjang umur dan berkat di bumi. Misalnya dilarang membunuh manusia sebab jika manusia membunuh, maka hidupnya semakin susah karena akan dihukum dan masuk penjara , karena semua itu hanyalah tipuan iblis, bukan dari Allah.

Jadi, bagaimanakah pandangan Yesus terhadap Hukum Taurat itu?

Rasul Yohanes mencatat dalam pasal 5 ayat 45 yang berkata: ”Jangan kamu menyangka bahwa Aku akan mendakwa kamu dihadapan Bapa, yang mendakwa kamu adalah Musa yaitu Musa yang kepadanya karena menaruh pengharapanmu”

Yesus mengingatkan kepada kita bahwa hukum taurat itu adalah hukum yang mendakwa, sedangkan keselamatan hanya ada dari Yesus sendiri.

Semula oran Farisi, Saduki dan Ahli Taurat menganggap bahwa Hukum Taurat dalah Hukum yang menyelamatkan atau dengan melaksanakan Hukum Taurat, mereka bebas dari dosa?

Roma: 3 ayat 10 berkata: ”Seperti ada tertulis, Tidak ada yang benar seorangpun tidak”.

Jadi hukum taurat itu adalah untuk memperlihatkan dosa-dosa manusia sehingga hukum taurat itu menuntut akan darah yang setiap tahunnya dipersembahkan.

Pada hal sebenarnya yang dituntut Allah adalah Darah Yesus sebagaimana yang dituliskan oleh Yohanes pasal 19 ayat 7 yang berbunyi:

”Jawab orang jahudi kepadaNya: ”Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu, Ia harus mati sebab Ia menganggap diriNya sebagai Anak Allah”.

Tetapi apa yang harus terjadi? Oleh kematian Yesus, Iblis dimusnahkan bersama kebangkitan Yesus. Jadi sebenarnya hukum taurat juga adalah hukum yang memusnahkan iblis. Itulah sebabnya dalam 1 Korintus 15 ayat 56 :

”Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa adalah hukum taurat”

 Hukum Taurat adalah Bayangan Keselamatan

Hukum Taurat bukanlah merupakan Hakekat dari Keselamatan, tetapi Bayangan dari Keselamatan yang akan datang.

Dalam Ibrani pasal 10 ayat 1 berbunyi:

”Didalam hukum Taurat terdapat Bayangan saja dari Keselamatan yang akan datang dan bukan hakekat dari Keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama yang setiap tahun terus menerus dipersembahkan, hukum taurat tidak akan mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian didalamnya”

Dalam Pasal 9 ayat 9-10 diperjelas lagi oleh Rasul Paulus

Ayat (9): ”Ia adalah Kiasan masa sekarang sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya  menurut hati nurani mereka”

(10):   ”Karena semuanya itu disamping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani yang hanya berlaku sampai tiba waktu pembaharuan”.

Jadi hukum taurat tidak berlaku untuk selamanya, karena pada ayat 10 dikatakan bahwa hukum taurat itu hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan karena kebenaran adalah kekal. Jadi hukum  taurat hanya merupakan Kiasan Saja, sedangkan untuk mendapatkan Pengampunan Dosa, hukum Taurat menetapkan atas 3 macam yakni

1.   Korban

2.    Imam Besar

3.   Tempat Kudus (Bait Suci)

Ini adalah merupakan bayangan saja, sedangkan Kebenaran yang sesungguhnya adalah Yesus Kristus, Dialah Korban yang menebus dosa manusia.

Yesus adalah Imam  Besar dan juga Bait Suci itu sendiri. Sebenarnya persembahan korban sudah harus berhenti pada saat Yesus datang. Sorga  adalah tempat kudus (Bait Suci) berdasarkan contoh yang diperlihatkan di atas gunung. Tubuh kita juga Bait Suci, karena tubuh kita adalah Kudus, roh kita menjadi kudus setelah dibasuh dengan darah Yesus dan Nama Allah ada pada kita dan upacara Perjamuan Kudus sebenarnya adalah merupakan upacara Pemindahan Perkakas Bait Suci kedalam tubuh kita.

Perkakas Bait Suci itu adalah:

1.     Darah Domba diambang pintu rumah yaituy melambangkan sebuah mezbah tempat penyembelihan korban. Untuk manusia mezbah merupakan satu pertobatan kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat Umat manusia.

2.     Penyeberangan laut Tiberau dilambangkan sebagai bejana pembasuhan. Bejana ini adalah Baptisan air bagi orang percaya;

3.     dituntut oleh Tiang Api dilambangkan sebagai mezbah pembakaran ukupan

4.    Dituntun oleh tiang awan ini dilambangkan dengan Roh Kudus yaitu Kaki Dian

5.     Diberikan makan manna dilambangkan sebagai roti sajian di Padang Gurun dan Firman Allah

6.    Penyeberangan sungai Yordan dilambangkan sebagai Tirai dari Kematian Pisik. Tirai adalah Pembatasan ruangan orang kudus dengan ruangan Maha Kudus.

7.     Masuk ke Tanah Kanaan, dilambangkan sebagai Tabut Perjanjian yaitu Tanah Perjanjian yang berada di sorga;

Ketujuh hal tersebut adalah Bayangan dari Kemah Suci.

Sebenarnya apa yang ada pada Hukum Taurat itu   ádalah bayanan dari sesungguhnya. Bait Allah dan Kemah Suci  adalah bayangan dari Bait Suci yang sesungguhnya. Jadi jangan meremehkan tubuh kita karena tubuh kita  adalah Bait Suci yang sesungguhnya.

Dalam 1 Tesalonika, Pasal 2 ayat 7-10 berkata:

”dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diriNya bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya dalam kuasaNya didalam api yang menyala-nyala dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalankan hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari Kemuliaan kekuatanNya. Apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudusNya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai”

Hukum Taurat adalah Kiasan Kebenaran

Ulangan pasal 10 ayat 14:

”Sesungguhnya Tuhan Allahmyu yang empunya  langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit dan bumi dengan segala isinya”.

Allah mencipta dari segalanya dalam penciptaannya, bahwa ketiga keberadaan Allah berperan   sebagai berikut:

1.     Bapa adalah Perancang

2.     Anak adalah Pelaksana

3.     Roh Kudus adalah membantu pekerjaan Anak dan Bapa

Ibrani Pasal 1 ayat 2 berbunyi:

”maka pada zaman akhir ini, Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anaknya yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada . Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta”.

Yohanes 1 ayat 3 berbiunyi:

”Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak da satupun yang tidak jadi dari segala yang telah dijadikan”

Ini berarti Anak melakukan   segalanya, tanpa Anak tidak ada sesuatupun yang telah diciptakan. Jadi Anak adalah Pelaksana, Roh Kudus membantu semua pekerjaan Anak yang telah dirancang oleh Bapa. Demikianlah proses penciptaan itu.

Demikian  juga halnya dengan Keselamatan Manusia. Rancangan awal ditentukan oleh Bapa, lalu Anak melakanakan sesuatu yang dirancang oleh Bapa. Dalam kehidupan di dunia ini Yesus ditolong oleh Roh Kudus (Yesus di kandung oleh Roh Kudus) dan memulai pelayannya setelah menerima Roh Kudus. Jadi Keselamatan Manusia bukanlah kehendak Anaknya saja tetapi juga kehendak Bapa di sorga.

TAURAT DAN INJIL.

Kesimpulan dari Hukum Taurat adalah: ”tidak da yang benar, seorangpun tidak”

Berarti Hukum Taurat menyatakan dosa manusia. Nabi-nabi berseru bahwa perlu datang orang benar yang bukan berasal dari dunia ini, tetapi dari atas. Lalu para Nabi mempersiapkan diri untuk menyambut dan menyiapkan jalan kedatangan Orang Benar itu dan Orang Benar itu pun sudah datang yang namanya Yesus Kristus.

Apabila Hukum Taurat menyatakan dosa manusia, Nabi-nabi berseru bahwa perlu datang Orang Benar yang bukan berasal dri dunia ini, tetapi berasal dari atas. Lalu para Nabi mempersiapkan diri untuk menyambut dan menyiapkan jalan Kedatangan Orang Benar itu dan Ia pun telah datang yang namanya Yesus Kristus.

Apabila hukum Tyaurat tidak menyatakan dosa manusia, maka tidaklah diperlukan Kedatangan Orang Benar itu karena tidak ada gunanya. Kedatangan Yesus Kritus ke dunia ini menjadi berguna sebab manusia telah mengetahui dosanya melalui Hukum Taurat.

Jadi fungsi Injil adalah melalui pengorbanan Yesus yang menyatakan Kebenaran Allah sehingga Orang yang menerima Injil memperoleh Hidup. Kita telah mengetahui sekarang bahwa fungsi Injil adalah ”Orang Benar Hidup karena Iman”.

Jadi Kebenaran Allah ada 3 jenis yaitu:

1.     Untuk ANAK yaitu Kehendak Allah untuk menguduskan Anak di sebelah kanan Bapa menjadikan seorang Ahli Waris

2.     Untuk NAMA ALLAH yaitu kehendak Allah untuk menguduskan Nama Allah dengan memusnahkan musuh yaitu Satan (Iblis)

3.     Untuk MANUSIA yaitu kehendak Allah untuk manusia yaitu Percaya kepada Anak diberinya Anugerah Keselamatan.

Akan tetapi untuk kepentingan Manusia ditunda terlebih dahulu sampai kedatangan untuk ANAK dan NAMA ALLAH diselesaikan terlebih dahulu, karena kepentingan ANAK dan NAMA ALLAH diutamakan lebih dahulu, baru untuk kepentingan MANUSIA karena:

a.  Injil belum dapat diberitakan sebelum Yesus Kristus duduk di sebelah Kanan Allah Bapa di sorga untuk dimuliakan. Setelah pekerjaan ANAK selesai di bumi, barulah Roh Kudus dicurahkan dan Injil baru dapat diijinkan untuk diberitakan keseluruh dunia. Jadi tanpa Roh Kudus mustahil orang dapat menerim Injil.

Yohannes 7 ayat 39 berbunyi: ” Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya sebab Roh itu belum datang karena Yesus belum dimuliakan.

Ayat ini menunjukkan bahwa kepentingan manusia ditunda lebih dahulu sampai Yesus Kristus dimuliakan. Tak seorangpun mengaku Yesus Kristus dalah Juruelamat, jika tidak oleh Roh Kudus.

Sebelum Roh Kudus dicurahkan, Yesus melarang Namanya diberitakan. Hal tersebut dicatat oleh Markus 8 ayat 29-30 yang berbunyi:

”Ia bertanya kepada mereka: tetapi apa katamu, siapakah Aku ini,,?, maka jawab Petrus; Engkau adalah Mesias..! Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya jangan memberitahukan kepada siapapun  tentang Dia”.

Matius 16 ayat 20 berbunyi: ”Lalu Yesus melarang murid-muridnya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias”.

Larangan Yesus tersebut untuk memberitahukan bahwa Ia Mesias menunjukkan bahwa Keselamatan untuk Manusia ditunda lebih dahulu karena tempat bagi manusia di sorga belum disediakan sebab Yesus sendiri belum duduk disebelah kanan Bapa (masih berada di bumi).

b.    Tempat Bagi Manusia yang percaya kepadaNya belum disediakan, tetapi setelah Dia naik ke sorga barulah Dia menyediakan tempat bagi kita manusia. Jadi Kedatangan Kristus ke dunia ini hanya semata-mata untuk keselamatan manusia saja, pasti tempat bagi kita telah tersedia di sorga sebelum Yesus datang.

Yohanes 14 ayat 1 -3 berbunyi: ” Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percaya juga kepadaKu. Dirumah Bapaku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian tentu Aku mengatakan kepadamu. Sebab Aku pergi kesitu untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila aku telah pergi kesitu dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali  dan membawa kamu ke tempatKu supaya ditempat dimana Aku berada kamupun berada”

Tuhan Yesus menjadi Pembela bagi Manusia setelah Ia mati, bangkit dan duduk disebelah kanan Allah. Ia hanya membela kita orang yang percaya kepadaNya.

Ini dikatakanNya dalam Roma 8 ayat 34:

”Kristus Yesus yang telah mati bahkan lebih lagi yang telah bangkit yang juga duduk disebelah kanan Allah yang malah menjadi Pembela bagi kita. Yesus menggenapkan hukum taurat dengan memperioritaskan kepentingan Allah terlebih dahulu barulah kepentingan Manusia.

Ia juga mengajarkan kepada kita Manusia untuk berdoa:

”Dikuduskanlah namaMu, datanglah kerajaanMu kemudian jadilah KehendakMu di bumi seperti di sorga.” Kehendak Bapa di bumi adalah Keselamatan Manusia.

Jadi kepentingan Allah harus diutamakan yaitu Menguduskan NamaNya dan menjadikan Yesus Kristus sebagai Raja. Karena telah selesainya kehendak Nama Allah, maka Injil harus diberitakan dengan sungguh-sungguh keseluruh dunia supaya kehendak Allah dibumi terjadi seperti kehendak Allah di Sorga.

c.     Kehendak Allah adalah hal yang paling menyenangkan hati Allah sebab sifat dari kehendak Allah adalah mendatangkan kehidupan.

Kehendak Allah yang pertama adalah Anak. ”Barang siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup, sedang yang paling menyakiti hati Allah adalah Dosa. Sebab sifat dosa adalah mendatangkan Maut. Satu saja kita melalukan dosa, maka kita akan mendapat maut.

Kehendak Allah yang Kedua adalah untuk Nama Allah, sebab Nama Allah sangat penting bagi Allah. Tidak ada hal lain yang dikatakan Besar oleh Allah selain NamaNya.

Nabi Yehezkiel mencatat dalam Pasal 36 ayat 22-23 yang berbunyi:

” Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel. Beginilah firman Tuhan Allah. Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena NAMAKU yang Kudus yang kamu najiskan ditengah-tengah bangsa-bangsa, dimana kamu datang, Aku akan menguduskan NAMAKU yang Besar yang sudah dinajiskan ditengah-tengah bangsa dan yang telah kamu najiskan ditengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, demikianlah firman  Tuhan Allah, manakala Aku menunjukkan kekudusanKu kepadamu dihadapan bangsa-bangsa”.

Bagi kita manusia, NAMA ALLAH sangat penting karena nama inilah yang dapat menyelamatkan manusia. Kita perlu memberitahukan NAMA YESUS karena YESUS adalah Nama BAPA, Nama ANAK dan Nama ROH KUDUS. Yesus adalah Nama BAPA yang diberikannya kepada ANAK MANUSIA. Jadi untuk Anak dan untuk Nama Allah adalah Kepentingan ALLAH.

Jadi, kepentingan Allah harus diutamakan. Janganlah Manusia berfikir bahwa semua ini hanyalah untuk manusia saja, sebab sorga dan dunia diciptakan adalah untuk kepentingan Allah sendiri. Sesudah kepentingan Allah selesai barulah kepentingan Manusia dikerjakan.

Alkitab menjelaskan kepada kita  :

1.     Untuk Anak:

Ibrani 1:2 berbunyi: ”maka pada zaman akhir ini, Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya yang telah Ia tetapkan sebagai yang  berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta”.

2.     Untuk Nama Allah:

1 Yohanes 3 ayat 8: ” Barang siapa tetap  berbuat dosa, berasal dari iblis sebab iblis berbuat dosa dari  mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan  diriNya yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbutan iblis itu”.

3.     Untuk Manusia:

Yohanes 3:16 ” Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Jadi yang paling utama dari seluruh isi Alkitab adalah Ibrani 1 ayat 2 karena kepada Anak diberikan Nama Bapa dan kepada Anak juga diberikan Manusia. Jadi seluruh yang ada ini adalah untuk ANAK.

Itulah sebabnya Yohanes mencatat dalam Pasal 17, dan kita mengutip ayat 2 dan 6 saja yaitu:

”Sama seperti Engkau telah memberikan KepadaNya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepadaNya. Aku telah menyatakan NamaMu kepada semua orang yang Engkau berikan kepadaKu dari dunia. Mereka itu milikMu dan Engkau telah memberikan mereka kepadaKu dan mereka telah menurut firmanMu”.

YAHWE adalah NAMA ALLAH ISRAEL.

Yahwe atau Yahova adalah Nama Allah didalam Hukum Taurat. Nama itu populer hanya pada bangsa Israel saja, sedangkan Nama Yesus adalah Nama Allah didalam Kasih Karunia dan nama ini populer diseluruh dunia.

Mengapa Nama Allah itu berbeda pemberitaannya…? karena Yahwe atau Yehova adalah Nama Allah yang Cemburu, sedangkan Nama Yesus adalah Nama Allah yang menyelematkan umat manusia.

Didalam Kitab Musa, Keluaran 34 ayat 14 berbunyi: ” sebab janganlah engkau menyembah kepada allah lain , karena Tuhan yang namanya cemburuan adalah Allah yang Cemburu”.

Sedang dalam Matius 1 ayat 21 berbunyi: ”Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan Menyelamatkan umatnya dari dosa mereka”.

Jika kita buka Alkitab Perjanjian Lama (PL), maka akan kita jumpai nama Yahwe ditulis dengan huruf besar yaitu TUHAN, sebab Yahwe hanya boleh disebut satu kali saja dalam satu tahun dan itupun harus di Bait Suci dan yang menyebutkannya pun harus wakilnya saja (Imam Besar). Tetapi Nama Yesus setiap orang berdosa boleh memanggilNya, semakin sering kita memanggil Nama Yesus, maka semakin kuatlah kita dalam kehidupan kita.

Nama Yahwe disebut karena orang Israel takut menyebut nama itu. Kita sekarang telah mengetahui bahwa dalam PL, tidak terdapat Nama Yesus sehingga PL tidak disebut INJIL. Jadi jelaslah sekarang  jika kita memanggil Yahwe atau Yehova atau Jawoba atau nama lain, maka menjadi HAMBA seperti bangsa Israel, sebab sifat dari Hamba adalah Cenderung untuk menjauhi Tuannya, tetapi jika kita memanggil Nama Yesus, maka kita akan menjadi anak, karena sifat dari anak adalah Cenderung untuk mendekati Bapanya, karena  jika kita memanggil nama lain atau Yahwe adalah menjadi Hamba sedangkan memanggil nama Yesus adalah menjadi anak-anak Allah.

Yohanes 17 ayat 11-12a berbunyi:

”Dan Aku tidak ada lagi didalam dunia tetapi mereka masih ada didalam dunia dan Aku datang kepadaMu ya Bapa, yang Kudus peliharalah mereka dalam NamaMu yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi sama seperti Kita. Selama aku bersama-sama mereka, aku memelihara mereka dalam NamaMu yaitu NamaMu yang telah Engku berikan kepadaKu”.

Taurat dan Sabat.

Peraturan untuk hai sabat tertulis dalam Hukum Taurat. Inti dari Sabat adalah untuk mengingat sang Pencipta.

Kitab Kejadian 2 ayat 1-3 berbunyi:

”Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu, lalu Allah memberikan hari ketujuh itu dan menyelesaikannya karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatnya itu.

Kitab Keluaran 20 ayat 8-11 berbunyi : ”Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat, enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari sabat TUHAN Allahmu, Jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau hambamu laki-laki atau hambamu. TUHAN menjadikan langit dan bumi laut dan segala isinya dan Ia berhenti pada hari ketujuh. Inilah sebabnya TUHAN memberikan hari sabat dan mengukuduskannya.

Hari sabat diberikan supaya manusia mengingat Sang Pencipta. Iman pada Perjanjian Lama melalui Penciptaan yaitu Mengenal Penciptanya karena hari sabat penting. Siapa yang mengindahkan hari sabat berarti mengindahkan penciptaNya.

Pada Perjanjian Lama seseorang  di nilai beriman jika mengindahkan hari sabat. Sekarang kita dapat membedakan Orang beriman pada hari Minggu yaitu hari Peringatan Kebangkitan (Paskah) Tuhan Yesus. Jika seseorang pergi ke Gereja pada hari Minggu, berarti mempunyai Iman kepada Yesus Kristus, tetapi jika ia tidak pergi ke gereja pada hari Minggu, maka kita dapat mengatakan orang itu tidak beriman kepada Yesus. Jadi beribadah ke Gereja pada hari Minggu adalah Penting.

Arti dari hari sabat dan hari Minggu berbeda. Sabat adalah hari terakhir dimana Allah berhenti mencipta. Hari sabat diberikan untuk mengenal Allah sebagai pencipta.

Hari Minggu adalah hari pertama. Pada hari pertama kita mengingat tentang Kebangkitan Tuhan Yesus. Yesus bangkit bukan hari sabat, tetapi hari Minggu. Pada hari Minggu kita mengingat tentang Juruselamat kita yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Yang perlu kita perhatikan disini adalah baik hari sabat maupun hari minggu, tidak menguduskan kita, tetapi Darah Yesus yang dapat menguduskan kita atau menyucikan kita. Yesus tidak menentang hari sabat tetapi Yesus adalah Kegenapan hari sabat dan Yesus adalah Tuhan atas hari sabat.

Matius 13 : 8 berbunyi:

”Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat”.

Pernyataan akan hari sabat akan berhenti, tetapi Yesus adalah Selamanya. Marilah kita lihat pada Alkitab tentang hari Minggu yaitu hari pertama.

Kisah Para Rasul 20:7 berbunyi:

”Pada hari pertama dalam Minggu itu ketika kami berkumpul untuk memecah-mecah roti, Paulus berbicara dan saudara-saudara disitu, karena ia bermaksud untuk  berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu  berlangsung sampai tengah malam”.

Pada hari Minggu juga Rasul Paulus mengadakan Perjamuan Kudus serta memerintahkan pengumpulan persembahan.

1 Korintus 16:2 berbunyi: “ Pada hari pertama tiap-tiap Minggu hendaklah  masing-masing sesuai dengan apa yang kamu peroleh menyisihkan sesuatu dan menyimpannya dirumah supaya jangan perngumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang”

Jadi hari Minggu adalah hari Pernyataan Kebangkitan Tuhan  Yesus dan hari Peringatan turunnya Roh Kudus. Sebenarnya hari sabat diadakan adalah untuk Kepentingan Manusia.

Matius 2:27-28 berbunyi: “ Lalu kata Yesus kepada mereka Hari sabat diadakan untuk Manusia dan bukan Manusia untuk hari sabat. Jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.

Hari sabat ini sebenarnya adalah bayangan dari Yesus Kristus. Tuhan Yesus adalah Tuhan atas hari sabat. Pada hari sabat orang-orang menantikan Yesus  yaitu Tuhan atas hari sabat. Jadi hakekat dari sabat adalah Yesus.

Dalam kitab Musa, Taurat sudah keras mengatur kehidupan manusia, namun dengan adanya TALMUT (Tafsiran Ahli Taurat), maka larangan bertambah lagi sehingga menjadi semakin keras.

Tetapi harus diingat Tuhan Yesus datang ke duania dan mengatakan kepada kita, Ia akan meruntuhkan Bait Suci. Tuhan Yesus menyuruh orang mengangkut tilam pada hari sabat. Orang-orang Farisi marah, tetapi Roh Kudus berbicara, hal itu pantaslah dilakukan Yesus karena Dia adalah Tuhan atas hari Sabat.

Hukum Taurat sebenarnya melarang untuk melakukan pekerjaan  pada hari sabat, tetapi karena Yesus adalah Tuhan atas hari sabat, jadi Ia tidak melanggar hari sabat Tuhan Yesus  bahkan menyuruh murid-muridnya untuk tetap tinggal didalam ruangan (pada hari sabat sekalipun) supaya dapat menerima Roh Kudus, juga Yesus menyuruh orang lumpuh di Betesda untuk mengangkat tilam.

Perintah yang manakah yang harus kita jalankan?

Jawabnya adalah kita harus mengikuti perintah Tuhan Yesus sebab Yesus yang mempunyai hari sabat. Perintah Yesus itu lebih penting dari pada peraturan atas sabat.

Perhatikanlah ketika Yesus berdiri di Gunung bersama Musa dan Elia. Bapa mengatakan kepada Yesus.  Inilah AnakKu yang Kukasihi, dengarkanlah Dia. Jadi perkataan Yesuslah Kebenaran yang  harus ditaati.

Kita sekarang harus menguduskan hari Minggu karena hari Minggu adalah hari Peringatan tentang Tuhan Yesus dan turunnya Roh Kadus. Pada hari Minggu kita harus melakukan hal-hal yang dapat membaca Alkitab, mengunjugi orang sakit dan lain sebagainya. Pekerjaan apapun yang dilakukan yang bukan untuk Tuhan harus dihentikan. Jika kita menguduskan hari Minggu, maka kita akan banyak berkat rohani dan rohani kita akan maju pesat.

Enam hari lamanya bekerja untuk hari-hari duniawi, lalu di hari Minggu kita berhenti untuk menguduskan hari Minggu dan pergi beribadah kepada Tuhan dan berkumpul dengan orang-orang percaya, sehingga semuanya harus dihentikan.

Yesaya 58 ayat 13 berbunyi:

“ Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum sabat dan tidak melakukan urusan hari sabat  hari kenikmatan dan hari kudus Tuhan hari yang mulia, maka apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segara acaramu dan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong”.

Sebelum Yesus datang ke dunia ini, memang hari sabat mempunyai arti penting tetapi setelah Yesus datang maka Yesuslah yang terpenting, bukan hari sabatnya.  Haleluyah

Syalam Sejahtera bagimu !

Dari Saudaramu yang tak akan pernah mati. Amin.

Cetakan ke 4  Jakarta 30 April 2011

JADILAH BATU YANG HIDUP

KESETIAAN

Perhatikanlah dengan sungguh-sungguh Injil Yohanes pasal 1:6-11 yang berbunyi sebagai berikut:

(06).  Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;

(07).  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

(08).  Ia (Yohanes) bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

(09).  Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang sedang datang kedalam dunia.

(10).  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya.

(11).  Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya.

Dipandang dari sudut kesetiaan orang percaya, harus ada pengujian, yang artinya harus ada orang yang menyampaikannya, karena ada orang Kristen yang mengatakan bahwa baginya pemberitaan tentang surga itu tidaklah penting pada zaman ini, karena tidak terlalu signifikan sebab zaman ini hanya biasa-biasa saja. Perlu disampaikan bahwa ucapan seperti itu adalah sangat berbahaya karena ia tak mampu menyeimbangkan apa yang ada di bumi dan apa yang nanti akan terjadi di surga, dan apa dampaknya bagi orang percaya dan apalah artinya neraka baginya. Renungkanlah dengan baik Firman itu sudah menjadi daging bagi kehidupan orang percaya, apakah itu sungguh-sungguh berakar?, apakah hanya sesuatu komplemen (pelengkap saja) dalam hidup?, hal ini penting..!.Sebab siapapun boleh tahu tentang Yesus, siapapun boleh datang kepada Yesus, siapa pun boleh jadi pengikut Yesus, siapapun boleh dekat-dekat dengan Yesus, tetapi jika ikut dan hidup didalam Yesus, ini tidaklah sama. Disinilah dibutuhkan kesetiaan.

Jika kita telusuri sejarah kekristenan berdasarkan Alkitab yang tertulis itu, sudah cukup banyak bukti yang bisa membuat kuatir bahwa kesetiaan orang Kristen yang percaya kepada Yesus adalah Firman yang sudah menjadi daging itu, tidak mampu mempertahankan imannya dengan baik.

Contohnya Yudas Iskariot, dimana ia hidup sezaman dengan Tuhan Yesus, dia bersama-sama dengan Yesus, dia dekat sekali dengan Yesus, kita tidak pernah memiliki pengalaman seperti itu bukan…? sebab kita tak pernah hidup sezaman dengan Tuhan Yesus, tidak pernah melihatNya dan tidak pernah bertatap muka denganNya, tidak pernah duduk bersama-sama denganNya, kita tidak pernah melihat tangan Tuhan mencelikkan mata orang buta, tidak pernah ikut membagi-bagikan roti dan ikan kepada 5.000 orang dengan makan sekenyang-kenyangnya, tidak pernah melihat secara fisik Yesus berkotbah di atas bukit dan seterusnya, tetapi Yudas Iskariot mengalaminya bersama-sama dengan Yesus. Berbagai tokoh Alkitab yang salah satunya Yudas Iskariot tidak mampu mempertahankan konsistensi bahwa “Firman yang sudah menjadi Daging itu”.

Kehormatan yang diberikan kepada Yudas Iskariot ternyata dibalas dengan penghinaan bahkan menjual Yesus dengan 30 keping perak, ia sendiri orang yang hidup sezaman dengan Tuhan Yesus secara langsung mengalami hal seperti itu. Demikian juga setelah Perjanjian Baru pada zaman Bapak Gereja, kemudian masuk ke zaman reformasi, bahkan orang bisa berkata TUHAN SUDAH MATI tidak ada Tuhan lagi karena sudah mati akhirnya gila dan mati bunuh diri, kemudian masih banyak lagi ahli dan tokoh Perjanjian Baru dewasa ini bahkan berpendidikan Profesor dan tokoh sejarah, jika dibandingkan dengan kita, maka kita tidak ada apa-apanya, tetapi pada masa tuanya banyak orang Kristen memunculkan dengan ajaran baru, ada orang berkata bahwa Alkitab yang kita baca sekarang ini adalah bukan ajaran yang sesungguhnya, karena kebenaran yang sesungguhnya masih terbungkus oleh satu kulit dan kulit itu harus dibuka agar kelihatan intinya, jadi tidak ada kebenaran yang sesungguhnya. Jadi orang bisa berkata bahwa manusia yang percaya harus beriman dalam Yesus yang di surga, sedangkan Yesus yang terjadi dalam Perjanjian Baru adalah hasil budaya pada zaman itu. Kita melihat lagi sebagai contoh yaitu seorang Profesor Kristen yang bernama Rudolf Hofman. Iman orang Kristen bisa menjadi hancur berantakan karena jika tak percaya terhadap Yesus yang tersalib, pasti tak percaya juga kepada Yesus yang lahir. Jadi seluruh pondasi iman kekristenan itu sudah di palsukan dan digeser oleh Prof Rudolf Hofman. Jadi bisa menakutkan jika kita selidiki orang-orang besar. Pengetahuan mereka itu melampaui pengetahuan kita, tetapi dihari-hari tuanya mereka bisa sama seperti Yudas Iskariot. Demikian jugalah banyak terjadi dibeberapa negara seperti Korea, dimana setelah jemaatnya banyak, pendetanya mengklaim bahwa dirinya adalah Yesus Kristus, demikian juga terjadi di Indonesia seperti baru-baru ini di Bandung yang mengaku dirinya seorang Pendeta yang bermarga Sibueya ataupun di daerah-daerah lain di Indonesia. Bagaimana kita bisa memahami seperti itu…?.

dengan silaunya kemewahan dunia, popularitas nama, kebesaran nama, tetapi bukan hidup didalam Tuhan Yesus, melainkan memperalat Tuhan Yesus…? Ini sangat berbahaya, kita bukan dipakai Tuhan Yesus, tetapi kita memakai Tuhan Yesus sebagai kedok.

Disinilah banyak orang Kristen yang pemahamannya sangat terbatas, sehingga terjebak didalam kemanusiaannya saja karena tidak memahami tentang Roh Allah yaitu yang memberi hidup bagi orang-orang percaya. Perhatikanlah Pemahaman yang terbatas ini karena tidak ada satu pun manusia yang memahami Allah dan kehendak Allah secara sempurna. Kesempurnaan pemahaman manusia atas Alkitab adalah terbatas pada kesungguhannya untuk selalu bertumbuh memahami Alkitab, namun Injil menjamin hanya dengan memiliki kepercayaan sebesar biji sesawi, kita sudah bisa memindahkan gunung (Matius 17:20).

Kita perhatikan bahwa seorang pemula baik anggota jemaat maupun hamba Tuhan tentulah memerlukan waktu yang masih banyak untuk Firman sudah menjadi Daging, penuh kasih karunia dan kebenaran, ternyata tidak gampang untuk mempertahankan konsistensi iman itu karena terlampau banyak orang disekitar kita yang membawa kita menjadi luntur, terlampau banyak hal-hal sekarang ini kita tidak setia lagi kepada Firman yang sudah menjadi Daging, Itu dapat kita baca dalam buku-buku ataupun surat kabar bahwa terjadi pada tokoh-tokoh besar sepanjang sejarah dan gereja-gereja dewasa ini.

Pertanyaan kita adalah bagaimana dengan zaman kita sekarang…? Jelas, banyak terjadi seperti tokoh pada zaman lalu, padahal mereka itu adalah orang-orang rohaniawan, apalagi orang-orang kaum awam misalnya orang-orang yang tinggal di pedesaan yang jemaatnya biasa-biasa saja, ini bisa menyimpang dan imannya tidak lagi konsisten kepada Tuhan yang sudah menjadi Daging itu, karena banyak orang Kristen pada zaman ini menjadikan Yesus sebagai pelengkap dalam hidupnya saja, bukan sebagai pusat kehidupannya. Orang Kristen sekarang menganggap Yesus adalah suatu tempat untuk mendapatkan berkat saja, mumpung Yesus masih bisa memberi berkat sebagai salah satu tokoh yang bisa memberkati yang hanya merupakan bagian dari dunia ini, serta yang hanya memberikan ajaran moral saja untuk memberikan hidup kita lebih baik, banyak orang Kristen seperti itu. Pertanyaan kita sekarang adalah bagaimana jika Yesus yang semula memberikan berkat-berkat itu mengambilnya kembali dari anda dan saya ? Apakah anda masih setia atau bingung..? dan apa yang menjadi pegangan anda dan saya…? Apakah anda juga membuang Yesus…? karena Yesus sudah tidak lagi memberikan berkat ekonomi dan jasmani…? Kita harus mengkaji ulang kepercayaan anda dan saya kepada Yesus Kristus Tuhan…?.

Sudah banyak contoh yang terjadi disekitar anda dan saya, Iman Rasuli itu sudah bergeser dari orang-orang percaya dan ini terjadi pada orang-orang besar yang mempunyai pengetahuan dan ilmuwan yang tinggi yang dahulunya kerohaniaannya sangat luar biasa seperti: Prof Rudolf Hofman dari Inggris yang mengatakan bahwa Tuhan sudah mati tak ada lagi bisa memberkati, karena Alkitab itu hanya kulitnya saja isinya masih terbungkus demikian juga Dawn Brown dalam Novelnya LaDavinci yang mengatakan bahwa Yesus sebagai manusia mempunyai seorang isteri yang bernama MM, serta dalam VCD Ghospel and Jhon bahwa Yesus mempunyai murid seorang wanita yang bernama (siapa MM tentu Maria Magdalena..???.), isi Alkitab pun sudah dimanipulasi redaksinya, hati-hati, iman anda akan digoncang karena tidak mempunyai dasar yang kuat, apakah masih percaya dengan IMAN RASULI yang setiap acara kebaktian diucapkan…? atau tidak lagi…?

Pada zaman akhir ini bermunculanlah Bidat-Bidat Kristen, dan adalagi satu gereja yang mengatakan bahwa hanya orang yang berbahasa roh saja yang masuk sorga…?, adalagi orang mengatakan hanya yang dibaptis selam saja yang masuk sorga, dan masih banyak lagi ajaran-ajaran lain yang bukan Alkitabiah. Bagaimana pula jika ada orang bertanya maksud dari Firman Tuhan yang ditulis dalam Yeremia 1:5…?

Kita juga dapat membaca buku-buku sejarah dari Perjanjian Baru sampai dengan zaman bapak-bapak gereja yang lebih hebat dari kita sekarang yang mengatakan: Yesus itu hanya Allah saja atau Yesus itu hanya Manusia saja dan bukan Allah. Bagaimana bisa terjadi seperti itu…? terjadi penyimpangan imannya. Bagi anak-anak Tuhan jika kita tidak pernah belajar tentang Tuhan dengan kuat dengan dasar yang baik, maka dia akan membuat Yesus sebagai pelengkap hidupnya saja, karena banyak anak Tuhan, hamba Tuhan yang dulunya rohaniawan bisa jatuh dan bercerai dengan isterinya dan kawin dengan gadis atau perempuan lain baik seiman dan tak seiman bahkan banyak pindah kepercayaannya, padahal mungkin dahulu ketika pelayanan di gereja orang tersebut luar biasa, apapun dikorbankan baik uang, tenaga, pikiran, waktu demi Kristus, tetapi dia pindah keimanannya karena menikahi seorang gadis atau menikahi seorang pria yang berbeda imannya sampai dia meninggalkan semua termasuk saudara, anak dan isteri atau suaminya, karena banyak orang menjadikan Yesus sebagai bagian dari hidupnya (komplemen saja) atau pelengkap hidup. Tanyakanlah kepada diri anda sendiri. Janganlah kita mengatakan bahwa kemungkinan tidak akan terjadi pada diri kita sendiri…? karena sudah banyak bukti dari tokoh-tokoh rohaniawan terjadi seperti itu ketika dimasa tuanya, kita bisa menarik hikmat sejarah, pengetahun, pengalaman orang, mungkin tertarik kepada seorang wanita atau pria, bisnis yang besar, mungkin karena tertarik lebih memahami Alkitab, termasuk diantaranya karunia Roh dan karunia penyembuhan. Para pemula yaitu orang yang baru percaya, tidaklah bijaksana bahwa menganggap dirinya paling percaya dan paling benar, sehingga ia menganggap orang-orang percaya yang sudah mapan atau yang terdahulu sebagai Kristen warisan, adalah kaku dan suam-suam kuku.

Satu ilustrasi dibawah ini, dimana Allah kita analogkan sebagai seorang Bapa (Ayah) yang sangat mengasihi anak-anaknya dan Dia mempunyai kebiasaan memberi hadiah ulang tahun kepada 3 (tiga) anaknya dengan tingkah laku yang berbeda-beda yaitu:

Anak Pertama (tertua), Ketika dia berulang tahun sang Bapa memberikan hadiah sebuah kado yang terbungkus rapi. Si anak menerimanya lalu memberi salam kepada Ayahnya sambil mengucapkan syukur dan terima kasih lalu menyimpan kado itu di lemari kamarnya tanpa membukanya leb

Anak kedua, ketika berulang tahun, Ayahnya memberikan kado kepada anaknya dan dia menerima kado itu dengan terisak tangis sambil mengucap syukur dan terima kasih, kemudian ia membuka kado itu lalu bertepuk tangan lalu bersukacita.

Anak ketiga, ketika berulang tahun, sang Ayah memberikan kado kepadanya, dia langsung berterima kasih dan teriak secara histeris lalu bertepuk tangan serta memeluk sang Ayah bersukaria, lalu membuka kado itu dihadapan sang Ayah dengan mengoyak bungkusnya.

Pertanyaan kita adalah, siapa diantara ketiga anak itu yang paling dikasihin Ayahnya..?. Yang jelas adalah bahwa kita tidak tahu yang mana di antara ketiga anaknya itu yang berkenaan dihadapan Bapanya, namun kita hanya boleh memberikan penafsiran yang berbeda-beda, akan tetapi yang pasti adalah hanya Sang Bapa yang tahu ketulusan hati dari ketiga anaknya itu yaitu sama-sama mengucapkan terima kasih dan mengucapkan syukur, sedangkan perbedaan mereka adalah hanya tingkah lakunya saja dalam berekspresi. Anda boleh merenungkannya baik-baik.

Kita bisa melihat yang terjadi pada zaman ini dalam dunia kekristenan, terjadi penyimpangan (inkonsistensi) iman, penyangkalan kepada Firman yang sudah menjadi daging. kasih karunia, Anugerah, penuh kebenaran yang dilimpahkan kepada dunia ini yaitu Firman yang sudah menjadi Manusia dibalas dengan penghianatan dengan penjualan diri Yesus, memperalat Yesus, penyangkalan terhadap Yesus, memanfaatkan Yesus. Dimana letak hati dan iman seorang Kristen (Dimanakah engkau…?, dimanakah imanmu…? dimanakah moralitasmu…? Dimanakah kesetiaanmu..?.Ingat dalam Kejadian 3:9 ketika Allah bertanya kepada Adam, dimanakah engkau?, bukanlah berarti Allah tidak mengetahui dimana si Adam setelah ia berdosa..? tetapi Allah bertanya dimanakah Imanmu Adam…?, dimanakah moralitasmu Adam..? dimanakah rohanimu Adam…?, pertanyaan Allah itu juga ditujukan kepada kita, dimanakah…?

Dalam konteks kekristenan ketika orang rancu tentang Yesus, orang salah menafsirkan tentang Yesus, orang rancu pengertian tentang Yesus, rancu akan doktrin, rancu akan kristologi tentang Yesus, ini disebut BIDAT KRISTEN, termasuk di dalamnya orang yang rancu pengertian tentang Yesus atau Yesus bukan Allah, betapa menakutkan kekristenan itu (Herezy).

Jangan pikir setan tidak bekerja…? Setan akan berusaha sekuat mungkin untuk mengobok-obok atau menghancurkan gereja kristen itu, karena kita tidak bisa dihancurkan dari luar kekristenan, tetapi dari dalam kekristenan itu atau dari gereja itu sendiri. Walaupun ada himpitan dari luar kekristenan, ternyata tak mampu menghancurkannya, tetapi kehancuran orang kristen adalah dari dalam gereja itu sendiri karena setan bekerja didalamnya yang dipengaruhi dengan ajaran yang tak benar, dengan mengejek-ejek tubuhnya sendiri seperti liturgi gereja, peraturan gereja, baptisan air (Selam, percik), baptisan air yang masing-masing gereja dengan cara berbeda-beda, pertengkaran hamba Tuhan, penatua, penginjil dan antar jemat demikian juga halnya dengan, ajaran bahasa roh, ajaran penglihatan, ajaran nubuatan yang penyampaiannya kepada jemaat dengan ajaran yang tidak benar, pengertian yang tidak benar dengan menyampaikan konsep-konsep yang palsu dengan dasar pemikirannya sendiri, sehingga diracuni imannya, dibius imannya sehingga orang tak sadar lagi bahwa sebenarnya setan pun sudah bekerja dalam diri orang itu dan memakai tokoh-tokoh besar tertentu yang sudah lupa akan Tuhan yang dahulunya hidup cinta Tuhan, sekarang memanfaatkan Tuhan, dimana letak kesetiannya lagi…dimana…? Renungkanlah dan kaji ulang kembali “Firman telah menjadi Daging”

Jika anda mengkaji dengan baik dan benar siapa kah sebenarnya anda dan saya…? Adakah kita dengan Kesetiaan pengakuan bahwa kita tidak lebih besar dari pada Dia yaitu pengakuan Firman sudah menjadi Daging. Belajarlah seperti Yohanes Pembaptis, bahwa ia berkata: “Untuk membuka tali kasutnya pun aku tak layak, Ia harus makin besar dan aku harus semakin kecil, dimanakah orang mau belajar seperti Yohanes Pembaptis..??? (Yohanes 1:26).

Anda dapat membayangkannya, serta merenungkan dalam-dalam ? karena sangat mungkin (Possible) ditengah dunia seperti ini…? Suatu hari Yesus bisa kita buang, dan suatu hari Yesus bisa kita ingat bahwa Dia menjadi sejarah hidup saja karena Yesus sudah pergi dan Dia tak berguna lagi bagi diri kita, buat apa lagi ..? karena Dia sudah 2005 tahun lalu di surga, tak berbuat apa-apa lagi di bumi. Dia tak peduli kita lagi, Yesus tak bisa hangat lagi dalam hidup kita atau sebagian orang sudah memanfaatkan cerita kebesaran Tuhan itu untuk membuat sesuatu lagi kepentingan pribadinya, tidak ada lagi hati nurani untuk memproklamirkan Yesus yang datang menjadi Daging, tak ada lagi ketulusan, semua sudah ditutupi oleh berbagai kepentingan dan keinginan dunia.

Bukan tidak mungkin masih banyak tokoh sejarah telah terbukti menjadi luntur dan hilang karena kerjanya seperti di atas. Perhatikanlah Kristen kaum awam, berapa banyak pindah imannya, berapa banyak bisa melekat kepada Tuhan Yesus untuk selamanya..?, berapa banyak yang berani bertahan ditengah-tengah kesulitan itu..?.yaitu pemahaman tentang Firman yang sudah menjadi Daging yang tidak bisa menarik dia keluar dari himpitan, dunia tidak bisa menarik dia untuk melepaskan diri dari Firman sudah menjadi Daging. Ada berapa banyak orang Kristen yang kecewa kepada Tuhan. Jika kita pelajari seperti ini sebenarnya kita harus jujur mengakui, bahwa semua itu adalah kesalahan gereja, kesalahan hamba-hamba Tuhan karena para hamba Tuhan atau yang disebut Pendeta, tidak mempersiapkan jemaatnya dengan baik, jemaat tidak dididik, dibina, sehingga banyak gereja tidak memahami dengan benar Firman yang sudah menjadi Daging itu tidak diajari dengan baik, sehingga wajarlah orang Kristen diobok-obok, dihancurkan imannya, karena tidak memiliki dasar yang kuat, karena dasar yang teguh itu tak pernah dilatih, hanya fenomenanya saja.

Bagaimana bisa muncul seorang Kristen yang militan…? Yaitu Kristen yang berani berkorban demi Tuhan Yesus yang tahan susah demi Yesus, Kristen yang hidup dengan kuat walaupun sulit tetapi tetap mengiring Yesus..? Bagaimana bisa muncul itu…? Sebab banyak orang Kristen terlalu manja hidupnya di zaman sekarang, sebab jika tak diberkati bisa marah sama Tuhan. Renungkanlah dengan baik Firman itu sudah menjadi Daging, hidup ditengah-tengah kita, penuh dengan kasih karunia dan kebenaran tetapi manusia membalasnya dengan pembunuhan, penyaliban, penghianatan, penyiksaan, memanfaatkan, sehingga muncul semua dimensi yang terbalik dari diri manusi, bahkan menyalibkan Tuhan Yesus kembali. Bagaimana kita memahami hal ini…?.

Jika anda orang yang prihatin terhadap gereja Tuhan, mempunyai hati terhadap kekristenan, merasa terpanggil, terbeban, suka memikir, dari gereja manapun anda, dengan mata iman seperti apa…? Dan bagaimana suatu hari kelak ujian dan cobaan datang seperti daun dihempas, semuanya..? karena tidak lagi mempunyai akar seperti membangun rumah di atas pasir sehingga lenyap semuanya. Kekristenan apa yang kita bangun sekarang..? tanyakan dalam diri sendiri, baik Pendeta, evangeulis, Misionaris, Diaken, Aktivis Gereja, Penatua, Pengajar, Majelis Gereja, marilah kita tanya diri sendiri, Kekristenan apa yang kita bangun di Indonesia, apakah kita ada menciptakan suatu dimensi dimana pengertian akan kekristenan akan menjadi kuat dalam diri seseorang..? karena banyak contoh sepanjang sejarah sampai dengan zaman sekarang imannya sudah digoncang dan luntur bahkan jatuh ke alam maut. Kebangunan rohani haruslah berkobar dan bergelora dalam hatinya, karena setiap gereja harus ada sentuhan Firman membuat hati bergelora dan takut akan Tuhan. Banyak kotbah di gereja tidak dipersiapkan dengan baik asal-asalan, itu-itu saja, seperti penyembuhan-penyembuhan ilahi, nubuatan-nubuatan, penglihatan-penglihatan, bahasa roh dan lain-lain bahkan diantara denominasi gereja menjelek-jelekkan gereja-gereja, menyakiti orang lain yang kesemuanya itu sebenarnya tidak tumbuh kerohaniannya dengan baik, bagaimana mau setia tentang Yesus yang telah menjadi Daging agar orang itu bisa konsisten dengan imannya, dan bagaimana bisa dibangun satu Bait Allah yang kokoh sebagaimana yang di pesan Tuhan Yesus kepada Rasul Petrus dalam 1 Petrus 2:1-11, silahkan anda membacanya dengan teliti dan fahami dengan benar.

Kristen yang bagaimana yang kita bentuk sekarang? apa yang harus ditinggalkan oleh generasi yang akan datang..?.Kita memberikan iman yang rapuh atau tidak mempersiapkan iman yang sekuat baja, kita harus menggumuli semua ini. Karena banyak anggota jemaat tidak memahami dengan betul apa arti baptisan yang sesungguhnya, apakah baptisan itu harus seperti yang dilakukan Yohanes Pembaptis di sungai Yordan..?. Biarlah jika ada satu gereja dengan liturginya dengan upacara Selam, tidak berarti sesat, atau jika ada gereja dengan baptisan percik, tidaklah juga berarti sesat, atau dengan bentuk liturgi apapun sepanjang dibaptis dalam Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, maka ia sudah menjadi satu sakramen baptisan yaitu dalam satu persekutuan gereja orang-orang percaya baik dihadapan Allah maupun manusia yang membawa kepada suatu panggilan pertobatan.(lahir baru)

Perbedaan-perbedaan liturgi ini akan menjadi rancu bagi kekristenan yang dapat menimbulkan pertentangan diantara jemaat, padahal Firman yang sudah menjadi Daging itu pun tidak didalami secara benar sehingga yang terjadi adalah perpecahan dari dalam kekristenan itu sendiri, pindah sana pindah sini, memakai ayat-ayat dalam Alkitab sebagai senjata, yang seakan-akan rohani. Kita berharap ada orang Kristen yang mempunyai hati yang sama, sejiwa, sevisi, punya air mata dan punya sesuatu yang ingin agar orang kenal siapa Yesus, mengapa Allah mau menjadi manusia, mengapa Dia harus lahir, disalib, mati, bangkit, naik dan datang serta apa saja yang diperbuatnya untuk anda dan saya sampai kita suatu saat mati…? Jadi bukan kulitnya saja tetapi kenal Yesus dari intinya yaitu mengerti Yesus sedalam mungkin, sekuat mungkin, apa ada orang yang mau mengajarkan seperti itu..? apakah yang ada sekarang ini mempunyai dasar yang kuat atau hanya dengan percaya saja..? apakah Iman hanya bertumbuh lewat apa yang Tuhan berikan saja..? atau akan pngenalan kepada pribadi Yesus, apakah ada itu ditengah-tengah kekristenan kita, marilah kita renungkan bersama, apakah anda puas dengan kekristenan yang sekarang atau hanya sekedar tahu saja dan ikut saja. Apakah ingin lebih dalam lagi, tanyakan kepada hamba Tuhan yang ada didalam gereja anda. Bagaimana ingin mengenal Tuhan lebih baik lagi secara pribadi, dari hamba Tuhan dan Penatua atau Majelis..? bergeloralah hatimu.

JADILAH BATU YANG HIDUP UNTUK MEMBANGUN BAIT ALLAH YANG KUDUS.

Kita sebagai orang-orang percaya, marilah kita bersatu membangun satu rumah Allah yang kudus di muka bumi ini agar kita kuat dan kokoh dan tidak gampang diracuni dan digoncang imannya oleh illah zaman ini. Yesus menyampaikan pesan ini kepada Petrus yang juga disampaikan kepada kita semua orang-orang percaya agar kita membangun satu rumah Allah dengan batu-batu yang hidup. Petrus menulissuratini dalam 1 Petrus 1-12 dansuratini ditujukan karena ini adalah pesan Tuhan Yesus agar manusia dapat menjadi batu-batu yang hidup dimuka bumi ini. Bacalah pesan Tuhan Yesus kepadaPerus: “DIATAS BATU INI AKAN DI BANGUN GEREJA TUHAN”.

Pertanyaan kita adalah, siapakah sebenarnya Petrus dan mengapa Yesus sampai berkata demikian kepada Petrus…? Mengapa tidak kepada murid yang lain…? Untuk itu perlu kita selidiki sifat dan karakter Petrus dimasa lalunya yaitu sebelum dia mengikut Yesus.

Sebelum mengikuti Yesus, Petrus bernama Simon, dan pekerjaannya sehari-hari adalah nelayan. Simon berarti ilalang atau alang-alang, dan tumbuhan seperti itu tidak di sukai oleh para petani karena akan membuat tanaman disekitarnya menjadi tidak bertumbuh sebab tanaman ini liar dan tidak bermanfaat bagi petani sebab tidak akan bisa menghasilkan buah yang baik. Perhatikanlah tumbuhan ilalang apabila ditiup angin selalu terombang-ambing dan lari kesana-kemari mengikuti arus angin, yang berarti tumbuhan tersebut tidak kokoh atau tidak kuat untuk berdiri. Itulah sebabnya Tuhan hendak mengubah Simon yang disebut ilalang itu menjadi satu batu yang hidup agar mendapat satu kekuatan yang kokoh dan tegak.

Jika kita pelajari dan teliti perjalanan Simon mengikut Yesus, baik perilaku atau tingkah laku rohani Simon, memang persis seperti namanya, yakni karakternya mudah sekali terombang ambing dalam mengikuti arus, dia selalu kuatir, semangatnya pun meledak-ledak, sehingga pekerjaannya tidak pernah tuntas karena gampang sekali kuatir dan takut. Disaat-saat peringatan Paskah (Kebangkitan Tuhan Yesus), kita selalu diingatkan kembali terombang-ambingnya Simon karena dia menyangkal Tuhan sampai ayam berkokok 3 kali. Jadi jelaslah Petrus bukanlah orang yang mempunyai pendirian yang kokoh. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengingatkan Simon dengan berkata: Diatas seperti Simon ini tidak mungkin dapat dibangun rumah Tuhan. Oleh karena itu, Simon harus terlebih dahulu diubah menjadi batu hidup.

Jadi bagaimana (Simon ilalang) tersebut bisa di ubah menjadi batu yang hidup ? Jawabnya adalah Hanya ada ditangan Yesus, hanya Yesus yang dapat mengubah karakter manusia agar bisa menjadi batu-batu yang hidup. Sejak itulah Petrus merasakan jamahan Tuhan, dan Petrus merasakan bagaimana sebenarnya kemauan Tuhan di dalam hidupnya. Itulah sebabnya Petrus membagikan kembali kepada kita, seperti apa yang ditulisnya pada 1 Petrus 2:1-11, yang berbunyi: “Dan biarlah kamu juga digunakan sebagai batu yang hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani”. Kita semua (bukan hanya Petrus) adalah diminta Tuhan agar menjadi batu yang hidup itu.

Bagaimana caranya kita dapat menjadi batu-batu yang hidup itu…? (bukan diminta seperti batu yang berjalan…?). Perhatikan Candi Borobudur, bangunan tersebut disusun dengan batu yang rapih dan tersusun sesuai dengan tatanannya dan dibuat tidak sembarangan. Batu tersebut dapat menyatu dengan batu lainnya tanpa menggunakan campuran semen, dan dapat menyatu dengan batu-batu lainnya menjadi satu kesatuan yang kokoh dan kuat sehingga berdiri tegak dan dapat terbentuk menjadi satu bangunan yang bukan lagi batu yang terpisah-pisah tetapi telah menjadi satu bangunan yang kuat dan kokoh. Jika ada batu yang salah pasang atau salah menempatkannya, maka batu batu tesebut tidak akan melekat dan akan terlepas sendiri karena tidak sesuai dengan tatanannya. Batu yang seperti itu dapat dikatakan sebagai batu yang mati karena akan terlepas dan terbuang dengan sendirinya.

Jika kita diminta oleh Tuhan agarkita menjadi batu yang hidup, berarti kita harus menjadi satu dan tidak terpecah-pecah dan terpisah-pisah yaitu satu dalam persekutuan, maka kita dapat membangun suatu bait Allah. Inilah yang dimaksud batu yang hidup itu. Tetapi kita sering kali tidak dapat menjadi batu yang hidup untuk menjadi satu dengan yang lain, yaitu kokoh dalam persatuan gereja Tuhan yang ada ditengah-tengah dunia ini, akan tetapi justru sebaliknya yang terjadi adalah keretakan dalam tubuh Kristus walaupun bermacam-macam denominasi, hal ini perlu di pertanyakan…? Apakah kita Batu yang mati itu…? . Jika demikian, bagaimana caranya batu yang mati itu bisa menjadi batu yang hidup…? Dalam perkataan seperti itu Petrus ingin menjelaskan kepada kita, jika memang itu yang terjadi…? Sudah barang tentu tidak ada yang beres didalam kepribadian kita sebab kita tidak mungkin bisa menjadi batu-batu yang hidup. Jika demikian…! Apa yang tidak beres dalam pribadi kita…? Ingatlah pesan Tuhan Yesus kepada Petrus sehingga Petrus harus menyampaikan pesan ini kepada kita, karena tidak akan mungkin dapat menjadi batu yang hidup untuk membangun bait Allah yang teguh. Perhatikanlah pesan Tuhan Yesus kepada Petrus dan Petrus menyampaikan pesan itu kepada kita sebagaimana ditulisnya pada ayat 1 sebagai berikut : (Marilah kita periksa diri kita masing-masing) “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah”.

a. Buanglah segala kejahatan

Untuk menjadi batu yang hidup buanglah segala kejahatan. Disinilah kita harus bertobat karena kita diperintahkan untuk membuang kejahatan, artinya harus membuang segala prilaku hidup yang lama yaitu segala dosa-dosa dimasa lalu, dan membuangnya pun harus jauh-jauh (jangan membuang dosa dekat-dekat). Sebagai contoh, apabila kita menemukan bangkai tikus di rumah kita yang sudah membusuk, apakah kita akan membuang bangkai tikus tersebut di sekeliling rumah kita…? atau ke rumah tetangga yang terdekat…? Tentu tidak bukan…! Melainkan bangkai tikus tersebut dibuang jauh-jauh agar bau busuk disekeliling kita tidak menyengat dihidung kita, termasuk tetangga kita. Jadi, cara yang tepat dan cepat adalah jangan menunggu waktu untuk membuang bangkai tikus itu sampai esok atau lusa…? tetapi segeralah buang bangkai tikus tersebut jauh-jauh dan tidak perlu menunggu esok hari atau nanti siang atau nanti malam tetapi segeralah sekarang juga. Janganlah kita berkata, nanti sajalah saya buang jauh-jauh. Jika masih ada orang percaya berkata seperti itu, maka kita masih memelihara bau busuk dari bangkai tikus tersebut di dalam rumah kita yaitu kita masih tetap memelihara dosa-dosa kita dimasa lalu serta mengingat dosa-dosa orang lain kepada kita atau belum mau diperbaharui oleh Roh Yesus. Inilah yang harus kita buang jauh-jauh agar bau bangkai tersebut tidak lagi tercermin didalam hati atau diri kita sehingga keharumanlah yang datang yaitu Urapan Roh Kudus.

Masih adakah dalam diri kita yang berkata, nanti setelah pulang Gereja saya akan berbuat kejahatan lagi dan mengingat dosa-dosa lagi…?, periksalah diri kita masing-masing. Orang percaya seperti itu tidak akan pernah diubah dan diperbaharui hidupnya oleh Roh Kudus dan tidak akan pernah menjadi Batu yang hidup, karena akan terus terulang dan terulang kembali dengan alasan, saya ini kan manusia, itu kan disampaikan kepada Petrus…? Katanya. Pertanyaan kita adalah siapakah Petrus sebenarnya..?, apakah dia bukan manusia biasa…? inilah yang kita waspadai karena tanpa disadari, anda dan saya akan masuk kedalam hidup kepada pribadi jenis penyakit yang bernama KEDENGKIAN, jenis penyakit ini bertempat tinggal didalam hati setiap manusia, sebab dengan adanya sifat kedengkian dalam diri manusia, maka penyakit ini akan mencari teman yang dapat berubah menjadi jenis virus yang bernama HASUT, sebab dengan adanya sifat kedengkian, pasti akan berteman dengan sifat menghasut dan pasti pula merempet mencari teman lainnya untuk ikut menghasut. Anda dan saya dapat menjawabnya dan memahaminya sendiri. Inilah yang perlu kita sadari sebab virus ini akan menular dan akan merugikan orang lain. Penyakit inilah terjadi pada KAIN yaitu dengan membunuh HABEL. Peristiwa ini jarang diajarkan oleh para hamba Tuhan kepada Jemaatnya dewasa ini.

B Jangan menghina orang Lain.

Tanpa disadari sering kali manusia menyampaikan perkataan iblis yaitu menfitnah orang lain. Selama penyakit ini masih melekat dalam hati manusia, tidak akan mungkin kita menjadi batu-batu yang hidup dan bersatu untuk membangun bait Allah. Marilah kita kembali kepada Tuhan Yesus karena penyakit lama itu harus dibuang jauh-jauh, sebab jika kita buang jauh-jauh penyakit itu, kita baru bisa memasuki langkah baru yaitu : “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu murni dan yang rohani, supaya olehNya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan ”.

Kita harus hati-hati dengan membaca dan mengartikan ungkapan kalimat “Bayi yang baru lahir” (Genetika), bukan bayi yang rohani atau dewasa rohani, tetapi sama seperti bayi yang baru lahir yaitu kehidupan bayi yang tulus. Perhatikan wajah bayi yang baru lahir, pasti pandangan matanya tidak ada sifat-sifat yang jelek, wajahnya pun polos. Semua bayi yang baru lahir dari seorang ibu, baik yang lahir dari keluarga yang beriman maupun yang tidak beriman, tidak tampak sifat-sifat yang jelek didalam hatinya. Seperti inilah yang dikehendaki oleh Tuhan, yaitu dengan penuh ketulusan. Setiap bayi yang dilahirkan, pasti ada perkembangan baik tubuh dan jiwanya dari hari ke hari terlihat secara terus-menerus ada perkembangan (bukan penurunan). Jadi setiap bayi yang lahir pasti ada perkembangan yang maju, dan tidak hanya berhenti disitu saja, melainkan semakin hari semakin meningkat jasmani dan rohaninya. Itulah sebabnya Petrus menyampaikan pesan Tuhan Yesus kepada kita semua, agar kita sama seperti bayi yang baru lahir, karena ada pertumbuhan dan peningkatan. Apabila Petrus memberi ungkapan tidak seperti bayi yang baru lahir misalnya seperti orang dewasa, maka tidak mungkin ada peningkatan Genetika kita lagi, malah akan sebaliknya yaitu menurun atau merosot.

Perhatikanlah Genetika orang dewasa (orang tua) yang semula rambutnya hitam lama kelamaan akan menjadi memutih atau ubanan, demikian juga wajahnya akan semakin mengkerut dan keriput, berbeda dengan seorang bayi kecil yaitu dahulu segar, merah dan sehat, kemudian bertumbuh dan terdapat peningkatan, tidak seperti orang dewasa yang lama kelamaan menjadi tua bangka. Pertanyaan kita adalah, adakah perkembangan rohani dalam tiap-tiap diri pribadi orang-orang percaya…? Misalnya dahulu suka mengata-ngatai orang sekarang tidak lagi, dahulu menjelek-jelekkan orang lain sekarang tidak lagi, dahulu tidak pernah baca Alkitab sekarang sudah rajin membaca Alkitab, sekarang sudah mulai membuka ayat-ayat dan pasal-pasal walaupun belum tahu maksudnya, dahulu belum mengetahui bahwa ia adalah jemaat perjanjian lama sekarang sudah mengetahui bahwa ia sekarang adalah jemaat perjanjian baru, sekarang sudah tahu perbedaannya, dahulu suka memfitnah orang sekarang tidak lagi dan sebagainya namun semuanya itu tidak perlu dilakukan secara revolusioner. Jadi harus pelan-pelan jika tidak mengerti maksudnya, mintalah keberanian dari Tuhan agar dapat dibimbing Tuhan melalui para penginjil atau Evangelis, Hamba Tuhan yang mengerti persoalan

Bagaimana kita semua menjadi batu yang berharga…? Yesus berkata:“Sesungguhnya, aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih sebuah batu penjuru yang mahal, dan barang siapa yang percaya kepadaNya tidak akan dipermalukan, karena itu bagi kamu yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak pecaya “batu yang telah di buang oleh tukang-tukang bangunan” telah menjadi batu penjuru juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan. Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada firman Allah dan untuk itu mereka juga telah disediakan ” (ayat 6, 7 dan 8)

Batu yang telah berharga adalah Yesus Kristus ada di Sion yaitu batu yang pertama dan terutama di letakkan di Sion, sedangkan kita adalah batu-batu yang hidup yang melekat pada batu yang mahal dan berharga itu, Yesus adalah pohon Anggur dan kita ranting-rantingnya, ini perumpamaan yang disampaikan oleh Rasul Yohanes sedangkan Petrus mengumpamakannya dari batu. Jadi batu-batu yang melekat kepada batu Sion, tidak akan di kecewakan dan di permalukan.

Mengapa kita banyak kecewa…? Jawabnya adalah karena kita tidak melekat pada batu yang utama itu. Jadi di luar Yesus, pasti orang banyak kecewa apa saja dilakukannya. Oleh karena itu bagi orang yang tidak percaya, maka bagi dirinya menjadi batu sandungan sebab dia tidak mengerti mengapa Yesus harus lahir, disalib, mati, bangkit, naik ke surga dan akan datang kembali dan memberikan roh Kudus kepada orang-orang percaya ketika masih ada di bumi ini yang jadi penolong kita sebab ada orang berkata jika Yesus adalahTuhan, mengapa dirinya dirajam, dibunuh, disiksa, diludahi dan di salib…? Jawabnya tidak apa-apa, karena memang dia belum memehami dengan dalam, tetapi apakah ada juga orang Kristen seperti itu yang bertanya seperti itu…?.

Banyak orang yang tidak mau mengerti bahwa batu yang hidup yaitu batu yang tidak terpakai itu justeru batu yang terutama dan mengapa orang menjadi tersandung…? Karena Dialah yang mengorbankan diriNya di kayu salib, dan Dia adalah korban untuk semua umat manusia yaitu sekali untuk selamanya dan setiap menghadapi Paskah kita selalu memperingati acara kesengsaraan. Memang korban tidak salah karena dalam perjanjian lama setiap korban adalah binatang, tetapi dalam perjanjian baru, korban itu adalah Anak Manusia. Jadi pertanyaan kita adalah Apakah saudara dan saya jemaat perjanjian lama atau jemaat perjanjian baru…? Jika jemaat perjanjian baru ikutlah Yesus karena saudara dan saya telah di salibkan bersama Kristus dan telah di bangkitkan bersama Kristus sebab Yesus adalah Kegenapan dari perjanjian lama yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Itulah sebabnya Puri Gembala Hizki melalui tulisan ini mendamaikan saudara dengan Kristus (II Korintus 5 ayat 20), namun banyak juga orang Kristen belum memahami tentang Roh dan Kebenaran…?

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangnya yang ajaib, kamu yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umatNya” Dahulu yang tidak di kasihani tetapi sekarang telah beroleh belas kasihan”.

Jadi, kebenaran mengatakan bahwa kita telah menjadi satu bangsa yang terpilih (satu bangsa).

Walaupun kita datang dari bermacam-macam bangsa, etnis, suku, ras, golongan, jika percaya kepada Yesus, maka semua umat manusia yang berbeda-beda tersebut menjadi bangsa yang terpilih, dan dipakaiNya sebab dahulu kamu tidak di kasihani tetapi sekarang kamu beroleh belas kasihan.

Perhatikanlah orang-orang yang sudah mendapat belas kasihan dari Tuhan pasti orang itu selalu memberikan kasihan kepada orang lain tidak hanya kepada sesama seiman saja. Inilah ciri-ciri atau tanda orang percaya, karena mudah sekali dilihat orang dan suka menolong orang lain tanpa pamrih, tanpa balas jasa (Kasih Agape) tetapi ada juga orang-orang percaya (Kristen) memberikan belas kasihan tetapi mempunyai syarat-syarat (Kasih Eros) yaitu orang lain yang sedang berkesusahan, orang yang percaya seperti ini belum di perbaharui, sama saja dengan orang yang tidak percaya. Orang-orang percaya pasti sering kena tipu karena dia tahu bahwa imbalan dan belas kasihan dari Tuhan pasti datang. Apabila anda di tipu orang, itulah tandanya sebagai murid Yesus, tetapi sebaliknya, jika saudara yang menipu orang pasti bukan murid Yesus tetapi hanya dekat-dekat dengan Yesus, yang datang kepada Yesus atau hanya pengikut Yesus yang berarti sama saja dengan bukan orang percaya walaupun dia seorang Kristen.

Yesus berkata : Oleh sebab itu “Jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan, Datanglah kepadaNya batu yang hidup itu yang memang di buang oleh manusia tetapi yang di pilih dan di hormati dihadirat Allah’’(ayat 4)

Batu yang hidup adalah batu yang berharga, jika kita harus dibangun menjadi batu-batu yang hidup karena batu yang hidup itu yaitu batu karang adalah Yesus sendiri.

Perhatikanlah apabila kita bicara tentang batu, sudah tentu banyak macam, jenisnya, sebab yang penting adalah apapun nama batu itu harus dapat berfungsi untuk membangun bait Allah. Misalnya batu-batu itu ada yang besar dan kasar misalnya seperti batu dari BATA (Orang Batak), batu ini cocok untuk pondasi bangunan yang paling bawah karena batu batak (bata) agak kasar, demikian juga dengan halnya batu keramik cocok untuk lantai karena agak halus misalnya batu dari SOLO (Orang Solo), ada juga batu agak setengah kasar dan setengah halus biasanya untuk teras bangunan ini batu berasal dari Manado, dan masih banyak lagi macam dan bentuk batu didunia ini yaitu dari bermacam etnis dan suku. Jadi yang penting adalah semuanya dapat berfungsi untuk membangun Bait Allah.

Oleh karena Genetika kita adalah satu dan telah ditebus dengan darah Yesus di Golgota, maka sejak itulah orang-orang percaya menjadi satu etnik yang kudus sehingga tidak ada lagi diantara orang percaya perbedaan-perbedaan antar etnis, suku, ras, bangsa dan lain-lain. Tetapi anehnya dalam hal suatu perkawinan saja masih banyak Gereja-gereja mempersulit dan memperlakukan adanya perbedaan-perbedaan suku, etnik untuk diterima dalam suatu keluarga, gereja yang memberlakukan seperti ini adalah pemikiran yang sempit padahal kita sudah menjadi satu etnik yang kudus sebagai batu-batu yang hidup yaitu satu iman. Jadi banyak hamba Tuhan atau pengurus Gereja yang tidak memahami apa yang diinginkan oleh Tuhan sebagai bangsa pilihannya yaitu bangsa yang terpilih agar diantara kita sudah tidak ada lagi perbedaan tentang pengertian dan pemahaman tentang diri Yesus, sehingga banyak orang datang kepada Yesus yang mau menjadi muridNya menjadi terhalang oleh karena ulah manusia itu sendiri yang di tuntun oleh Roh Kedagingan yaitu roh yang datang dari kota kudus (bukan di tuntun oleh Roh Kudus)

Jadi bagaimana kita mau mengikuti pesan yang disampaikan Tuhan Yesus kepada Petrus yang di sampaikan kepada kita sebagai orang percaya..? sebab Yesus berkata kepada kita: “Jadilah bangsa yang terpilih, imam-imam yang melayani” (Imamat yang rajani) yaitu satu bangsa yang kudus yang dikuduskan oleh Tuhan, yaitu menjadi satu etnik yang kudus, sehingga tidak ada lagi perbedaan etnik-etnik karena telah menjadi satu etnik tertentu yaitu etnik yang Kudus. Luar biasa pesan Tuhan Yesus kepada kita melalui Petrus dan itulah sebabnya kita dipanggil untuk menjadi alat-alat Tuhan, oleh karena dahulu kita tidak mendapat belas kasihan dari Tuhan, tetapi sekarang kita telah mendapat belas kasihanNya sebagai bangsa pilihanNya.

Berdoalah agar Tuhan Yesus membuka banyak kepada kita sebagai berikut:

 “Tuhan Engkau memberi zaman yang seperti ini kepada kami, kiranya kami semua orang-orang percaya boleh hidup dan mengerti pada zaman ini, yang berarti kami harus mempertanggungjawabkan keadaan pada zaman kami. Kami tidak boleh menjadi orang Kristen yang hanya menikmati zaman saja, tetapi kami harus menjadi orang Kristen yang harus melayani zaman ini. Tuhan berikan kami hati seorang murid yang baik, berilah kami hati nurani yang bersih, beri kami pikiran yang kuat, dan berilah kami iman yang mengenal Yesus dengan sungguh-sungguh. Kami mau mengiring Engkau dimana kami boleh hidup, dan berilah iman yang teguh yang konsisten untuk memikul salibMu sampai suatu hari kami tiba. Tuhan jangan beri kami menyimpang, jangan biarkan kami menjual Engkau, jangan kami biarkan memperalat Engkau, jangan biarkan kami menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih pada saat kami miskin, jangan biarkan kami menghianati Engkau pada saat kami kaya, ingatkanlah kami agar kami tidak lupa.

Peliharalah iman kami sampai selama-lamanya, yaitu sampai hari Tuhan memanggil kami ke surga. Tanamkan iman kami dengan teguh, beri kami kemampuan mengingat, mengerti, memahami dan merenungkan Firman yang sudah menjadi Daging. Dan janganlah diantara kami adalagi perbedaan-perbedaan tentang pengertian tentang Engkau karena kami sudah menjadi satu etnis yang kudus sebagai bangsa pilihan Tuhan, berkati para hamba-hambaMu di muka bumi ini agar mereka dapat menyatukan kembali anak-anakmu yang bercerai-cerai dan agar dapat bersatu kembali menjadi satu batu yang hidup dan kudus, tolonglah kami semua dan jangan keraskan hati kami untuk bersatu sebagai tubuh Kristus oleh karena adanya perbedaan-perbedaan liturgi pada gereja masing-masing serta tutuplah setiap mulut yang mengeluarkan kata-kata yang menjelek-jelekkan denominasi gereja karena tidak sesuai dengan kehendak Allah yaitu yang keluar dari setiap mulut orang-orang percaya sebagaimana yang Engkau firmankan dalam Matius 12 ayat 37, kami takut Tuhan akan murka kepada kami menjadi suatu batusandungan bagi setiap orang yang mengatakannya, kasihani kami di dalam namaMu Tuhan Yesus Kristus. Amin

Dari saudaramu yang tidak akan pernah mati

Beritakan firman ini kepada Saudara-saudaramu dimana engkau berada tanpa melihat kepercayaannya

Haleluyah

 Kepada Saudara-saudaraku yang ku kasihi, tulisan ini dikemas dari sudut pandang yang berbeda karena tulisan ini bukan kotbah, bukan pula penelaahan Alkitab namun ditulis agar pembaca memperkuat dirinya dalam menghadapi illah zaman ini, sebab banyak orang percaya tergoncang imannya karena tidak dapat mempertahankan konsistensi kesetiaan kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya. Tulisan ini ini dapat menambah wawasan pengetahuan tentang Firman Tuhan dalam rangka pertumbuhan iman kristiani bagi orang-orang percaya khususnya dalam pemahaman, pendalaman dan pengenalan akan Firman yang sudah menjadi Daging (Yohanes 1:1 dan 14). Pemahaman tentang Firman ini, jarang disampaikan oleh para hamba Tuhan, evanggelis dan sebagainya maupun melalui kotbah-kotbah maupun penelaahan Alkitab, kepada jemat-jemaatnya.

Bagaimanakah sebenarnya kita sebagai murid Yesus memahami Firman itu dalam kehidupan kita sehari-hari agar orang-orang Kristen tidak hanya sekedar mengetahui saja yaitu bagaimana kita memahami lebih dalam dan teguh agar tidak rapuh dalam menghadapi illah zaman ini.

Kita sebagai murid Yesus (bukan murid Yahowa) yang sedang menantikan kedatanganNya kedua kali sehingga apa yang harus kita perbuat sesuai dengan firmannNya. Satu-satunya jalan adalah kita harus siap dan sungguh-sungguh menjalankan kehidupan yang rohani dan surgawi yaitu sebuah kehidupan yang serupa dengan Kristus. Kiranya Tuhan menuntun setiap pembaca kedalam rahasia kehadiratNya dan menyatakan janjiNya. Rasul Paulus yang diilhamkan Allah menulis dalam suratnya kepada jemaat di Korintus yaitu: II Korintus 3 ayat 13-18 yang berbunyi sebagai berikut:

“Musa menyelubungi mukanya supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu, tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka. Jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya, bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca Kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya, sebab Tuhan adalah Roh, dan dimana ada Roh Allah disitu ada Kemerdekaan”.

Perkara-perkara yang dahulu tersembunyi sejak kejatuhan Adam sampai dengan kedatangan Tuhan Yesus ke bumi ini sebagai Manusia (Firman sudah menjadi Manusia) 2.005 tahun lalu, Kristus merupakan suatu yang Rahasia yang tersembunyi, tetapi dengan datangnya Injil (Roma 16:25, I Korintus 2:7-10, bagi orang-orang Percaya menjadi terbebas dari Hukum Taurat sebab kita tidak lagi memegang Hukum Taurat sebab kita sudah terlepas dari padanya ketika Yesus datang. Hal itu dikatakan Paulus dalam Galatia 3:23:26

sbb: “Sebelum iman itu datang kita berada dibawah pengawalan hukum tuarat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. Jadi Hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang sebab itu kita tidak lagi ada dalam pengawalan penuntun yaitu hukum taurat, sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman didalam Yesus Kristus”. Jadi kita harus ingat status kita sebagai anak Tuhan dan tidak boleh berkompromi dan meminta petunjuk diluar anak-anak Tuhan

Yehezkiel Pasal 11 ayat 19-20 Allah berjanji : “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru didalam batin mereka, supaya mereka hidup menurut segala ketetapanKu dan peraturan-peraturanKu dengan setia, maka mereka akan menjadi umatKu dan Aku akan menjadi Allah mereka”.

Guru Agung tersebut tinggal didalam kita dan menyingkapkan Firman dan memberikan kerinduan agar mempunyai roh yang kuat. Anda dan saya tidak perlu pergi kepada Pemimpin agama agar dapat berbicara dengan Tuhan atau mendengarNya, dan tidak perlu menunggu nabi Allah datang ke tempat anda dan saya untuk memberitahukan apa yang sedang Tuhan kerjakan, tetapi anda dan saya dapat mengetahuinya sendiri. Yohanes 4:24 berkata: “Allah adalah Roh dan barang siapa yang menyembah Dia harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran”

Ketika anda dan saya mengundang RohNya untuk tinggal bersama roh kita, kita bisa menyaksikan kebenaran dan kuasa didalam kehidupan kita sehari-hari.

Tuhan tidak akan berbicara kepada anda dan saya dengan tanda-tanda,. kecuali anda buta huruf dan tidak bisa membaca Alkitab atau orang yang tidak percaya dan tidak perduli dengan hal-hal rohani. Itulah sebabnya mengapa sebagian orang tidak pernah bisa mendengar suara Tuhan

Bila kita mengatakan Tuhan menunjukkan sesuatu kepada saya didalam Roh, mereka akan memandang kita seperti orang aneh bukan..? padahal merekalah yang aneh. Mereka mengacuhkan cara-cara Roh atau mereka adalah orang-orang yang tidak percaya karena dipimpin oleh tanda-tanda bukan dipimpin oleh Roh.

Untuk itu penulis sangat berterima kasih kepada Tuhan Yesus, dimana tulisan kecil ini dapat disajikan untuk para pembaca walaupun sangat sederhana sekali. Tulisan ini sengaja dibuat untuk menjadi berkat bagi orang lain terutama yang mau belajar mengenal diri Tuhan Yesus.

Jakarta,      17 April 2011

Salam, dari:

Saudaramu yang tidak akan pernah mati,

PiterMarkus Simanjuntak,

ISA ALMASIH TURUN KE BUMI MENYELAMATKAN ORANG BERDOSA

 

Jadi sangat jelas sekali baik Alkitab, Al Qur’an maupun Hadits menyatakan bahwa masuk Surga atau selamat dari api neraka bukan usaha atau amal seseorang melainkan kasih karunia atau rahmat dari Tuhan. Bagaimana cara Tuhan memberikan kasih karunia keselamatan kepada seseorang; melalui iman, tapi iman yang bagaimana? Sebab semua orang beragama pasti mengakui bahwa dirinya orang yang beriman. Iman yang menyelamatkan adalah percaya, mengenal dan mengandalkan Yesus Kristus saja yang adalah Tuhan dan Juruselamat. Baca ayat-ayat di bawah ini:

1.      Yohanes 3:18,

“Barangsiapa percaya kepada-Nya (Yesus Kristus), ia tidak akan dihukum, barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman…”

     Ayat itu jelasnya mengatakan: Barangsiapa percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tidak dihukum, tetapi barangsiapa tidak percaya Tuhan Yesus Kristus diancam hukuman.

Markus 16:16,

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”.Ayat ini dengan jelas mengatakan siapa percaya dan dibaptis diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya dihukum. Silahkan pilih, monggo kerso… percaya diselamatkan, tidak percaya dihukum.

Yohanes 17:3

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Tuhan yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

 Kisah Rasul 4:12,

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan”.

Kalau saudara renungkan dan perhatikan baik-baik bahwa Yesus Kristus itu bukan mengajar dan menunjukkan jalan keselamatan saja tetapi diri-Nya itulah Esensi atau hakekat, perwujudan keselamatan itu, makanya Tuhan Yesus Kristus tidak pernah mengajarkan doa keselamatan atau minta doa shalawat supaya Dia selamat, tetapi Dia sendiri itulah pribadi yang menyelamatkan.

Yohanes 14:6,

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Pencipta alam semesta), kalau tidak melalui Aku (Yesus)”.

Jadi ayat ini juga tegas dan jelas bahwa Tuhan Yesus Kristus bukan hanya sekedar mengajar tentang jalan, tentang kebenaran dan tentang kehidupan seperti guru-guru agama yang mengajar muridnya. Tetapi Tuhan Yesus Kristus memperkenalkan, menunjukkan dan menyatakan bahwa diri-Nya itulah Esensi, hakekat, wujud jalan, wujud kebenaran, wujud hidup. Maka barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus diberi jalan, dinyatakan benar dan dapat hidup, hidup disini artinya hidup dihadapan hadirat Sang Pencipta, Penguasa segala alam. Sebab lawan kata hidup adalah maut, binasa, neraka atau hukuman.

Yohanes 8:24,

“Karena itu Aku tadi berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu, sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu”.Singkatnya ayat ini menegaskan kalau ada orang yang tidak mau percaya bahwa Dia (Yesus) adalah Sang Penyelamat yang datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia, orang itu akan mati. Artinya tidak diijinkan berada dihadapan Tuhan melainkan dimasukkan ke neraka jahanam. Jadi dosa yang amat sangat berat adalah menyangkal, menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya serta seluruh umat. Pada hakekatnya masuk Surga atau selamat dari api neraka itu amat sangat mudah, tinggal percaya menerima anugrah kasih karunia keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.

Dengan satu kesimpulan, bahwa orang masuk Surga atau selamat dari hukuman api neraka itu bukan karena orang itu sudah beragama dan taat menjalankan syariat. Tetapi berdasarkan kasih karunia Tuhan serta sikap dan tanggapan seseorang itu terhadap Sang Penyelamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus, mau mengimani bahwa Yesus Kristus itu adalah Tuhan dan Juru selamatnya atau tidak (Matius 28:18, Yohanes 3:18, Yohanes 8:24). Sekali lagi agama hanya sebagai perangkat bukan penyelamat.

Dalam hal ini saya secara pribadi sama sekali tidak bertujuan dan tidak bermaksud untuk membenci atau mengadu domba antar umat beragama. Justru saya sangat menghormati antar umat beragama untuk saling mengasihi satu diantara yang lain, agar dapat berkat selamat dari Sang Juru Selamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus atau Yeshua Hamashiah atau juga disebut dengan panggilan nama Isa Al Masih. Supaya nanti di akhirat tidak dihukum dengan siksaan lautan api neraka yang membara selama-lamanya. Itulah hukuman yang amat sangat menakutkan, mengerikan, menegangkan dan mendebarkan bagi setiap orang, karena hukuman itu bersifat langgeng, abadi, kekal selama-lamanya tidak ada ujung pangkal waktunya.

 “Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang disebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tapi orang benar ke dalam hidup yang kekal. (Matius 25:41,46)

 Hukuman disanananti bukan seperti penjara di Nusa Kambangan yang masih dapat makan dan minum dengan kenyang dan tidur dengan tenang serta masih ada harapan untuk dibebaskan. Tetapi lain ceritanya dengan orang yang dimasukkan ke penjara neraka, disanabersifat kekal selama-lamanya, tidak ada istilah dibebaskan. Disitulah tempat hukuman bagi orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat umat manusia.

Maka dari itu cepatlah bertobat sebelum terlambat selagi pintu pertobatan masih dibuka dengan lebar bagi orang yang masih hidup di dunia ini. Oleh sebab itu mulai saat ini imanilah dan percayailah bahwa Yesus Kristus, Isa Almasih atau Yeshuah Hamashiah itu adalah Tuhan dan Juru Selamat saudara secara pribadi, serta Tuhan dan Juru Selamat seluruh umat manusia. Maka saudara dijamin secara pasti masuk Surga alias selamat dari ancaman hukuman siksaan api neraka.

“Akan tetapi Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Tuhan. Jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Bapa oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!” (Roma 5:8-10)

Sekali lagi, segera direnungkan, dipertimbangkan dan diputuskan, sebab masalah keselamatan kalau sampai ditunda-tunda hingga ajal tiba, akibatnya akan fatal dan gagal total sampai kekal, sesal dan kesal tiada gunanya karena sudah tidak ada harapan untuk dibebaskan.Selagi nafas kehidupan masih dikandung badan janganlah dibiarkan terus pikiran itu dihantui perasaan bimbang yang merupakan alat setan, dipergunakan untuk menyesatkan banyak orang masuk ke liang penyiksaan penjara neraka jahanam. Sepanjang kesempatan Tuhan masih memberikan, marilah datang menerima anugerah janji Firman Tuhan yang sudah disampaikan dan diabadikan dalam sebuah tulisan yang disebut Kitab Suci.” Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku.”

Yeremia 29:12-14. “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”Yohanes 10:10

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”Matius 11:28

Akhir kata, sampai di sini saja, apabila di dalam tulisan saya terdapat kata-kata yang salah dan menyinggung perasaan tidak menyenangkan atau menyakitkan hati nurani para pembaca, dengan sejujurnya saya Paulus M. mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tetapi kalau semuanya ini menjadi berkat, mengucap syukurlah kepada Tuhan Yesus Kristus yang menjadi Juru Selamat dan sumber berkat. Dan salurkan berkat itu kepada orang lain agar tidak tersumbat, tersendat dan terlambat sampai ke alamat jiwa yang amat sangat menantikan kehadiran Sang Juru Selamat.

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan,n percaya dalam hatimu, bahwa Bapa telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.Roma 10:9-10

 AMIN